Monday, 27 June 2016

Cara Mendidik Anak yang Baik Agar Anak Bahagia dan Percaya Diri

HOMESCHOOLING PENA
Setara ( SD/SMP/SMA ) 
TERAKREDITASI - BAN PNF

 

Agar Anak Bahagia dan Percaya Diri, Ini 7 Cara Mendidik Anak yang Baik

 


Setiap orang tua tentu ingin anaknya bahagia dan tumbuh menjadi anak yang baik, cerdas, dan percaya diri. Untuk itu, Anda harus bisa mendidiknya sedini mungkin.
Beberapa orang tua berpikir bahwa cukup dengan memasukkan anak ke sekolah, maka tidak perlu lagi mendidiknya di rumah.  Padahal, peran orang tua sangat dibutuhkan untuk membentuk karakter dan kepribadian anak.
Apabila orang tua bisa mendidik anak dengan baik, maka anak akan merasa lebih bahagia dan tumbuh menjadi orang yang percaya diri serta mempunyai kehidupan sosial yang baik.
Berikut tujuh cara mendidik anak yang baik:

1. Ajarkan Anak untuk Mandiri dan Bertanggung Jawab

Anda bisa mengajari anak agar tumbuh menjadi orang yang mandiri dan tidak selalu bergantung pada Anda. Jangan terlalu posesif terhadap anak. Berikan anak kepercayaan untuk melakukan apa ia mau, namun tetap dalam pengawasan Anda. Ajari juga agar anak memahami seperti apa melakukan sebuah tanggung jawab. Misalnya, anak selalu merapihkan semua mainan setelah ia selesai menggunakannya.

2. Asah Rasa Ingin Tahu Anak Sedini Mungkin

Anak biasanya memiliki tingkat rasa ingin tahu yang tinggi. Ia akan bertanya mengenai benda-benda di sekelilingnya. Selalu usahakan untuk menjawab semua pertanyaan anak dengan bahasa dan penjelasan yang mudah dipahami olehnya. Sebisa mungkin jangan menjawab “tidak tahu”. Libatkan diri Anda ketika anak tertarik untuk melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

3. Tumbuhkan Rasa Simpati dan Empati dalam Diri Anak

 Ajari anak Anda agar tumbuh menjadi orang yang selalu menghargai orang lain dan peduli terhadap orang-orang di sekelilingnya. Tumbuhkan rasa simpati dan empati dalam diri anak. Misalnya, memberi sumbangan untuk anak yatim piatu. Jelaskan pada anak mengapa ia harus berbagi dengan orang-orang yang membutuhkan.

4. Selalu Hargai Pendapat Anak

Berikan anak kebebasan untuk berpendapat. Anda sebagai orang tua harus bisa mendengarkan apapun yang anak utarakan. Apabila ada pendapat anak yang menurut Anda kurang tepat, jangan langsung memarahinya, tapi berikan respon dan penjelasan yang positif. Begitu juga sebaliknya. Apabila anak memberikan pendapat yang baik, maka jangan ragu untuk memujinya.

5. Sirami Anak dengan Cinta, Kasih Sayang, dan Perhatian

Anak sangat membutuhkan perhatian dari orang tuanya. Maka, jangan pernah bosan untuk selalu memberikan perhatian, cinta, dan kasih sayang untuk anak Anda. Semua itu akan menjadikan anak nyaman dekat dengan Anda dan menaruh kepercayaan terhadap Anda.

6. Berikan Contoh yang Baik karena Anak Suka Meniru Perilaku Orang Tuanya

Jadilah role model atau panutan yang baik untuk anak Anda. Jaga perilaku dan ucapan Anda ketika sedang berada di dekat anak, karena ia suka meniru apa yang dilakukan dan dikatakan oleh orang tuanya.

7. Ajari Anak Agar Bisa Belajar Menerima Kenyataan

Anak Anda juga perlu tahu bagaimana menerima kenyataan dalam hidup yang tidak sesuai ekspektasinya. Misalnya, anak kalah dalam lomba di sekolah. Anda bisa mengatakan padanya bahwa yang penting ia sudah berusaha dan bisa mendapatkan pengalaman baru. Katakan juga padanya bahwa kalah menang adalah hal yang wajar dalam sebuah perlombaan.

Enroll Now !
Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 

TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
Follow Us on Twitter
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com 

Tips Dan Trik Menjadi Siswa Yang Sukses

HOMESCHOOLING PENA
Setara ( SD/SMP/SMA ) 
TERAKREDITASI - BAN PNF

 

Tips Dan Trik Menjadi Siswa Yang Sukses



Apakah kamu seorang pelajar? Seorang pelajar pasti menginginkan menjadi yang paling sukses disekolahan. Maka dari itu para pelajar berusaha untuk mendapatkan nilai paling tinggi disekolahan, minimal paling tinggi sekelas.

Banyak sekali keuntungan menjadi seorang siswa yang sukses. Contohnya saja mendapatkan kepopuleran disekolahan karena dianggap orang yang paling rajin dan juga mendapatkan segudang prestrasi khusus.

Pasti sudah banyak teman-teman pelajar disekolahan yang mendapatkan prestasi karena mengetahui bagaimana menjadi siswa yang sukses. Berikut ini adalah tips dan trik menjadi siswa sukses.


1. Gunakan Buku Agenda

Buku agenda ini berisikan catatan-catatan semua agenda yang ada dikelas. Seperti catatan setiap tugas yang harus dikerjakan (daftar tugas), waktu pengumpulan tugas, tanggal ujian/ulangan, dan lain-lain. Gunakan buku agenda ini dan pasang pengingat waktu untuk pengerjaan tugas, pengumpulan tugas, dll.

2. Ingat Untuk Meyerahkan Tugas

Kumpulkan tugas tepat waktu agar tidak banyak tugas yang menunpuk. Usahakan tugas dikerjakan dengan lengkap dan benar. Dan yakinlah bahwa tugas yang kamu kumpuklan itu sudah sesuai instruksi guru.

3. Berkomunikasi Dengan Guru

Maksud dalam berkomunikasi dengan guru bukan berkomunikasi dengan media elektronik. Melainkan bertanya pada guru tentang materi pelajaran yang belum jelas dan catatlah jawabannya. Hormati keputusan guru dan jangan meminta perpanjaang waktu.

4. Membuat Zona Belajar

Carilah tempat belajar yang cocok dengan kepribadian dan gaya belajar. Buatlah tempat belajar yang nyaman dan menarik. Tempat yang nyaman untuk belajar.akan membuat suasana hati tenang. Jika suasana hati tenang maka belajarpun menjadi lebih bersemangat

5. Membaca Materi

Bacalah meteri pembelajaran sesering mungkin dan bacalah sebelum pembelajaran dimulai. Cara ini akan memudahkan untuk memahami materi yang akan dibahas dikelas. Gunakan juga cara membaca skimming (membaca cepat).

6. Mencatat Dengan Cepat Disaat Pembelajaran

Jangan malas untuk mencatat materi pelajaran yang guru tulis dipapan tulis. Dan catatlah poin-poin materi yang disampaikan guru. Catatan ini akan melengkapi penjelasan meteri yang belum ada di buku.

7. Perhatikan Tekanan

Dengarkan semua pokok-pokok materi yang diulang dan ditekankan ketika guru meyampaikan pembelajaran. Setelah itu catatlah dibuku tulismu agar kamu tidak lupa akan semua yang telah guru sampaikan.

8. Pelajari Mata Pelajaran 

Pelajarilah masing-masing mata pelajaran yang ada dijadwal pertemuan selanjutnya. Bacalah minimal 1 jam dalam sehari agar saat pertemuan dimulai kamu lebih mengerti semua materi tersebut.

9. Membuat Kelompok Belajar

Carilah teman yang kamu anggap nyaman dan relevan untuk menjadi kelompok belajar,. Diskusikan materi pembelajaran yang belum kamu pahami dan bantulah temanmu juga tentang semua materi yang belum dia mengerti.

10. Rencanakan

Atur dan rencanakan waktu kapan kamu akan belajar. Jika diwaktu malam hari kamu tidak bisa belajar atau mengerjakan tugas maka belajarlah disiang hari. Maka kamu tidak akan mendapatkan tumpukan tugas yang bagitu banyak.

11. Jangan Belajar Mendadak

Jangan sesekali kamu belajar hanya disaat ada ujian saja. Belajarlah setiap hari sehingga kamu tidak akan pernah merasa kelelahan sebelum ujian datang. Awali dengan belajar singat lalu sedikit demi sedikit sampai ujian kamu tiba.

12. Jaga Diri Anda Sendiri

Yang terakhir adalah menjaga kesehatan dan pikiran kamu. Buatlah kebiasaan hidup yang sehat dan mendukung belajar agar nantinya kamu menjadi siswa-siswi yang sukses. Seperti makan yang teratur, tidur yang cukup, istirahat, rileks, olahraga, dan tertawa. Hahahaha

Sekian dulu artikel tantang Tips dan trik menjadi sisawa yang sukses kali ini semoga bermanfaat bagi banyak orang. Terima Kasih.

Enroll Now !
Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 

TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
Follow Us on Twitter
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com 

Mensos: PKH buka kesempatan peroleh pendidikan layak


HOMESCHOOLING PENA
Setara ( SD/SMP/SMA ) 
TERAKREDITASI - BAN PNF

 

Mensos: PKH buka kesempatan peroleh pendidikan layak

"Saya mewakili pemerintah berpesan kepada anak-anak yang hidup dari kalangan keluarga kurang mampu, jangan minder apalagi putus asa dengan kesempatan memperoleh pendidikan yang layak dan sukses dalam hidup,"
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan Program Keluarga Harapan (PKH) membuka peluang dan kesempatan bagi anak dari keluarga miskin untuk memperoleh pendidikan yang layak.

"Saya mewakili pemerintah berpesan kepada anak-anak yang hidup dari kalangan keluarga kurang mampu, jangan minder apalagi putus asa dengan kesempatan memperoleh pendidikan yang layak dan sukses dalam hidup," kata Khofifah dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.

Khofifah mengatakan hal tersebut saat menyerahkan bantuan PKH dan sosial hibah dalam negeri di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Minggu.

Dia mengatakan hidup dalam keluarga dengan kondisi ekonomi yang serba kekurangan tidak boleh menjadi alasan bagi seseorang untuk malas belajar dan putus harapan.

Sebab, pemerintah melalui PKH bertekad membantu para generasi muda dari keluarga tidak mampu agar bisa mengenyam pendidikan yang layak dan berkualitas seperti mereka yang berkecukupan dari sisi ekonomi.

Lewat berbagai program pendidikan dan pengentasan kemiskinan yang ada sekarang tidak ada kata tidak mungkin untuk menggapai kesuksesan.

Ia mengatakan selama program ini berjalan terbukti telah mampu mengangkat derajat pendidikan mereka yang tidak mampu hingga menjadi orang yang disegani dari sisi keilmuan dan pendidikan.

Bahkan, banyak dari mereka yang memperoleh kesempatan kuliah ke luar negeri dan berhasil mengukir prestasi di sana.

Dalam kesempatan itu, Menteri menyempatkan diri melakukan teleconference dengan salah seorang mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Tiongkok.

Mahasiswa tersebut menjadi salah satu contoh anak tidak mampu yang mendapat bantuan PKH dan menjadi mahasiswa berprestasi di luar negeri.

Pada tahap ke dua, Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan dana PKH dan beras sejahtera (rastra) untuk Kota Surabaya senilai Rp166 miliar.

Mensos menjelaskan, di Jawa Timur masyarakat yang menerima Program Keluarga Harapan (PKH) sekarang ini hampir 600 ribu penerima.

Enroll Now !
Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 

TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
Follow Us on Twitter
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com 

Kedekatan Antara Anak dan orangtua itu Penting

HOMESCHOOLING PENA
Setara ( SD/SMP/SMA ) 
TERAKREDITASI - BAN PNF
 

Kedekatan Antara Anak dan orangtua itu Penting, Lakukan 7 Hal ini Agar anak dekat dengan Orangtua


Banyak orangtua bekerja yang disibukkan dan dibuat stres dengan tuntutan pekerjaan dan karier. Belum lagi kekhawatiran orangtua mengenai kondisi keuangan yang memberikan tekanan tersendiri bagi keluarga.
Bagaimanapun kondisinya, adalah tugas orangtua untuk tetap membangun kedekatan dengan anak-anaknya. Menciptakan hubungan emosi positif yang bermanfaat dan berdampak besar bagi anak.

Ini Manfaat Kedekatan anak dengan orangtua

Kedekatan anak dengan orangtua adalah fondasi penting bagi tumbuh kembang anak. Kelekatan, kehangatan dan rasa cinta kasih ibu dapat mencegah perilaku kenakalan dan depresi saat anak tumbuh dewasa.
Kedekatan yang dijalin oleh orangtua kepada anak sejak dini juga, akan berguna dalam pembentukan karakter anak-anak Anda. Kedekatan orangtua dan anak akan memengaruhi kecerdasan si anak. Seiring dengan pertumbuhan anak, ikatan emosional ini dapat berkembang melalui beberapa hal yang dapat kita lakukan sehari-hari.

Orangtua perlu melakukan beberapa cara agar bisa membangun kedekatan dengan sang anak

Oleh karena itu, para orangtua perlu melakukan beberapa cara agar bisa membangun kedekatan dengan sang anak.

1. Ketika bersama Anak, Jangan hanya hadir secara fisik, namun hati dan pikirannya juga

Yang paling penting adalah menghadirkan kedekatan dari hati. Banyak orangtua yang secara fisik hadir di sekitar anak, namun hatinya entah ada di mana. Meski ia menemani bermain, menyuapi, memandikan, namun anak tidak akan merasakan kedekatan kalau hal tersebut tidak dilakukan dengan hati.
di Era digital saat ini, banyak orangtua terlalu focus pada gadgetnya ketika bersama anak. Para ahli dan psikolog mengungkapkan bahwa anak yang diasuh oleh orang tua yang sering kali sibuk dengan dunia mereka sendiri, khususnya dunia gadget atau smartphone akan membuat anak mudah kehilangan fokus. Orang tua yang sering kali bermain smartphone saat bermain bersama anak, hal ini akan membuat anak kurang konsentrasi, kurang percaya diri dan kurang perhatian.

2. Belaian dan pelukan memberikan kedekatan

Belaian dan pelukan yang diberikan oleh orang tua kita tidak pernah kedaluarsa pengaruhnya sampai berapa pun umur kita. Anak yang tumbuh dengan banyak belaian dan pelukan akan mejadi anak yang lebih peka dan penuh kasih sayang terhadap sesama.
Menurut Psikolog dan penulis buku The Miracle of Huge, Melly Puspita Sari bahwa memberikan pelukan pada anak minimal 8 kali sehari untuk memberikan energi sehingga anak bisa beraktivitas dan mengoptimalkan potensinya.
Selain itu, Penelitian klinis dan psikologis menujukan bahwa pelukan antara orang tua dan anak dapat meningkatkan kecerdasan otak anak, merangsang produksi hormom dan oksitosin yang memberikan perasaan tenang dan bahagia serta membantu mengeluarkan zat berbaya dari otak. Dalam bukunya ‘The Hug Therapy’, psikolog Kathleen Keating menyebutkan bahwa pelukan juga dapat meningkatkan kecerdasan otak dan IQ anak.

3. Komitmen luangkan waktu karena momen berkualitas bersama anak tercipta dari aktivitas sederhana namun sering

Memang Waktu berkualitas (quality time) lebih efektif untuk membangun kedekatan dengan anak. Akan tetapi tetap saja harus ada waktu yang dialokasikan khusus.
“Anak-anak membutuhkan keduanya, kuantitas dan kualitas waktu,” kata Janie Lacy, konsultan kesehatan mental bersertifikat dari Orlando.
Ya wajar, bagaimana mungkin berbicara tentang quality time kalau tidak setiap hari orangtua punya waktu untuk menemani batitanya? Jadi alokasikan waktu secara konsisten setiap hari, gunakan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh untuk membangun kedekatan dengan anak.
Kebersamaan yang lebih sering dengan anak, menjadi momen untuk membangun kepercayaan, saling memelajari bahasa cinta masing-masing antara orangtua-anak, selain juga memahami sepenuhnya karakter anak.
Momen berkualitas bersama anak tercipta dari aktivitas sederhana namun sering. Mulai saja dengan selalu berbicara dengan anak mengenai aktivitasnya seharian. Lakukan percakapan sesering mungkin. Membacakan cerita atau buku, kepada anak-anak juga bisa menjadi pilihan.

4. Pujian adalah motivator eksternal, Namun berikan pujian yang proporsional

Pujian adalah motivator eksternal. Memberikan pujian bisa membangun kedekatan dengan anak karena anak merasa diapresiasi orangtuanya. Selain itu pujian sangat dibutuhkan pada masa perkembangannya, tapi orangtua harus memberikannya secara proporsional.
Pujilah perilaku anak, bukan si anak. Pujilah secara spesifik, “Hari ini kamu bangun tidur tidak nangis. Bagus itu.” Pujian ini membuat anak akan mengulangi perilakunya. Besok kalau bangun tidur tidak usah menangis, apalagi berteriak-teriak memanggil bunda. Pujian ini mengirim pesan pada anak, ia diperhatikan.
Jangan berlebihan, pujian yang pas akan menjadi pendorong bagi anak untuk mengulangi lagi melakukan sesuatu yang dianggap positif.

5. Memberikan kesempatan kepada anak, jangan terlalu mengobtrolnya

Kedekatan tidak sama dengan memanjakan anak. Contohnya, di usia batita anak sedang belajar berjalan, meski bolak-balik jatuh, bahkan mungkin terbentur sesuatu, orangtua tetap harus memberikan kesempatan kepada batita mencobanya.
Jangan karena alasan sayang dan takut jatuh maka batita tidak didorong untuk mencobanya dan orangtua selalu mengekang anak, ini yang disebut kemanjaan berlebihan, dan jelas tidak baik.
Penelitian Dr Stafford yang dipublish dalam The Journal of Positive Psychology dan dikutip dari Mirror menemukan bahwa orangtua terlalu mengekang anak membuatnya tak bisa memiliki kontrol terhadap keadaan psikologisnya. Anak tidak bisa mengambil keputusan karena selalu dilarang orang tua dan tidak memiliki privasi akibat orang tua yang selalu ingin ikut campur.

6. Belajar melakukan aktivitas harian

Membangun kedekatan dengan anak tidak berarti membuat si anak hanya berdiam diri dilayani semua kebutuhannya. Anak tetap harus diberi kesempatan untuk melakukan aktivitas harian, seperti belajar makan sendiri, mandi sendiri, toilet learning dan seterusnya. Meski berusaha dekat, jangan menjadikannya sebagai raja kecil di rumah.
Luangkanlah waktu untuk bermain besama anak-anak Anda. Bermain dapat memengaruhi tumbuh kembang anak. Bermain bersama anak-anak juga dapat mempererat hubungan antar anggota keluarga selain itu Anda juga dapat terus melindungi anak-anak Anda dari permainan-permainan yang buruk dan mencelakakan.
Bermain bersama juga adalah kesempatan Anda untuk bersenang-senang dan melepaskan kelelahan Anda dari kegiatan sehari-hari. Ketika Anda merasa senang, maka anak Anda pun akan dapat merasakan hal serupa.

7. Ada kesempatan merasakan perpisahan

Tidak perlu membawa anak ke mana pun pergi. Justru kalau sesekali berpisah, anak bisa merasakan kedekatan dengan orangtuanya. Anak akan merasa kangen dan membutuhkan orangtuanya.
Jika ibu adalah full time mom, dimana ibu bisa selalu bersama anaknya, sesekali perlu juga meninggalkannya untuk berbelanja, ke acara keluarga, bahkan melakukan me time.
Latihan Berpisah biasakan untuk mengucapkan “selamat tinggal” pada orang-orang yang meninggalkan kita agar anak melihat bahwa kita juga ditinggalkan oleh orang lain tetapi kita tidak merasa sedih. Ijinkan anak untuk pergi bersama tante, kakek dan nenek, om tanpa orangtuanya.

Enroll Now !
Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 

TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
Follow Us on Twitter
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com 

Friday, 24 June 2016

Penyebab dan Cara menghadapi anak yang suka memberontak


HOMESCHOOLING PENA
Setara ( SD/SMP/SMA ) 
TERAKREDITASI - BAN PNF

Anak Suka Memberontak? Pahami 6 Penyebabnya dan 9 Cara Menghadapi Anak yang Suka Memberontak

Anak Suka Memberontak? Dalam menghadapi anak yang suka memberontak, orangtua cenderung marah, kesal, dan membujuk agar anak-anak mau berubah. Akan tetapi, hal itu tidak akan berhasil.
Marah terhadap anak pemberontak sama seperti menuang bensin ke api. Semakin Anda marah, semakin anak melakukan tindakan yang mengesalkan.
Sebelum marah, ketahui penyebab mengapa seorang anak tiba-tiba menjadi pemberontak dan berani melawan orang tuanya.

1. Sikap otoriter dari orangtua mempengaruhi kepribadian anak menjadi pemarah

Orang tua yang otoriter sangat mempengaruhi kepribadian sang anak, karena tekanan demi tekanan yang dirasakan, lama kelamaan akan membuat anak harus berani mengambil sikap, apakah akan tetap mematuhi orang tuanya atau harus menuruti kata hatinya.
Berusahalah untuk tidak menjadi orang tua yang demikian, Anda boleh mengajarkan disiplin serta ketegasan kepada anak Anda, tetapi tetaplah fleksibel dalam proses penerapannya.

2. Menyuruh anak di saat yang tidak tepat

Ketika Anda ingin menyuruh anak Anda untuk melakukan sesuatu, sedangkan dia sedang asyik dengan kegiatannya, biasanya anak akan enggan untuk mematuhi perintah dari orang tuanya karena merasa terganggu. Bila sudah demikian hindari untuk memaksanya, selama Anda tetap bisa melakukannya seorang diri, maka kerjakan.
Namun, bila hal tersebut sangat mendesak dan Anda betul-betul membutuhkan bantuan darinya, maka usahakanlah untuk menyampaikannya dengan cara yang baik, beri dia pemahaman bahwa bantuan dari dia sangat Anda perlukan. Dengan demikian, mereka akan merasa dibutuhkan meskipun merasa terganggu anak Anda akan sadar karena itu adalah bagian dari tanggung jawabnya.

3. Orang tua tidak bisa memenuhi keinginan si anak

Bila orang tua tidak bisa memenuhi keinginan anaknya, sebagai bentuk protes biasanya mereka akan menunjukkan sisi keras kepalanya dengan harapan keinginannya dapat dipenuhi atau sekadar ingin mendapatkan perhatian dari orang tuanya.

4. Anak dibiarkan tumbuh hingga mengalami krisis keteladanan

Biasanya terjadi ketika orang tua terlalu sibuk dengan dirinya sendiri, bisa dikarenakan masalah pekerjaan atau karena benar-benar sudah tidak peduli lagi dengan keluarganya. Ketahuilah bahwa anak-anak sangat mendambakan didikan serta teladan dari orang tuanya. Namun, bila di dalam keluarganya peran orang tua sudah tidak lagi berfungsi, maka jangan heran bila mereka berani melawan Anda.

5. Pengaruh lingkungan sekitar dan pertemanan

Lingkungan di mana keluarga Anda tinggal juga sangat mempengaruhi perkembangan kepribadian anak Anda. Kawan-kawan bermainnya juga turut andil dalam proses pembentukan jati diri mereka. Oleh karena itu, bila lingkungan tempat tinggal Anda buruk, maka jangan heran bila tiba-tiba anak Anda bisa mengucapkan sumpah serapah.

6. Mencontoh perilaku orang tuanya

Anak adalah seorang peniru sejati, mereka akan meniru apa saja yang dilihat dan didengarnya. Sebagai orang tua, bila Anda mendapati anak Anda berani melawan, maka introspeksilah diri, tanyalah pada diri Anda apakah selama ini Anda telah menunjukkan teladan yang baik kepada mereka atau justru sebaliknya.
Bila Anda mengharapkan memiliki anak-anak yang patuh, maka berikanlah mereka teladan, hentikan segera pertengkaran-pertengkaran dengan pasangan Anda dan jangan pernah mengulanginya lagi. Bentuklah sikap yang positif pada anak Anda sejak mereka masih kecil, sehingga ketika nanti beranjak dewasa mereka akan segan untuk memberontak ataupun melawan Anda.
Berikut ini adalah beberapa cara dalam menghadapi anak yang suka memberontak seperti yang ditulis di dalam buku Cara Membesarkan Anak yang Suka Melawan Tanpa Harus Hilang Kesabaran.

1. Pusatkan pada hal positif

Anak pemberontak biasanya hanya mendapatkan kritikan. Jika perilaku baik anak mendapat tanggapan positif maka mereka akan terdorong untuk mengulanginya.

2. Lewatkan quality time bersama anak

Saat-saat yang netral dan tanpa konflik akan membuat anak melihat Anda tidak hanya sebagai penegak disiplin. Ini akan memperkuat hubungan Anda dengan anak.

3. Sediakan waktu untuk mendengarkan

Anak ingin mengungkapkan apa yang ada dalam pikirkannya ketika mereka merasa aman untuk melakukannya. Sediakanlah diri Anda untuk mendengarkan mereka.

4. Seorang anak bukanlah diri Anda

Anak-anak yang Anda lahirkan ke dalam dunia ini terlahir sebagai individu, oleh karena itu pahamilah bahwa memaksakan kehendak Anda kepada anak Anda tidak akan pernah mendatangkan kebaikan. Pahamilah karakter anak Anda dan carilah tahu ketertarikannya akan sesuatu, kemudian bimbinglah mereka untuk meraihnya.

5. Jadilah teladan

Seorang anak ibarat spon yang sangat mudah menyerap air. Hal-hal yang baik dan buruk dalam masa pertumbuhan mereka akan mereka serap dan hal itu membentuk karakter dan perilaku mereka nantinya. Bersikaplah lembut, jadilah sabar terutama kepada pasangan Anda, jadilah penuh cinta kasih dan panjang sabar, ramahlah terhadap semua orang, murah hati dan rendah hatilah. Ketika anak-anak Anda melihat teladan Anda yang baik mereka akan tergoda untuk melakukan hal yang serupa.

6. Konsisten

Menjadi orang tua harus tegas dan konsisten. Dalam hal membuat peraturan di dalam rumah tangga peran orang tua sangat dominan, namun bukan berarti saran dan masukan dari anak-anak dikesampingkan, libatkan anak-anak Anda dalam membuat peraturan dan ketika sebuah peraturan di dalam rumah tangga telah disepakati bersama, maka mintalah mereka semua untuk konsisten melaksanakannya, terutama Anda sebagai orang tua.
Jika Anda seorang perokok dan melarang anak-anak Anda untuk merokok, sebaiknya Anda mempertimbangkan untuk segera berhenti merokok. Seorang anak melihat Anda sebagai sosok yang perlu dihormati, ditiru dan diteladani. jika Anda tidak bisa memberikan teladan yang konsisten, maka Anda patut untuk khawatir anak Anda akan memiliki alasan yang kuat untuk tidak mematuhi Anda.

7. Beri teguran dengan halus

Kehidupan ini adalah masa di mana kita semua sedang belajar. Anak-anak Anda masih baru di dunia ini dan belum berpengalaman dan seringkali melakukan kesalahan-kesalahan yang sama. Ketika anak-anak Anda melakukan kesalahan, tugas orang tualah untuk menegur dan mengingatkan mereka, teguran-teguran Anda sebaiknya tidak diucapkan dengan kemarahan, lakukanlah dengan kelemahlembutan dan tutur kata yang baik. Sumpah serapah dan makian hanya akan membuat perasaan anak-anak Anda terluka, itu hanya akan membangkitkan amarah dan dendam dalam diri anak-anak Anda.

8. Beri pujian

Manusia mana yang tidak suka bila dipuji, oleh karena itu pujilah anak-anak Anda dengan wajar ketika mereka berhasil melakukan sesuatu, dengan memberikan pujian tidak hanya akan membangkitkan rasa percaya diri anak-anak Anda tapi juga akan membuat anak-anak Anda menghargai orang-orang di sekitarnya.
Jangan malu untuk meminta maaf
Ada kalanya orang tua juga melakukan kesalahan, ketika Anda melakukan kesalahan dan diketahui oleh anak-anak Anda jangan malu untuk meminta maaf kepada mereka. Dengan cara ini Anda menunjukkan kepada mereka arti sebuah kebesaran hati, anak-anak Anda akan semakin menghormati Anda.

9. Ciptakan hubungan yang dekat dengan anak-anak Anda

Seharusnya antara orang tua dan anak tidak ada jurang pemisah, kedekatan antara orang tua dan anak sebaiknya menjadi prioritas utama. Jika hubungan antara orang tua dan anak terjalin harmonis maka komunikasi dua arah akan terjalin dengan baik.

Enroll Now !
Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 

TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
Follow Us on Twitter
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com  

Sekolah Agen Tumbuhkan Budaya Damai Siswa

HOMESCHOOLING PENA
Setara ( SD/SMP/SMA ) 
TERAKREDITASI - BAN PNF

Sekolah Agen Tumbuhkan Budaya Damai Siswa


Sebagai negara majemuk dan heterogen, membangun perdamaian di seluruh penjuru Tanah Air bukan hal mudah. Bahkan, perbedaaan antarindividu kerap memicu timbulnya konflik. Dalam hal ini, pendidikan di sekolah turut berperan mengedukasi siswa untuk dapat hidup harmonis di tengah perbedaan yang ada.
Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Hilmar Farid mengungkapkan, penduduk Indonesia sudah bercampur dari waktu ke waktu sehingga terjadi kemajemukan. Karena itu, dibutuhkan identitas yang kuat untuk menghadapi tantangan di masa sekarang.
"Sulit mengatakan kita ini masih menympan keaslian dalam budaya kita. Karena kenyataannya kita majemuk. Oleh karena itu bagaimana membungkus identitas itu begitu kuat," ujarnya dalam diskusi ahli dan tukar pendapat ACDP di Kemdikbud, Jakarta, Rabu (22/6/2016).
Terkait hal tersebut, di dalam pendidikan modern, misi pendidikan selalu membekali siswa tidak hanya pengetahuan keterampilan, namun juga nilai-nilai, sikap, dan perilaku. Sedangkan nilai budaya damai sendiri dilandasi prinsip kebebasan, keadilan, demokrasi, toleransi, dan solidaritas.
"Pendidikan bukan mendidik anak pintar, namun juga menumbuhkan karakter. Pada dasarnya karakter keberagaman sudah ada di masing-masing anak tinggal ditumbuhkan," tutur Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdikbud, Totok Suprayitno.
Di sekolah, imbuh Totok, peran guru menjadi kunci. Sebab, guru tidak hanya mengajar ilmu pengetahuan semata. Gerak-gerik dan perilaku mereka juga akan menjadi teladan bagi para siswa.
"Para guru turut menumbuhkan nilai-nilai luhur budi pekerti. Bisa juga dengan mulai terbuka mendiskusikan hal-hal yang selama ini dianggap tabu. Tetapi tentu kasusnya disesuaikan dengan usia siswa. Caranya anak dimintai pendapat, dan tidak ada jawaban yang salah dari mereka. Yang penting, anak mampu mengungkapkan pemikiran mereka disertai dengan alasan," tukasnya.

Enroll Now !
Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 

TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
Follow Us on Twitter
Available on Google Play Store