Wednesday, 24 August 2016

Ini Sikap yang Harus Ditunjukkan Para Orang Tua Saat Anak Pulang Sekolah

HOMESCHOOLING PENA  
Setara ( SD/SMP/SMA ) 
TERAKREDITASI - BAN PNF

Ini Sikap yang Harus Ditunjukkan Para Orang Tua Saat Anak Pulang Sekolah


Homeschooling Pena Surabaya, 25 Agustus 2016,

Setiap tempat memiliki adat tradisi dan kebiasaan yang berbeda. Demikian pula dengan keluarga. Setiap keluarga memiliki kebiasaan yang berbeda dalam segala hal. Tidak terkecuali ketika anak pulang dari sekolah. Sekolah memang memiliki peran dalam mendidik anak Anda. Namun, waktu yang dimiliki sekolah sangat terbatas sehingga orangtua lah yang memiliki tugas berikutnya dalam mendidik anak setelah anak pulang dari sekolah. Setelah anak pulang dari sekolah, mungkin perlakuan di setiap keluarga oleh orang tua sangat berbeda.

Bagi orang tua dengan latar belakang perekonomian menengah kebawah ada yang mengajak anak mereka untuk bekerja. Ada juga dari orang tua dengan keadaan ekonomi yang mapan memberikan kesempatan kepada anaknya untuk bermain atau beristirahat di rumah. Terlepas dari hal sikap orang tua dalam menanggapi kegiatan anak sepulang dari sekolah. Ada sikap penting yang seharusnya para orang tua lakukan terhadap anak saat pulang dari sekolah. Mungkin bagi Anda hal tersebut adalah hal yang sangat sepele. Namun, bila Anda lakukan dengan tulus dengan secara terus menerus maka akan memberikan hasil yang memuaskan bagi perkambangan anak Anda.

Berikan senyuman

Menunjukkan kehangatan dalam keluarga harus memberikan yang spesial bagi anak. Senyuman diberikan ketika mereka tiba dirumah, akan memberikan semangat baru kepada anak. Sapalah dengan senyum yang ramah kepada anak.

Makan siang bersama

Ajaklah anak Anda untuk makan siang bersama. Sesibuk apapun Anda sempatkan untuk makan bersama dengan buah hati Anda. Jangan sampai saking sibuknya Anda lupa dengan waktu bersama mereka. Ketika makan bersama banyak cerita yang bisa Anda gali dari anak tentang bagaimana pengalamannya di sekolah. Dengan demikian Anda akan mengetahui bagaimana sikap anak Anda di sekolah.

Jangan marah ketika anak jujur menyampaikan hasil belajarnya

Sering kita lihat para orang tua mungkin sedikit kecewa bila mengetahui hasil belajar anaknya kurang. Bahkan tidak jarang ada orang tua yang tega menghukum anaknya. Sebagai orang tua yang bijak, ketika anak Anda jujur mengatakan hasil belajar yang ia capai di sekolah, meskipun itu hasilnya sangat kurang sebaiknya Anda menerima dan berikan semangat kepada anak supaya dapat meningkatkan nilainya.

Berikan kesempatan anak menceritakan yang dialami di sekolah

Dengarkanlah cerita tentang pengalaman yang anak Anda alami di sekolah. Biarkan mereka menceritakan segala sesuatu yang dialaminya terutama saat belajar di kelas. Dengan cara seperti ini Anda secara tidak langsung sudah meminta anak Anda untuk menceritakan kembali pengalaman mereka di sekolah. Dengan seperti itu Anda akan menemukan apabila ada kejadian yang buruk menimpa anak, bisa Anda ketahui sejak dini dan bisa untuk ditindak lanjuti segara.
Penting bagi Anda para orang tua untuk memberikan perlakuan yang baik bagi anak. Tidak hanya ketika mereka akan berangkat ke sekolah, tetapi juga saat anak pulang dari sekolah. Ketika anak pulang sekolah maka janganlah kita langsung mengintrograsi anak. Tetapi lebih pada melayani mereka.

Semoga Bermanfaat

Enroll Now !

Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 

TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
 
Follow Us on Twitter
 
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com 

Tuesday, 23 August 2016

5 Cara Efektif Membuat Anak Gemar Membaca

HOMESCHOOLING PENA  
Setara ( SD/SMP/SMA ) 
TERAKREDITASI - BAN PNF

5 Cara Efektif Membuat Anak Gemar Membaca


Homeschooling Pena Surabaya, 24 Agustus 2016

Membaca sangatlah bermanfaat terutama bagi anak-anak. Dengan gemar membaca maka anak akan memperoleh banyak informasi yang bisa ditemukan Alameda buku. Membaca juga akan membawa imajinasi anak lebih tinggi. Gemar membaca juga akan memberikan kesempatan kepada anak untuk menjadi orang sukses nantinya. Tetapi tidak semua anak gemar membaca. Mengapa demikian? Memang butuh trik dan cara dari orang tua agar anak gemar membaca. Kunci sukses membuat anak gemar membaca adalah menciptakankegiatan membaca menjadi sesuatu yang menyenangkan.

Berikut cara yang bisa Anda gunakan untuk membuat anak gemar dalam membaca :

1. Siapkan bahan bacaan yang pendek


Bila Anda menginginkan anak Anda gemar membaca, maka langkah awal yang harus dilakukan adalah membuat mereka agar tertarik dengan buku. Caranya adalah dengan memberikan bahan bacaan buku yang memiliki cerita pendek, jangan Anda memberikan bahan bacaan yang tebal. Berusahalah terlebih dahulu dengan buku yang memiliki konten gambar lebih banyak. Dari sana harus membina terus kemampuan anak, agar mereka tertarik dengan buku sehingga tumbuh semangat membacanya.

2. Ikut serta dalam kegiatan membaca anak

Caraya adalah Anda mesti ikut serta dalam membaca. Jangan sampai anak diminta untuk membaca tetapi Anda sendiri malah asik menonton. Ikutlah bersama anak saat mereka membaca. Anda harus bisa menjadi contoh bagi anak-anak. Ambil bahan bacaan yang bersifat umum. Dengan Anda ikut serta ketika anak membaca maka anak Anda akan merasa nyaman karena didampingi oleh orang tua.

3. Pelan-pelan

Semua perubahan yang terjadi butuh proses. Demikian halnya dengan membaca. Jangan sampai Anda memaksakan diri agar anak gemar membaca. Mulailah dengan materi ringan yang anak sukai. Mungkin dengan komik atau buku cerita, sebelum Anda memberikan materi pelajaran yang agak berat.

4. Jangan memaksa

Kegiatan apapun bila dilakukan dengan paksaan tidak akan membuahkan hasil yang baik. Sama halnya dalam membuat anak gemar membaca. Cobalah Anda melakukannya dengan sabar. Jangan sekali memaksa anak agar membaca. Yang terpenting adalah melakukan kegiatan membaca secara rutin dan berkelanjutan. Bila ini sudah Anda pegang teguh, maka anak akan dengan sendirinya tumbuh keinginan untuk membaca.

5. Berikan penghargaan

Cara membuat anak gemar membaca memang memerlukan sebuah proses. Manakala anak sudah mampu melaksanakan kegiatan tersebut, maka Anda sebaiknya menghargai usaha mereka. Berikan penghargaan yang layak bagi anak. Dengan memberikan anak sebuah benda yang disukainya atau hanya sekedar ucapan hebat bahwa ia telah mampu menyelesaikan membaca sebuah buku.
Membaca sangatlah bermanfaat bagi perkembangan pengetahuan buah hati Anda. Membaca merupakan sebuah keterampilan yang harus dibiasakan dan dilatih. Bila sudah demikian maka, anak akan menjadi anak yang cerdas dan kebanggaan Anda.

Enroll Now !

Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 

TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
 
Follow Us on Twitter
 
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com 

3 Misteri Dibalik Nilai Anak Yang Hancur

HOMESCHOOLING PENA  
Setara ( SD/SMP/SMA ) 
TERAKREDITASI - BAN PNF

3 Misteri Dibalik Nilai Anak Yang Hancur


Homeschooling Pena Surabaya, 23 Agustus 2016

Berikut ini adalah artikel yang berfokus pada pola dan masalah belajar anak. Banyak sekali pertanyaan tentang hal ini ,berkaitan mengenai masalah belajar anak. Kita akan memahami dan belajar tentang faktor psikologis mengapa anak bermasalah dengan nilai di sekolah.
Sebelum kita lebih jauh berinteraksi, pahami bahwa nilai atau angka (simbol) bukan satu-satunya penentu kesuksesan anak kelak di masa depan. Semua yang dialami saat dia sekolah akan banyak yang tidak digunakan kelak, jadi model pendidikan apa yang akan digunakan seorang anak hingga dia dewasa dan dapat diwariskan? Ya, didiklah karakternya dan tanamkan kesuksesan sejak awal di ladang karakternya.

Kenapa seorang anak ketika belajar di rumah bisa, diberi soal lebih susah daripada di sekolah juga bisa, bahkan waktu di tempat les dia diberi latihan soal yang banyak juga bisa, meskipun soalnya lebih sulit juga bisa, tetapi ketika ulangan tiba-tiba nilainya jelek. Nah, apakah anda pernah punya masalah seperti ini?

Anda yang punya anak SD, pasti sering mengalami masalah-masalah seperti ini. Anda pasti merasa jengkel ketika mengetahui bahwa anak anda yang tadi malam belajar sudah bisa semua, tetapi ketika ulangan ternyata ulangannya dapat nilai jelek. Jika ini terjadi sekali dua kali mungkin anda bisa memakluminya, tetapi jika ini terjadi berulang kali, anda pasti mulai jengkel pada anak anda. Bahkan bisa jadi anda frustasi dan kemudian malah mengeluarkan kata-kata negatif.
Nah apakah yang terjadi dibalik masalah ini. Seorang anak yang bisa sewaktu mengerjakan soal di rumah dan kemudian gagal waktu dia ulangan. Untuk hal-hal yang sama dan itu berulang kali, maka ada tiga hal yang perlu anda waspadai:

1. Anda perlu curiga bahwa anak ini mengalami kecemasan yang tersembunyi

Anda pasti bertanya tidak mungkin, Dia cemas dari mana? Kenapa dia cemas? Kecemasan yang tersembunyi ini disebabkan oleh banyak faktor. Ya, bisa jadi tuntutan yang terlalu tinggi dari kita orangtua atau mungkin bahkan dari gurunya. Tuntutan ini tidak bisa membuat si anak menunjukkan kualitas optimalnya. Sehingga ketika ulangan, yang terbayang adalah ketakutan bahwa dia tidak bisa memenuhi tutuntan dari si orangtua. Atau tuntutan dari gurunya mungkin.
 
Nah anda tahu, ketika cemas maka kita tidak bisa berpikir secara jernih. Anda tentu pernah mengalaminya bukan? Ketika anda sedang cemas, sedang stres berat. Maka hal yang sepele tentunya bisa jadi terlupakan. Nah ini yang terjadi pada anak-anak kita. Mereka cemas karena tuntutan kita yang terlalu tinggi, atau keharusan untuk menguasai sesuatu.

Ketika mereka merasa tidak mampu, kecemasan itu menghantui pikirannya. Dan apa yang telah mereka pelajari sebelumnya tiba-tiba blank, pada saat ulangan. Ini juga sering terjadi pada kita. Ingatkah anda pada saat dulu anda kuliah? Mungkin masih SMA bahkan? Ketika kita ulangan tiba-tiba saja mendadak lupa akan jawaban yang harus kita tuliskan disana. Padahal tadi malam jelas-jelas kita sudah mempelajari hal tersebut.

Nah, ketika kita menghadapi ulangan tiba-tiba saja hilang jawabannya. Apalagi ketika sang guru atau dosen mengatakan 5 menit lagi anda harus mengumpulkan lembar jawaban, dan waktunya habis. Oke, makin kita paksa akhirnya kita stress dan akhirnya kita lupa.
Dan anehnya ketika kita sudah mengumpulkan lembar jawaban, keluar dari ruang ujian tiba-tiba jawabannya muncul dalam pikiran kita Ahh.. kenapa tidak dari tadi munculnya, anda pasti menggerutu pada diri anda sendiri. Anda pernah mengalami hal itu bukan?

Nah ini yang terjadi pada anak-anak kita. Jadi ketika mereka ulangan,maka sebaiknya jangan sampai mereka itu cemas. Tuntutan- tuntutan kita membuat mereka cemas. karena itu kita perlu instropeksi diri, apakah selama ini kita sudah menerima mereka apa adanya. Ya, kebanyakan dari kita berharap agar nilai mereka bagus. Tetapi begitu nilai mereka jelek, kita mulai menuntut mereka.
Kenapa sih nilai kamu jelek? Jarang sekali ada orangtua yang mengatakan, Mama bisa memahami kamu nak, apa yang mama bisa bantu agar lain kali nilaimu lebih bagus lagi? Jadi ketika seorang anak mempunyai nilai jelek, hal yang kita perlu lakukan adalah memahami dulu perasaannya. Saya yakin anak itupun tidak ingin nilainya jelek, bukan hanya kita. Diapun juga tidak ingin nilainya jelek tentunya. Tetapi kenyataan yang dihadapi lain.
Ketika nilainya sudah jelek, dia sedih tetapi kita malah memarahi dia. Dia akan merasa bahwa dirinya tidak dipahami dan tidak dimengerti. Di lain hari kecemasan itu muncul dalam dirinya. Dia akan merasa, “Aduh kalau nilai saya jelek lagi saya pasti dimarahi, saya pasti mengecewakan mama.
Pernah ada satu kasus dimana seorang anak tidak mau berangkat sekolah gara-gara hari itu ada ulangan. Dia mengatakan taku kepada mamanya, Kenapa takut? Tanya mamanya. Saya takut mengecewakan mama kalau nilai saya jelek. Dan ini dilontarkan oleh seorang anak.
Nah, dari kejadian tersebut sang mama belajar bahwa selama ini, dia sering berkata Mama tidak masalah dengan nilaimu. Tetapi kenyataannya dia membuat anaknya cemas. Jadi terkadang kita sebagai orangtua hanya mengatakan, Tidak, nilai berapapun tidak masalah kok.Tetapi ternyata itu hanya di mulut saja, kenyataannya si anak merasakan hal yang berbeda, dia merasakan tuntutan orangtua yang terlalu tinggi.
Nah, untuk masalah ini sebaiknya kita perlu koreksi diri bagaimana caranya kita menerima seorang anak apa adanya, tidak tergantung dari nilainya. Ingat sebenarnya nilai itu hanya mengindikasikan dia sudah bisa atau belum.
Berbahagialah ketika nilai anak anda jelek. Karena apa? Sekarang anda tahu mana yang dia itu belum bisa. Pembelajaran yang baik harusnya ditujukan untuk meningkatkan seorang anak sehingga ia bisa kompeten di dalam bidangnya. Bukan untuk melabel dia pintar atau bodoh.

2. Sebab yang lain adalah karena perlakuan-perlakuan negatif yang pernah diterima anak

Misalnya, ketika seorang anak nilainya jelek, kemudian kita sebagai orangtua marah-marah, dan bahkan mungkin menghukumnya. Harus berdiri di pojok, tidak boleh makan. Atau apapun yang kita bisa lakukan untuk itu.
Nah ketika dia menerima perlakuan itu, maka perlakuan itu akan membekas di ingatannya. Berikutnya ketika dia ulangan lagi di lain kesempatan, yang dia lihat di lembar soalnya bukan soal ujian, tetapi wajah orangtuanya yang sedang marah. Wajah ini tiba-tiba saja muncul terbayang di dalam pikirannya.
Anda bisa bayangkan jika kita berhadapan dengan soal ujian dan kemudian yang muncul adalah ketakutan membayangkan wajah orangtua yang sedang marah, karena kita tidak bisa. Atau mungkin wajah guru yang mempermalukan kita di depan teman-teman kita. Maka semua yang kita pelajari tiba-tiba saja menjadi hilang dan akhirnya ulangannya jelek.

Baiklah, jika ini terjadi sebaiknya anda perlu segera minta maaf pada anak anda. Anda cukup mengatakan, Beberapa hari yang lalu waktu ulangan kamu jelek, dan kemudian mama marah, bagaimana perasaanmu? Apapun yang dijawab oleh anak anda terima apa adanya.

Misalkan dia menjawab, takut atau merasa ini itu, apapun itu anda hanya perlu menjawab Oke maaf, mungkin saat itu mama terlalu berlebihan.Atau mungkin saat itu mama lepas kontrol sehingga memarahi kamu terlalu dalam. Tetapi sebenernya maksud mama sangat baik. Apakah kamu mau memaafkan mama? Mama lain kali janji akan mendukung kamu jika nilai kamu jelek, kita akan cari solusinya bersama-sama. Kamu pasti ingin nilai kamu baik juga kan?

Nah, itu tentunya jauh lebih baik bagi si anak. Daripada kita hanya sekedar memarahinya, memintanya belajar, memaksanya belajar tanpa sama sekali mengakui perasaannya untuk diberi kasih sayang dan untuk di terima apa adanya.

3. Sebab yang lain adalah kurangnya perhatian berkualitas.

Mungkin anda bertanya, Ah mana mungkin saya tidak memperhatikan anak saya. Betul, saya percaya dan yakin bahwa setiap orangtua pasti memperhatikan anaknya. Tetapi terkadang perhatian yang kita berikan itu tidak cocok dengan apa yang diinginkan oleh si anak, yang saya maksud dengan perhatian di sini adalah perhatian yang berkualitas.

Dalam arti kita memperhatikan juga perasaan-perasaan si anak. Bukan cuma memperhatikan tugas-tugas yang harus dia selesaikan. Kebanyakan dari kita hanya memperhatikan tugas tugas yang harus diselesaikan oleh seorang anak.

Kita hanya memperhatikan sudah mengerjakan PR atau belum? Sudah belajar atau belum? Besok kalau ulangan sudah mempersiapkan alat tulisnya? Buku sudah disiapkan belum? Kita hanya memperhatikan aspek-aspek fisik. Kita tidak memperhatikan aspek-aspek perasaan dari si anak. Padahal yang jauh lebih dibutuhkan seorang anak adalah perhatian akan perasaan-perasaannya sehingga dia benar-benar diterima secara utuh oleh orangtuanya.
 
Semoga bermanfaat.
 

Enroll Now !

Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 

TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
 
Follow Us on Twitter
 
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com 
 

Friday, 19 August 2016

Sambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia dengan Pekan Lomba’45

HOMESCHOOLING PENA  
Setara ( SD/SMP/SMA ) 
TERAKREDITASI - BAN PNF

Sambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia dengan Pekan Lomba’45

 
Homeschooling Pena Surabaya, 20 Agustus 2016
 
Bulan Agustus bisa disebut juga menjadi salah satu bulan yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. Ya. Tepat tanggal 17 Agustus tiap tahunnya, masyarakat seluruh Indonesia dari sabang sampai merauke bersukacita memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI).

Hari kemerdekaan ini biasanya dijadikan sebuah momen menarik untuk lebih dekat bersama keluarga, tetangga dan juga masyarakat sekitar. Layaknya tradisi, peringatan 17 Agustus kerap kali diidentikan dengan perlombaan, upacara , hingga karnaval bertema merah putih.

Nah, tidak ada salahnya untuk Anda orangtua, momen HUT RI ini bisa dimanfaatkan untuk lebih mengenalkan serta menanamkan jiwa nasionalisme sejak dini agar cinta terhadap Indonesia. Ikut sertakan si kecil dalam serangkaian lomba yang diadakan daerah sekitar rumah Anda. Selain mengasah motorik si kecil, mengikuti lomba juga dapat membantu si kecil bersosialisasi dengan teman sebaya lebih baik.

Apa saja sih kegiatan yang bisa Anda lakukan dengan si kecil dalam menyambut hari kemerdekaan?

Partisipasi dalam perlombaan

Dalam ajang tahunan ini, anak-anak diajarkan mengenai sportivitas. tusuk balon tutup mata, masukan paku dalam botol dan lainnya. Perlombaan juga akan membantu si kecil dalam merasakan persaingan secara sehat dan memenangkan sebuah perlombaan. Ajarkan pula agar lebih berbesar hati saat kalah.







Lomba Membaca Pidato Bung Tomo di atas Panggung
Anak-anak berbakat dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi? Ajak anak untuk tampil di atas panggung.Seperti, menyanyi atau menari bersama. Keberanian balita untuk tampil dan respon positif Anda maupun lingkungan dapat membangun rasa percaya dirinya. Kali ini Lomba membaca pidato, ini akan melatih semangat dan lebih percaya diri dengan suara lantang pembacaan pidato pada umumnya









Mengikuti Pameran atau karnaval

Ajak Anak-anak untuk berani mengikuti karnaval atau pameran. Kesempatan ini mengasah rasa percaya diri dan keberanian balita untuk berkomunikasi dan menilai


Hias telur matang dengan nuansa Kemerdekaan Republik Indonesia

Selain mengasah kreatifitas anak, si kecil juga dapat pelajaran berharga mengenai rasa nasionalisme. Ajak anak melukis telur dengan cat atau cat air. Ajak anak untuk menghias dengan tema kemerdekaan, bisa di aplikasikan dengan bentuk atau gambar bendera merah putih, atau dengan warna merah putih, dll yang menggambarkan tentang kemerdakaan Republik Indonesia. Di sini kreatifitas Anak akan diuji dan berkembang.






   
Selamat Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-71!

 

Enroll Now !

Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 

TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
 
Follow Us on Twitter
 
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com 
 

Thursday, 18 August 2016

Kilas Balik Detik – Detik Proklamasi

HOMESCHOOLING PENA  
Setara ( SD/SMP/SMA ) 
TERAKREDITASI - BAN PNF

Kilas Balik Detik – Detik Proklamasi


Proklamasi Kemerdekaan yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus, adalah sebuah peristiwa bersejarah bangsa Indonesia . Proklamasi, telah mengubah perjalanan sejarah, membangkitkan rakyat dalam semangat kebebasan. Merdeka dari segala bentuk penjajahan. Bagaimanakah sesungguhnya, peristiwa yang terjadi 71 tahun yang lalu?

Proklamasi, ternyata didahului oleh perdebatan hebat antara golongan pemuda dengan golongan tua. Baik golongan tua maupun golongan muda, sesungguhnya sama-sama menginginkan secepatnya dilakukan Proklamasi Kemerdekaan dalam suasana kekosongan kekuasaan dari tangan pemerintah Jepang. Hanya saja, mengenai cara melaksanakan proklamasi itu terdapat perbedaan pendapat. Golongan tua, sesuai dengan perhitungan politiknya, berpendapat bahwa Indonesia dapat merdeka tanpa pertumpahan darah, jika tetap bekerjasama dengan Jepang.

Karena itu, untuk memproklamasikan kemerdekaan, diperlukan suatu revolusi yang terorganisir. Soekarno dan Hatta, dua tokoh golongan tua, bermaksud membicarakan pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan dalam rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Dengan cara itu, pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan tidak menyimpang dari ketentuan pemerintah Jepang. Sikap inilah yang tidak disetujui oleh golongan pemuda. Mereka menganggap, bahwa PPKI adalah badan buatan Jepang. Sebaliknya, golongan pemuda menghendaki terlaksananya Proklamasi Kemerdekaan itu, dengan kekuatan sendiri. Lepas sama sekali dari campur tangan pemerintah Jepang. Perbedaan pendapat ini, mengakibatkan penekanan-penekanan golongan pemuda kepada golongan tua yang mendorong mereka melakukan “aksi penculikan” terhadap Soekarno-Hatta.

post-teks pro

Teks proklamasi ditulis di ruang makan di laksamana Tadashi Maeda Jln Imam Bonjol No 1. Para penyusun teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Mr. Ahmad Soebarjo. Konsep teks proklamasi ditulis oleh Ir. Soekarno sendiri. Di ruang depan, hadir B.M Diah, Sayuti Melik, Sukarni, dan Soediro. Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia. Teks Proklamasi Indonesia itu diketik oleh Sayuti Melik. Pagi harinya, 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 telah hadir antara lain Soewirjo, Wilopo, Gafar Pringgodigdo, Tabrani dan Trimurti. Acara dimulai pada pukul 10: 00 dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa teks. Kemudian bendera Merah Putih, yang telah dijahit oleh Ibu Fatmawati, dikibarkan, disusul dengan sambutan oleh Soewirjo, wakil walikota Jakarta saat itu dan Moewardi, pimpinan Barisan Pelopor.

post-kibar

Sekalipun sangat sederhana, namun ia telah membawa perubahan yang luar biasa dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia . “Gema lonceng kemerdekaan” terdengar ke seluruh pelosok Nusantara dan menyebar ke seantero dunia. Para pemuda, mahasiswa, serta pegawai-pegawai bangsa Indonesia pada jawatan-jawatan perhubungan yang penting giat bekerja menyiarkan isi proklamasi itu ke seluruh pelosok negeri. Para wartawan Indonesia yang bekerja pada kantor berita Jepang Domei , sekalipun telah disegel oleh pemerintah Jepang, mereka berusaha menyebarluaskan gema Proklamasi itu ke seluruh dunia.

Dirgahayu Indonesiaku!

post-dirgahayu

 

Enroll Now !

Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 

TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
 
Follow Us on Twitter
 
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com 

Tuesday, 16 August 2016

Bentakan Dapat Membunuh Sel Otak Anak

HOMESCHOOLING PENA  
Setara ( SD/SMP/SMA ) 
TERAKREDITASI - BAN PNF

Bentakan Dapat Membunuh Sel Otak Anak


Homeschooling Pena Surabaya, 16 Agustus 2016

Tahukan anda di dalam setiap kepala seorang anak terdapat lebih dari 10 trilyun sel otak yang siap tumbuh. Satu bentakan atau makian mampu membunuh lebih dari 1 milyar sel otak, dan satu cubitan atau pukulan mampu membunuh lebih dari 10 milyar sel otak saat itu juga. Sebaliknya 1 pujian atau pelukan akan membangun kecerdasan lebih dari 10 trilyun sel otak.

Hasil penelitian Lise Gliot, berkesimpulan pada anak yang masih dalam pertumbuhan otaknya yakni pada masa golden age (2-3 tahun pertama kehidupan), suara keras dan membentak yang keluar dari orangtua dapat menggugurkan sel otak yang sedang tumbuh. Dan pada saat ibu sedang memberikan belaian lembut sambil menyusui, rangkaian otak terbentuk indah.

Penelitian Lise Gliot ini sendiri dilakukan sendiri pada anaknya dengan memasang kabel perekam otak yang dihubungkan dengan sebuah monitor komputer sehingga bisa melihat setiap perubahan yang terjadi dalam perkembangan otak anaknya.
“Hasilnya luar biasa, saat menyusui terbentuk rangkaian indah, namun saat ia terkejut dan sedikit bersuara keras pada anaknya, rangkaian indah menggelembung seperti balon, lalu pecah berantakan dan terjadi perubahan warna. Ini baru teriakan,” ujarnya.

Dari hasil penelitian ini, jelas pengaruh marah terhadap anak sangat mempengaruhi perkembangan otak anak. Jika ini dilakukan secara tak terkendali, bukan tidak mungkin akan mengganggu struktur otak anak itu sendiri. “Makanya, kita harus berhati-hati dalam memarahi anak.” Tidak hanya itu, juga mengganggu fungsi organ penting dalam tubuh. Tak hanya otak, tetapi juga hati, jantung dan lainnya.
Teriakan dan bentakan menghasilkan gelombang suara. Ya, hampir semua orang mengetahui hal itu. Yang belum banyak diketahui orang banyak adalah, bentakan yang disertai emosi seperti marah menghasilkan suatu gelombang baru.

Emosi negatif seperti marah mempunyai gelombang khusus yang merupakan gelombang yang dipancarkan dari otak. Gelombang ini dapat bergabung dengan gelombang suara orang yang berteriak. Nah, gabungan gelombang suara dan gelombang emosi marah ini menghasilkan gelombang ketiga dengan efek yang khusus.

Efek dari gelombang ketiga ini adalah sifat destruktifnya terhadap sel-sel otak orang yang dituju. Dalam satu kali bentakan saja, sejumlah sel-sel otak orang yang dijadikan target akan mengalami kerusakan saat dia terkena gelombang ini, baik bila dia mendengar suaranya atau pun tidak. Hal ini karena gelombang ketiga ini tetap merambat sebagaimana dia gelombang suara tetapi langsung ditangkap oleh otak sebagaimana gelombang otak.

Efek kerusakan pada sel-sel otak akan lebih besar pada anak-anak yang dijadikan sasaran bentakan ini. Pada remaja dan orang dewasa mengalami kerusakan yang tidak sebesar anak-anak, tetapi tetap saja terjadi kerusakan.

Efek jangka panjangnya dapat dilihat pada orang-orang yang sering mengalami bentakan di masa lalunya. Mereka lebih banyak melamun serta termasuk lambat dalam memahami sesuatu. Orang-orang ini biasanya mudah meluapkan emosi negatif seperti marah, panik atau sedih.
Mereka biasanya seringkali mengalami stress hingga depresi dalam hidup, karena kesulitan memahami pola-pola masalah yang mereka hadapi. Semuanya akibat dari sel-sel otaknya yang aktif lebih sedikit dari yang seharusnya.

Oleh karena itu, sebagai orangtua, pendidik, ataupun orang yang lebih tua dari “mereka”, sebaiknya memilih sikap yang lebih kreatif dalam menghadapi tingkah anak yang mungkin kurang baik. Seringkali orangtua bukan mencegah, mengarahkan, dan membimbing sebelum kesalahan terjadi. Seharusnya orangtua mempertimbangkan tingkat perkembangan kejiwaan anak, sebelum membuat aturan.

Jangan menyamakan anak dengan orang dewasa. Orangtua hendaknya menyadari bahwa dunia anak jauh berbeda dengan orang dewasa. Jadi, ketika menetapkan apakah perilaku anak dinilai salah atau benar, patuh atau melanggar, jangan pernah menggunakan tolok ukur orang dewasa.

Semoga bermanfaat.

Enroll Now !

Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 

TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
 
Follow Us on Twitter
 
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com 

Friday, 12 August 2016

HOMESCHOOLING PENA  
Setara ( SD/SMP/SMA ) 
TERAKREDITASI - BAN PNF

Cara Terbaik Memahami Anak


Homeschooling Pena Surabaya, 12 Agustus 2016

Banyak orangtua yang mengikuti seminar saya berkomentar “Oke, teknik yang anda berikan untuk mengatasi masalah anak sangat bagus. Tetapi, saya tidak yakin bisa menerapkan apa yang telah anda ajarkan” lalu tanya saya “Apa sebabnya?”, “Pertama saya tidak disukai anak, berikutnya bagaimana mengkomunikasikan pada mereka?”.

Jelas ini adalah masalah, tetapi tenang saja karena ada cara untuk memahami perilaku anak. Sebelum membahas hal itu ada bagian yang harus anda pahami terlebih dahulu. Banyak orangtua yang bertanya dalam pikiran mereka sendiri:
  • Mengapa anak saya tidak peduli dengan masa depannya?
  • Mengapa mereka melakukan hal-hal yang tidak masuk akal?
  • Mengapa mereka tidak mau mendengarkan walupun sudah diingatkan berkali-kali?
  • Mengapa anak saya membiarkan dirinya dipengaruhi oleh teman-temannya dengan hal-hal negatif yang tidak berguna?
Nah pertanyaan utama, “Bagaimana cara memahami perilaku dan pemikiran mereka?”
Jawabanya adalah EMOSI mereka. Emosi sangat menguasai logika berpikir anak-anak dan remaja. Mereka jauh lebih banyak di dorong oleh perasaan daripada pemikiran mereka. Dengan mengetahui hal ini, maka sia-sia upaya kita mengkuliahi mereka seharian.

Mengisi pikiran mereka dengan nasihat positif, dan menjadikan diri kita motivator di depan mereka tidak akan berhasil. Justru akan membuat anak bertambah sebal dengan kelakuan kita. Komentar atau nasihat seperti, “Kamu harus giat belajar”, “Jangan buang waktumu dengan bermain terus”, “Jaga kebersihan kamarmu”, kecuali bila kita sudah terlebih dahulu mengenali perasaan mereka.

Dalam kondisi emosi yang negatif seorang anak tidak dapat menerima input dan nasihat yang dapat mengubah perilaku mereka. Berbeda hasilnya jika kita mampu mengerti dan mengenali perasaan emosi mereka terlebih dahulu, maka mereka akan terbuka dan mendengarkan saran logis dari kita. Anak–anak dan remaja akan melakukan sesuatu jika membuat mereka merasa nyaman di hatinya.
Sebelum melangkah lebih jauh, kita akan belajar bersama, bagaimana reaksi kita dalam menghadapi masalah anak tersebut. Seringkali jika ada masalah maka yang ada di benak kepala kita umumnya ada 3 hal, yaitu :

1. Memberi nasihat, misalnya “Saya tadi berkelahi dengan Agus di sekolah”, respon kita pada umumnya “Apa-apaan kamu ini, sekolah bukan tempat untuk berkelahi, hanya penjahat yang menyelesaikan masalahnya dengan berkelahi.”

2. Menginterogasi, misalnya “HP saya hilang di sekolah”, respon kita pada umumnya “Kamu yakin bukan kamu sendiri yang menghilangkan? Coba di ingat kembali.”

3. Menyalahkan dan menuduh, misalnya “Tadi Edo dihukum karena tidak mengerjakan PR”, respon kita pada umumnya “Dasar anak malas, mulai hari ini kamu harus lebih disiplin dan memperhatikan tugas di sekolah.”

Setelah melihat ketiga contoh diatas, tidak ada satu ruang pun untuk mengakui perasaan atau emosi anak, betul? Seringkali kita ini hanya memberikan masukan tanpa mau mendengar apa yang sebenarnya terjadi, atau lebih tepatnya perasaan apa yang terjadi pada diri anak kita.

Ketika emosi seorang anak diabaikan mereka akan lebih marah dan benci. Selama ini mereka berada dalam keadaan emosi negatif, semua nasihat-nasihat maksud baik kita tidak akan digubris.
Cara terbaik untuk memahami anak kita adalah, mengakui emosinya (kenali emosinya) dan beri mereka kekuatan untuk menemukan solusi atas masalah mereka sendiri. Caranya adalah:

1. Berikan perhatian dan pengakuan

Terkadang yang dibutuhkan anak hanya didengar saja, bukan solusinya. Hanya memberikan perhatian 100% kita bisa terkejut, ternyata anak mau terbuka, mau berbagi pikiran dan perasaannya.
Hanya dengan berkata “Hmm.. oke, begitu ya.. lalu..” Walau nampaknya sederhana, jujur ini sulit bagi kita orangtua yang terbiasa mau mengambil jalur cepat, dengan memberikan solusi dan menyelesaikan masalah.
Ketika hal itu kita lakukan, justru anak akan menutup diri, dan menghindar untuk bicara dengan kita. Anak hanya akan meyatakan pikiran dan perasaan yang sejujurnya tanpa takut dihakimi.
Ketika kita biarkan anak mengungkap emosi dan pikirannya dengan bebas (saat kita ada untuk memberi dukungan emosional), kita akan melihat mereka dapat menemukan solusi sendiri untuk permasalahan mereka.
Kelebihan lainnya dari pendekatan ini adalah anak akan mengembangkan rasa percaya diri dengan berpikir untuk dirinya sendiri, dan berani menghadapi tantangan – tantangan hidup. Misalnya “Saya tadi berkelahi dengan Agus, di sekolah”, respon kita “Apa yang terjadi? Lukamu pasti sakit sekali yah..”

2. Mengenali dan menggambarkan emosi

Perlu bagi kita sesaat untuk mempelajari makna dari emosi, karena ini penting bagi kita untuk bisa mencerminkan emosi anak, dan mengerti dengan pasti apa yang mereka rasakan. Dengan dimengertinya perasaan mereka, maka mudah bagi mereka untuk terbuka dan bicara tentang masalah mereka. Berikut adalah emosi yang umumnya dialami oleh manusia.
Nama emosi dan artinya :
  • Marah – Merasakan adanya ketidakadilan
  • Rasa bersalah – Kita merasa tidak adil terhadap orang lain
  • Takut – Kita diharapkan antisipasi karena sesuatu yang tidak diinginkan bisa saja terjadi
  • Frustrasi – Melakukan sesuatu berulangkali dan hasilnya tidak sesuai harapan
  • Kecewa – Apa yang diinginkan tidak bisa terwujud
  • Sedih – Kehilangan sesuatu yang dirasa berharga
  • Kesepian – Kebutuhan akan relasi yang bermakna bukan hanya sekedar berteman
  • Rasa tidak mampu – Kebutuhan untuk belajar karena ada sesuatu yang tidak bisa dilakukan dengan baik
  • Rasa bosan – Kebutuhan untuk bertumbuh dan mendapatkan tantangan baru
  • Stress – Sesuatu yang terlalu menyakitkan dan harus segera dihentikan
  • Depresi – Sesuatu yang terlalu menyakitkan dan harus segera dihentikan
    Baiklah kita mulai dengan satu kasus, jika anak anda datang dan berkata “Joni tidak mau bermain bola denganku” Apa jawab anda? “Sini main sama papa/mama, main sama yang lain saja ya, atau ya sudah main sendiri saja.” Ketiga jawaban ini sekilas adalah jawaban klasik, dan memang dibenarkan karena sering dipakai.

    Pertanyaan saya ada emosi apa dibalik kata-kata anak tersebut? KECEWA dan KESEPIAN. Nah, kalau begitu responnya bagaimana? “Hmm.. nak kamu ingin sekali ya bermain dengan Joni?” atau “Hmm.. kamu kesepian yah, ingin bermain ya?” lalu tunggu responnya, biasanya anak akan bercerita panjang lebar, kemudian solusi sebaiknya diserahkan kepada anak.
    Caranya “Lalu apa yang bisa Papa/Mama bantu? Ingin bermain dengan Papa/Mama? Atau ada ide lain?” Biarkan anak memilih solusi terbaik bagi dirinya. Perhatikan tabel diatas dan gunakan untuk berkomunikasi dengan anak, pahami seiap kasus yang dialami anak.

    Dengan turut mengerti perasaan emosi anak dan membiarkan menemukan solusi masalahnya sendiri, maka anak akan merasa dipahami dan nyaman. Serta akan tumbuh rasa percaya diri di lingkungan yang menghargai dia. Dan berikutnya akan mudah bagi anak untuk terbuka terhadap orangtuanya, dan sikap saling percaya antara orangtua dan anak akan terbentuk dengan baik.

    Sampai kini, kita telah belajar bagaimana caranya agar anak terbuka dan percaya pada kita, betul? Berikutnya bagaimana caranya mengarahkan? Setelah kita mendengar dan mengerti perasaan dan emosi anak, serta menanyakan solusi terbaik menurut anak (jika anak sudah mampu berpikir untuk solusi) tanyakan “Bolehkah Papa/Mama memberi saran?” setelah ada ijin dari anak maka berikan masukan yang anda rasa paling barik.

    Terkadang cara pandang anak tidak sama dengan orangtua, kita tahu jika anak memilih solusi yang kurang tepat (menurut orangtua) dengan nilai atau norma yang berlaku di lingkungan sosial, maka kita bisa mengarahkannya dengan mudah karena langkah 1 dan 2 sudah dilakukan. Tentunya dengan model komunikasi yang sopan dan tetap menghargai anak.
    Pintu gerbang kekerasan hati anak akan terbuka lebar saat kita mau menerima dan mengerti anak, dan mereka akan mempersilahkan kita masuk dan bertamu di dalam lubuk hatinya yang paling dalam. Ditempat itulah kita dapat meletakan pesan, arahan dan masukan positif bagi kebaikan masa depan anak.

    Saya paham cara ini butuh waktu, semua solusi cerdas untuk meningkatkan kualitas keluarga butuh waktu. Ada namanya “waktu tunggu” untuk suatu hasil yang istimewa. Masakan yang enak dan sehat butuh waktu dan proses di dapur, tidak sekian detik jadi. Nah kualitas apa yang kita mau untuk keluarga kita?

    Semoga bermanfaat.

    Enroll Now !

    Information & Registration :
    Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
    Phone : 031-8299413
    Mobile : 081234441997
    Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 

    TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
    Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
     
    Follow Us on Twitter
     
    Available on Google Play Store
    www.homeschoolingpena.com