Thursday, 17 August 2017

Sejarah dan Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia



HOMESCHOOLING PENA   
Setara ( SD/SMP/SMA )  
TERAKREDITASI - BAN PNF


Sejarah dan Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Sumber Gambar : Kesekolah

Homeschooling Pena Surabaya, 18 Agustus 2017

Tak terasa Bumi Pertiwi telah menginjak umurnya ke 72 tahun di tanggal 17 Agustus. Jika kita flashback ke masa sebelum kemerdekaan, itu adalah masa-masa negara Indonesia dijajah oleh 4 Bangsa yakni Jepang, Inggris, Portugis (sekarang Portugal) dan yang paling lama menjajah adalah Bangsa Belanda yaitu 3,5 Abad (350 tahun). Mengapa Indonesia mudah dijajah oleh bangsa eropa? Perlu juga kita ketahui bahwa negara kita dulunya terdiri dari berbagai kerajaan-kerajaan yang bersifat kedaerahan. Akibat dari berdirinya kerajaan diberbagai daerah, timbulah niat untuk menguasai daerah-daerah lain dan perang pun tak dapat terelakkan. Bangsa Belanda datang ke Indonesia setelah penjajahan bangsa Portugis. Bangsa Portugis terlalu serakah dalam membeli rempah-rempah hasil Indonesia sehingga banyak rakyat Indonesia pada zaman itu tidak senang atas kedatangannya sehingga dengan perlawanan yang sengit, mereka berhasil mengusir bangsa Portugis dari Bumi Pertiwi.

Dengan berbekal pengalaman pahit dari bangsa Portugis, bangsa Belanda datang ke Indonesia dengan cara yang baik sehingga rakyat mudah menerima mereka. Seringkali Belanda mengadu-dombakan atau lebih dikenal dengan" Devide Et Impera" antar kerajaan yang berseteru dengan kerajaan lain dan pecahlah perang antar rakyat Indonesia. Apa penyebab dari bangsa kita terus dijajah pada masa sebelum kemerdekaan?

Ya, negara kita kurang memiliki fondasi yang kokoh yaitu persatuan dari rakyat Indonesia sendiri. Karena kurangnya kesadaran akan bersatulah yang membuat Belanda tersenyum lebar saat melihat Indonesia hancur dan jatuh ke tangannya.

Lalu pada abad ke 20, rakyat Indonesia sadar akan pentingnya persatuan dan kesatuan dari bangsa Indonesia. Rakyat juga mengerti bahwa melawan penjajah tidak dapat dilawan secara sendiri-sendiri melainkan membutuhkan kerjasama yang baik dalam mencapai satu tujuan yaitu merdeka.

Dengan bersatu padu melawan penjajah, Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaannya sendiri. Rakyat Indonesia tidak segan memberikan pikiran, harta bahkan nyawanya demi kata "merdeka untuk negeriku" Dengan pertumpuahan darah, Indonesia telah merdeka dari kuku-kuku tajam Belanda yang mencengkram Bumi Pertiwi.

Akhirnya, peristiwa Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 merupakan titik puncak perjuangan yang sampai saat ini kita masih rayakan untuk memperingati pejuang-pejuang kita yang telah gugur di medan perang. Proklamasi kemerdekaan merupakan peristiwa yang sangat penting dan memiliki makna yang sangat mendalam bagi bangsa Indonesia.

Proklamasi merupakan mercusuar yang menunjukkan jalannya sejarah, pemberi inspirasi, dan motivasi dalam perjalanan bangsa Indonesia di semua lapangan dan di setiap keadaan.

Indonesia sudah 72 tahun telah merdeka namun belum sepenuhnya merdeka. Ya, Indonesia telah terbebas dari penjajahan namun belum merdeka dalam hal pendidikan serta moral sebagai Warga Negara Indonesia. Sebagian anak-anak bangsa yang dianggap sebagai Generasi penerus bangsa sering merusak hidupnya dengan gaya hidup yang tidak sehat dan akibatnya semakin lama- Generasi penerus bangsa semakin langka. Alangkah sedihnya pejuang-pejuang kita jika mereka melihat Generasi Penerusnya terlibat dalam pelanggaran hukum seperti Narkoba, korupsi yang menjamur dan hal negatif yang dapat merusak citra Indonesia di mata dunia.

Kita sebagai Penerus bangsa harus menjaga dan mengharumkan nama baik Indonesia dengan belajar dengan sungguh-sungguh dan saling menghargai sesama demi terwujudnya rasa persatuan yang dapat menjadi budaya Indonesia di era selanjutnya.

Dan ingatlah Presiden Indonesia yang pertama, Ir. Soekarno pernah mengatakan "Bangsa yang besar adalah Bangsa yang tidak pernah melupakan Sejarah bangsanya sendiri".

Selamat merayakan HUT RI ke 72.

  
Sumber : Josua M



 

Enroll Now !

Information & Registration :
 
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 
TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ; Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
 
Follow Us on Twitter
@homeschool_pena




Enroll Now !

Information & Registration :
 
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 
TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ; Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
 
Follow Us on Twitter
@homeschool_pena

Wednesday, 16 August 2017

Tips Cara Menghilangkan Sikap Malas Siswa



HOMESCHOOLING PENA   
Setara ( SD/SMP/SMA )  
TERAKREDITASI - BAN PNF


Tips Cara Menghilangkan Sikap Malas Siswa
Sumber Gambar : Kesekolah

Homeschooling Pena Surabaya, 16 Agustus 2017

Sikap malas memang sering dimiliki oleh hampir setiap siswa, namun tidak semua siswa memiliki sikap ini, beberapa siswa selalu tampil prima dan juga selalu bersemangat untuk menerima materi baru di kelasnya. Namun siswa yang suka bermalas-malasan terkadang membuat kita kesulitan sebagai pengajar, terutama kesulitan dalam memberikan materi baru, sehingga butuh waktu lebih untuk sang pengajar agar si murid malas tersebut bisa memahami materi sebelumnya.

Sikap malas yang ditunjukan oleh siswa boleh jadi karena beberapa faktor, dan faktor yang paling besar adalah situasi dan lingkungan di keluarganya, bisanya rasa malas ini hadir ketika mood atau semangat untuk mengerjakan sesuatu hilang, dan ini lah yang menjadi faktor paling besar yang dialami oleh siswa di sekolah.

Tentu kita sebagai mengajar harus bisa membantu untuk bisa menghilangkan rasa sikap malas yang dimiliki oleh setiap siswa. dan berikut beberapa tips yang mungkin anda bisa gunakan untuk menghilangkan sikap malas dari siswa didikan anda.

1. Cari Tahu Faktor Yang Membuatnya Malas Belajar

Carilah faktor yang membuat sang siswa malas untuk mendengarkan anda ketika menyampaikan materi, juga ketika si siswa malas untuk mengerjakan tugas rumahnya. setelah anda menemukan faktor yang mengganggunya dalam belajar, segeralah cari solusi untuk membantu siswa dalam menyelesaikannya. dan jadilah seorang pengajar yang bisa menjadi sahabat juga bagi siswa.

2. Gunakan Bahasa Yang Memotivasi

Anda bisa menggunakan bahasa yang bisa memotivasi si siswa dalam kegiatan belajar dan mengajar, sehingga siswa bisa kembali memiliki semangat untuk menerima materi yang anda sampaikan dan juga bersemangat untuk mengerjakan tigas-tugas rumah yang anda berikan, dan hal tersebut akan meningkatkan prestasinya kedepan nanti.

3. Tunjukan Bahwa Anda Adalah Pengajarkan Yang Bisa Di Andalkan

Buat si siswa senyaman mungkin ketika anda memberikan materi untuknya, kombinasikan dengan cerita atau kisah lucu, agar mereka kembali bersemangat.

4. Hilangkan Sikap "Galak" sebagai seorang pengajar

Kita tidak akan bisa mengubah sikap malas tersebut dengan sikap galak, hal tersebut akan semakin memperparah dari sikap malas si murid, kekerasan bukanlah penyelesaian masalah dalam mengatasi masalah sikap buruk tersebut.

5. Berikan Materi Secara Bertahan Dan Ulangi

Menjadi seorang pengajar tentu harus memiliki kesabaran yang sangat tinggi ketika menghadapi murid "pemalas" kita harus mengulang sebisa mungkin hingga si siswa memahami betul materi yang anda sampaikan sebelum memberikan materi baru kepadanya

Demikian beberapa tips yang mungkin bisa anda gunakan dalam menghadapi mulis yang memiliki sifat malas di kelas anda. Kesabaran adalah hal yang utama dalam menyelesaikan masalah yang dialami oleh siswa ini.

Sumber : Josua M


Enroll Now !

Information & Registration :
 
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 
TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ; Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
 
Follow Us on Twitter
@homeschool_pena

Monday, 14 August 2017

Latih Anak Laki-Laki Kelola Emosi Sejak Dini



HOMESCHOOLING PENA   
Setara ( SD/SMP/SMA )  
TERAKREDITASI - BAN PNF


Latih Anak Laki-Laki Kelola Emosi Sejak Dini
Sumber Gambar : Kesekolah

Homeschooling Pena Surabaya, 15 Agustus 2017

Anak-anak pada dasarnya memiliki sedikit pengetahuan dalam mengelola emosi. Mereka kerap berpikir lurus apa yang dirasa benar oleh mereka maka akan ia lakukan. Terutama bagi anak laki-laki. Anak laki-laki yang sejak dini terbiasa mengelola emosinya dengan baik, ia akan tumbuh menjadi pria baik kelak saat dewasa. Pria baik yang kuat, mandiri dan bertanggungjawab tak hanya membanggakan keluarganya, namun juga Anda sebagai orangtuanya.

Anak yang bisa mengelola emosinya mampu mengungkapkan perasaannya. Kemampuan ini berawal dari bagaimana pengasuhan orangtuanya. Jika anak anda sedih dan menangis, lalu Anda melarangnya dan menganggap kesedihannya hal sepele, anak belajar menyembunyikan perasaan.

Orang tua cenderung lebih memedulikan bagaimana perasaan anak perempuan daripada anak laki-lakinya. Ketika anak perempuan merasa sedih, orangtua akan bersikap lebih lembut. Sedangkan anak laki-laki dipaksakan untuk selalu kuat meski mereka sedang merasa sedih. Anak laki-laki terbiasa tak boleh sedih. Pengasuhan seperti ini justru membuat anak laki-laki terlatih menyembunyikan perasaannya. Mereka merasa malu jika menunjukkan kesedihan. Pada akhirnya anak laki-laki tak bisa berkomunikasi dengan baik.

Orangtua punya peran dalam mencetak generasi laki-laki kuat tanpa takut menunjukkan perasaannya. Anda, sebagai orangtua, bisa menciptakan sosok laki-laki yang mampu mengelola emosi dengan baik dengan cara:

Pancing agar mereka bicara

Anak laki-laki Anda juga membutuhkan perhatian dan bisa diajak bicara terbuka seperti Anda berbicara dengan anak perempuan. Pancing anak laki-laki Anda untuk bicara terbuka mengenai perasaannya. Misalnya, saat pulang sekolah, anak laki-laki Anda terlihat sedih. Segera buka pembicaraan dengannya, "Kamu terlihat sedih, ada apa? ada yang Ibu bisa bantu? Sepertinya kok Ibu merasa ada sesuatu yang buruk terjadi di sekolah".

Gunakan cara bicara yang akan membuat Anak terpancing bercerita. Jika anak mulai bicara, berikan dukungan, termasuk menghargai perasaannya saat itu. Berikan komentar yang membuat anak merasa ia didukung oleh orangtuanya. Meski ia sedih dan stres dengan tugas sekolah yang menumpuk, ia tahu bahwa orangtuanya memahami perasaannya dan selalu ada di sampingnya. Jangan memberikan ceramah pada anak.

Bersama-sama mencari solusi

Anak laki-laki cenderung fokus pada masalah yang dihadapi daripada emosi.

Tugas orangtua adalah mengajarkan anak laki-laki bahwa perasaan kecewa, sedih, marah, takut adalah wajar dan ajarkan anak laki-laki untuk mengenali dan menerima perasaan tersebut. Anak laki-laki perlu menyadari perasaan tersebut adalah bagian dalam dirinya, yang mungkin saja tak langsung bisa disingkirkannya. Dengan memahami perasaan, anak laki-laki akan mulai menerima dirinya, dan mengenali masalahnya. Dengan begitu ia akan terbantukan untuk mencari solusi dari masalahnya, setelah ia bisa mengatasi emosinya.

Sumber: Faqih F

Enroll Now !

Information & Registration :
 
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 
TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ; Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
 
Follow Us on Twitter
@homeschool_pena

Si Kecil Bertingkah Cuek? Berikut Cara Mudah Menghadapinya



HOMESCHOOLING PENA   
Setara ( SD/SMP/SMA )  
TERAKREDITASI - BAN PNF

Si Kecil Bertingkah Cuek? Berikut Cara Mudah Menghadapinya
Sumber Gambar : Kesekolah

Homeschooling Pena Surabaya, 14 Agustus 2017

Pernahkah si kecil tidak memperhatikan apa yang Anda minta? Bersikap cuek seolah-olah tidak mendengar apa yang orang tua katakan? Ia seakan sibuk sendiri dengan dunianya.

Anak-anak berusia dini bukannya tidak mendengar. Mereka mendengar, tetapi tidak langsung bisa memahami dan menyimpan informasi tersebut untuk digunakan kemudian.

Meski seperti itu, bukan berarti Anda dapat melatih agar balita lebih responsif terhadap pesan atau perintah yang Anda sampaikan. Terkadang kita justru teriak atau mengulang perkataan untuk mendapatkan perhatian si kecil. Padahal, hal tersebut haruslah dihindari.

Berikut merupakan cara mudah menghadapi si kecil yang bertingkah cuek:

Stop membandingkan anak

Si kecil juga tidak ingin dibanging-bandingkan dengan orang lain, apalagi dengan yang lebih baik daripada ia. Jadi, jangan pernah membandingkan si kecil dengan teman-temannya. Gunakan pula pesan atau nasihat sederhana yang mudah dipahami oleh anak. Karena sebenarnya anak bukannya tidak mendengar, hanya kurang bisa memahami jika perintah tidak jelas.

Hindari berteriak

Berteriak pada anak justru membuat mereka merasa cemas, lebih agresif, dan cenderung lebih keras kepala. Ada baiknya Anda lebih tenang ketika berbicara dengan anak. Jangan lupa pula untuk jadi lebih ekspresif sehingga anak bisa mengalihkan perhatiannya pada Anda.

Ubah kata 'tidak' dengan 'lebih baik' atau 'ya'

Memang simpel, namun kata ‘tidak’ memiliki makna tersendiri pada anak. Bisa saja mereka tidak mendengarkan Anda karena hal tersebut. Ganti dengan kata ‘lebih baik’ adalah pilihan yang bijak karena si kecil akan mengetahui bahwa Anda sebagai orang tua benar-benar menyayanginya dan mereka pun lantas mau mendengarkan Anda.

Ubah gaya komunikasi pada si kecil

Anak akan lebih mudah mengerti jika kita gunakan istilah yang mudah. Tidak lupa pula gunakan intonasi, nada bicara yang variatif dan menarik sehingga dapat menarik perhatian si kecil. Pastikan pikiran Anda dan si kecil sejalan dan mengerti satu sama lain apa yang sedang dibicarakan.

Sumber: Faqih F


Enroll Now !

Information & Registration :
 
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 
TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ; Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
 
Follow Us on Twitter
@homeschool_pena