HOMESCHOOLING PENA
Setara ( SD/SMP/SMA )
TERAKREDITASI - BAN PNF
Kedekatan Antara Anak dan orangtua itu Penting, Lakukan 7 Hal ini Agar anak dekat dengan Orangtua
Banyak orangtua bekerja yang disibukkan dan dibuat stres dengan
tuntutan pekerjaan dan karier. Belum lagi kekhawatiran orangtua mengenai
kondisi keuangan yang memberikan tekanan tersendiri bagi keluarga.
Bagaimanapun kondisinya, adalah tugas orangtua untuk tetap membangun
kedekatan dengan anak-anaknya. Menciptakan hubungan emosi positif yang
bermanfaat dan berdampak besar bagi anak.
Ini Manfaat Kedekatan anak dengan orangtua
Kedekatan anak dengan orangtua adalah fondasi penting bagi tumbuh
kembang anak. Kelekatan, kehangatan dan rasa cinta kasih ibu dapat
mencegah perilaku kenakalan dan depresi saat anak tumbuh dewasa.
Kedekatan yang dijalin oleh orangtua kepada anak sejak dini juga,
akan berguna dalam pembentukan karakter anak-anak Anda. Kedekatan
orangtua dan anak akan memengaruhi kecerdasan si anak. Seiring dengan
pertumbuhan anak, ikatan emosional ini dapat berkembang melalui beberapa
hal yang dapat kita lakukan sehari-hari.
Orangtua perlu melakukan beberapa cara agar bisa membangun kedekatan dengan sang anak
Oleh karena itu, para orangtua perlu melakukan beberapa cara agar bisa membangun kedekatan dengan sang anak.
1. Ketika bersama Anak, Jangan hanya hadir secara fisik, namun hati dan pikirannya juga
Yang paling penting adalah menghadirkan kedekatan dari hati. Banyak
orangtua yang secara fisik hadir di sekitar anak, namun hatinya entah
ada di mana. Meski ia menemani bermain, menyuapi, memandikan, namun anak
tidak akan merasakan kedekatan kalau hal tersebut tidak dilakukan
dengan hati.
di Era digital saat ini, banyak orangtua terlalu focus pada gadgetnya
ketika bersama anak. Para ahli dan psikolog mengungkapkan bahwa anak
yang diasuh oleh orang tua yang sering kali sibuk dengan dunia mereka
sendiri, khususnya dunia gadget atau smartphone akan membuat anak mudah
kehilangan fokus. Orang tua yang sering kali bermain smartphone saat
bermain bersama anak, hal ini akan membuat anak kurang konsentrasi,
kurang percaya diri dan kurang perhatian.
2. Belaian dan pelukan memberikan kedekatan
Belaian dan pelukan yang diberikan oleh orang tua kita tidak pernah
kedaluarsa pengaruhnya sampai berapa pun umur kita. Anak yang tumbuh
dengan banyak belaian dan pelukan akan mejadi anak yang lebih peka dan
penuh kasih sayang terhadap sesama.
Menurut Psikolog dan penulis buku The Miracle of Huge, Melly Puspita
Sari bahwa memberikan pelukan pada anak minimal 8 kali sehari untuk
memberikan energi sehingga anak bisa beraktivitas dan mengoptimalkan
potensinya.
Selain itu, Penelitian klinis dan psikologis menujukan bahwa pelukan
antara orang tua dan anak dapat meningkatkan kecerdasan otak anak,
merangsang produksi hormom dan oksitosin yang memberikan perasaan tenang
dan bahagia serta membantu mengeluarkan zat berbaya dari otak. Dalam
bukunya ‘The Hug Therapy’, psikolog Kathleen Keating menyebutkan bahwa
pelukan juga dapat meningkatkan kecerdasan otak dan IQ anak.
3. Komitmen luangkan waktu karena momen berkualitas bersama anak tercipta dari aktivitas sederhana namun sering
Memang Waktu berkualitas (quality time) lebih efektif untuk membangun
kedekatan dengan anak. Akan tetapi tetap saja harus ada waktu yang
dialokasikan khusus.
“Anak-anak membutuhkan keduanya, kuantitas dan kualitas waktu,” kata
Janie Lacy, konsultan kesehatan mental bersertifikat dari Orlando.
Ya wajar, bagaimana mungkin berbicara tentang quality time kalau
tidak setiap hari orangtua punya waktu untuk menemani batitanya? Jadi
alokasikan waktu secara konsisten setiap hari, gunakan kesempatan
tersebut dengan sungguh-sungguh untuk membangun kedekatan dengan anak.
Kebersamaan yang lebih sering dengan anak, menjadi momen untuk
membangun kepercayaan, saling memelajari bahasa cinta masing-masing
antara orangtua-anak, selain juga memahami sepenuhnya karakter anak.
Momen berkualitas bersama anak tercipta dari aktivitas sederhana
namun sering. Mulai saja dengan selalu berbicara dengan anak mengenai
aktivitasnya seharian. Lakukan percakapan sesering mungkin. Membacakan
cerita atau buku, kepada anak-anak juga bisa menjadi pilihan.
4. Pujian adalah motivator eksternal, Namun berikan pujian yang proporsional
Pujian adalah motivator eksternal. Memberikan pujian bisa membangun
kedekatan dengan anak karena anak merasa diapresiasi orangtuanya. Selain
itu pujian sangat dibutuhkan pada masa perkembangannya, tapi orangtua
harus memberikannya secara proporsional.
Pujilah perilaku anak, bukan si anak. Pujilah secara spesifik, “Hari
ini kamu bangun tidur tidak nangis. Bagus itu.” Pujian ini membuat anak
akan mengulangi perilakunya. Besok kalau bangun tidur tidak usah
menangis, apalagi berteriak-teriak memanggil bunda. Pujian ini mengirim
pesan pada anak, ia diperhatikan.
Jangan berlebihan, pujian yang pas akan menjadi pendorong bagi anak
untuk mengulangi lagi melakukan sesuatu yang dianggap positif.
5. Memberikan kesempatan kepada anak, jangan terlalu mengobtrolnya
Kedekatan tidak sama dengan memanjakan anak. Contohnya, di usia
batita anak sedang belajar berjalan, meski bolak-balik jatuh, bahkan
mungkin terbentur sesuatu, orangtua tetap harus memberikan kesempatan
kepada batita mencobanya.
Jangan karena alasan sayang dan takut jatuh maka batita tidak
didorong untuk mencobanya dan orangtua selalu mengekang anak, ini yang
disebut kemanjaan berlebihan, dan jelas tidak baik.
Penelitian Dr Stafford yang dipublish dalam The Journal of Positive
Psychology dan dikutip dari Mirror menemukan bahwa orangtua terlalu
mengekang anak membuatnya tak bisa memiliki kontrol terhadap keadaan
psikologisnya. Anak tidak bisa mengambil keputusan karena selalu
dilarang orang tua dan tidak memiliki privasi akibat orang tua yang
selalu ingin ikut campur.
6. Belajar melakukan aktivitas harian
Membangun kedekatan dengan anak tidak berarti membuat si anak hanya
berdiam diri dilayani semua kebutuhannya. Anak tetap harus diberi
kesempatan untuk melakukan aktivitas harian, seperti belajar makan
sendiri, mandi sendiri, toilet learning dan seterusnya. Meski berusaha
dekat, jangan menjadikannya sebagai raja kecil di rumah.
Luangkanlah waktu untuk bermain besama anak-anak Anda. Bermain dapat
memengaruhi tumbuh kembang anak. Bermain bersama anak-anak juga dapat
mempererat hubungan antar anggota keluarga selain itu Anda juga dapat
terus melindungi anak-anak Anda dari permainan-permainan yang buruk dan
mencelakakan.
Bermain bersama juga adalah kesempatan Anda untuk bersenang-senang
dan melepaskan kelelahan Anda dari kegiatan sehari-hari. Ketika Anda
merasa senang, maka anak Anda pun akan dapat merasakan hal serupa.
7. Ada kesempatan merasakan perpisahan
Tidak perlu membawa anak ke mana pun pergi. Justru kalau sesekali
berpisah, anak bisa merasakan kedekatan dengan orangtuanya. Anak akan
merasa kangen dan membutuhkan orangtuanya.
Jika ibu adalah full time mom, dimana ibu bisa selalu bersama
anaknya, sesekali perlu juga meninggalkannya untuk berbelanja, ke acara
keluarga, bahkan melakukan me time.
Latihan Berpisah biasakan untuk mengucapkan “selamat tinggal” pada
orang-orang yang meninggalkan kita agar anak melihat bahwa kita juga
ditinggalkan oleh orang lain tetapi kita tidak merasa sedih. Ijinkan
anak untuk pergi bersama tante, kakek dan nenek, om tanpa orangtuanya.
Enroll Now !
Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014
TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
Follow Us on Twitter
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com