Saturday, 4 February 2017

Cara Menjadi Siswa Berprestasi di Sekolah

HOMESCHOOLING PENA   
Setara ( SD/SMP/SMA )  
TERAKREDITASI - BAN PNF

Cara Menjadi Siswa Berprestasi di Sekolah


Homeschooling Pena Surabaya, 04 Januari 2017

Setiap siswa pasti ingin menjadi seorang siswa berprestasi di sekolahnya. Berbagai usaha dilakukan untuk mewujudkannya. Mulai dari usaha cara belajar agar berprestasi sampai kemudian menerapkannya secara bertahap.Ternyata cukup banyak cara belajar untuk meraih prestasi belajar yang memuaskan. Apa saja cara itu?

Niat dalam belajar

Niat untuk menambah ilmu pengetahuan dan memperluas wawasan berpikir. Jika sudah memiliki niat dan tujuan belajar yang jelas maka kita akan lebih mudah fokus pada apa yang dipelajari. Nah, ini yang utama dan paling penting, meluruskan niat dalam belajar.

Dengarkan penjelasan guru dengan baik

Dengarkan dan perhatikan penjelasan guru dengan baik ketika guru menerangkan pelajaran. Kemudian catat materi pelajaran yang dirasa penting. Materi yang sengaja diulang-ulang atau ditegaskan guru, besar kemungkinannya menjadi salah satu bahan ulangan harian.

Kerjakan PR dengan baik

Sering menunda pekerjaan rumah (PR) akan merugikan diri sendiri. Selagi ada kesempatan segeralah mengerjakan PR. Cara untuk mengerjakan PR ini adalah belajar kelompok. Dalamkelompok, siswa akan saling memberi dan menerima masukan tentang materi yang menjadi bahan PR. Kerjakan PR itu sebaik-baiknya sehingga dapat dipahami dan memperoleh nilai bagus.

Jangan malu bertanya

Jika ada hal atau materi yang belum jelas ketika belajar di sekolah jangan malu untuk bertanya kepada guru atau teman. Semakin sering bertanya semakin banyak informasi yang didapatkan. Dengan cara ini, Anda akan mudah memahami materi pelajaran.

Mengulang pelajaran

Setiap pulang sekolah, selalu mengulang pelajaran yang telah diberikan guru di sekolah. Gunakan waktu luangmu untuk membaca dan membuat catatan atau rangkuman. Ini akan membantu dalam memahami materi pelajaran.
Untuk menjaga keseimbangan antara belajar, istirahat perlu dilakukan. Nah, itulah cara untuk menjadi siswa berprestasi di sekolah.

Selamat Mencoba ..

Sumber : Kesekolah
Enroll Now !

Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 

TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
Follow Us on Twitter
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com 

 

Tuesday, 24 January 2017

Ini 5 Trik Jitu Membangun Motivasi Belajar Anak

HOMESCHOOLING PENA  
Setara ( SD/SMP/SMA ) 
TERAKREDITASI - BAN PNF

Ini 5 Trik Jitu Membangun Motivasi Belajar Anak

Homeschooling Pena Surabaya, 24 Januari 2017

Untuk membangun motivasi belajar anak tidak hanya dilakukan oleh guru. Orangtua dapat berperan lebih aktif untuk melakukan semua itu. Bahkan orang-orang berada di sekitar lingkungan anak akan mempengaruhi motivasi belajar anak.Jika orangtua berhasil menumbuhkan motif belajar yang tinggi pada anak di rumah maka tugas guru di sekolah tidak akan lebih berat. Mengapa dikatakan demikian? Dengan potensi kemauan dan minat belajar yang dimiliki anak sejak dari rumah, guru berpeluang mengembangkan potensi itu melalui pembelajaran yang menyenangkan. Jadi, bagaimana membangun motivasi belajar anak di rumah?

Berikut ini 5 trik jitu membangun motivasi belajar anak:
1. Menciptakan suasana yang kondusif
Suasana yang nyaman di rumah akan membuat anak menjadi betah untuk belajar. Tentu suasana ini tidak tergantung pada bagus atau tidaknya sebuah rumah. Namun lebih dipengaruhi oleh suasana yang nyaman dan tentram di rumah.

2.Menyediakan berbagai sumber dan bahan belajar
Anak akan terdorong untuk belajar apabila sumber dan bahan belajar anak tersedia sesuai kebutuhannya. Misalnya berbagai buku pelajaran pokok atau penunjang dan bacaan lainnya yang menarik bagi anak.

3. Kebiasaan membaca dari orangtua
Anak cenderung meniru kebiasaan orangtua. Jika orangtua gemar membaca maka anak akan mencoba mengikutinya. Anak akan penasaran mengapa orangtuanya sering terlihat membaca buku, majalah atau surat kabar. Jawabannya akan ditemukan sendiri oleh anak tanpa dijelaskan orangtua. Bahwa membaca itu kebutuhan rohani yang sangat penting.

4. Memberikan pujian
Orangtua selalu mengikuti perkembangan anak belajar di rumah. Jika anak melakukan sesuatu yang positif dalam belajar, tidak ada salahnya orangtua memberikan pujian dalam bentuk verbal maupun non-verbal. Memberikan acungan jempol, anggukan kepala, atau mengucapkan kata "bagus". Tindakan ini akan menambah semangat anak dalam belajar.

5. Memberikan reward
Reward merupakan sejenis penghargaan atau hadiah bagi anak yang berhasil meraih prestasi belajar yang memuaskan di sekolah. Hal ini sangat ampuh untuk membangun motivasi ekstrinsik siswa. Tidak perlu yang mahal namun berkesan dan menarik bagi anak.

Oleh: Josua M

Enroll Now !

Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 

TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
Follow Us on Twitter
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com 

 

Monday, 23 January 2017

Peran Guru dan Orang Tua untuk Mengatasi Sifat Pemalu Anak

HOMESCHOOLING PENA   
Setara ( SD/SMP/SMA )  
TERAKREDITASI - BAN PNF

Peran Guru dan Orang Tua untuk Mengatasi Sifat Pemalu Anak


Homeschooling Pena Surabaya, 23 Januari 2017

Anak pemalu biasanya terlihat kurang suka menampilkan diri, kurang PD, memiliki kelemahan dalam berinteraksi dengan teman sebaya, dan kurang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya trutama lingkungan yang baru. Orang tua tentu tentu merasa khawatir bila buah hatinya menunjukkan perilaku yang berbeda antara di rumah dan di sekolah. Saat di rumah, anak terlihat biasa saja, dapat berbicara dengan lancar. Namun orang tua kadang terkejut saat mendengar cerita dari guru bahwa anaknya lebih banyak diam. Anak-anak seperti ini biasanya akan sulit menjalin komunikasi dengan orang baru atau orang yang belum dikenal. Di tengah keramaian, anak seperti ini akan terlihat sangat tidak nyaman dan lebih suka tempat yang sepi. Untuk mengatasi hal ini, tentu orang tua tidak bisa mentperlu menjalin komunikasi lebih intens dengan guru di sekolah.

Peran orang tua

Pertama, ajaklah anak untuk berinteraksi dengan orang-orang baru, misalnya dengan kerabat dekat dan tetangga, serta mengajak anak dalam acara-acara yang banyak dihadiri orang. Kedua, Anda bisa sering mengajak anak berkunjung ke tempat umum yang banyak dikiunjungi orang, misalnya di supermarket, taman bermain, butik, dan lainnya. Ketiga, Anda perlu lebih aktif mengajak anak untuk berkunjung ke rumah, karena anak biasanya akan lebih percaya diri dan nyaman saat ia berkomunikasi di rumah. Keempat, Anda bisa mengajak anak bermain di sekitar rumah atau komplek perumahan Anda, misalnya berjalan-jalan atau bermain di lapangan dimana banyak anak-anak lain bermain juga di sana.
Peran Guru

Agar usaha yang dilakukan guru bisa berjalan secara maksimal, maka perlu adanya kedekatan antara guru dan anak pemalu ini. Pendekatan memang membutuhkan proses dan waktu. Perlu kesabaran agar guru bisa dekat dengan anak pemalu. Bila sudah terjalin kedekatan antara guru dan anak didik ini, guru bisa semakin intens menjalin komunikasi dengan anak pemalu ini. Misalnya saat anak makan siang atau saat anak menunggu jemputan (sepulang sekolah). Selanjutnya, guru bisa mengajak anak untuk berbicara saat ada teman-teman yang lain. Buatlah anak terbiasa berbicara di depan teman-teman yang lain dengan lebih aktif bertanya atau sekedar bercerita basa basi. Jangan lupa untuk memberikan pujian saat anak mengalami peningkatan dalam hal kepercayaan dirinya, sehingga anak semakin termotivasi.

Sumber : Kak zepe

Enroll Now !

Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
 
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 

TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
 
Follow Us on Twitter
 
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com 

 

Friday, 20 January 2017

Kategori Siswa di Sekolah yang Perlu Diketahui


HOMESCHOOLING PENA   
Setara ( SD/SMP/SMA )  
TERAKREDITASI - BAN PNF

Kategori Siswa di Sekolah yang Perlu Diketahui


Homeschooling Pena Surabaya, 20 Januari 2017

Setiap siswa yang berangkat ke sekolah tentu memiliki tujuan utama, yaitu untuk belajar dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Namun demikian, tidak semua siswa memiliki tujuan seperti itu. Terkadang ada beberapa anak yang berangkat ke sekolah hanya bertujuan untuk bermain. Memang sungguh miris dan hal ini pun sudah bukan sesuatu yang aneh lagi buat para pendidik, coba Anda lihat realita yang ada pada saat Anda berada di sekolah. Banyak siswa yang duduk-duduk di depan kelas, dan bahkan banyak juga yang main-main. Berbeda saat berada di kelas, jangankan menatap buku pelajaran, dipegang saja tidak. Sebagai pendidik Anda mungkin hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala saja.

Dan berikut ini kategori siswa di sekolah yang perlu Anda ketahui:
1. Tidak punya pekerjaan

Ada siswa yang tidak punya pekerjaan? Ya, karena ada beberapa siswa yang ke sekolahnya hanya untuk absen, duduk, melamun dan tidak melakukan sedikitpun usaha untuk belajar. Ketika guru sedang menerangkan pun siswa bertipe seperti ini hanya melihat kedepan tanpa tatapan yang jelas, seolah-olah memperhatikan. Tetapi, ketika ditanya tentang materi yaang dijelaskan, dia tidak bisa menjawab.

2. Mempunyai tujuan
Untuk yang satu ini nampak lebih baik dari pada tipe pertama. Padahal bisa jadi tipe ini lebih miris dari kategori pertama. Hal ini tergantung dari niat si siswa itu sendiri, apakah untuk sesuatu yang positif atau yang negatif? Bagus jika tujuannya untuk belajar. Tapi jelek jika tujuannya untuk bermain, berpacaran dan lain sebagainya. Siswa yang seperti ini harus diarahkan.

3. Siswa yang cerdas
Siswa yang cerdas adalah mereka yang pergi ke sekolah dengan tujuan belajar. Tidak ada sedikitpun dibenaknya untuk melakukan sesuatu yang negatif. Siswa seperti ini memiliki niat tulus untuk mendapatkan ilmu. Bagi Anda para guru, untuk melihat siswa bertipe seperti ini, Anda bisa melihat perilakunya di kelas, biasanya dia cenderung perhatian dan selalu mengerjakan instruksi-instruksi dari gurunya.

Pada dasarnya siswa memang memiliki sifat dan prilaku yang berbeda - beda. Yang bisa Anda lakukan sebagai guru adalah memberikan sesuatu yang positif bagi mereka dengan cara mengajari mereka dan memberikan contoh terbaik.

Sumber : Josua M
 
Enroll Now !

Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 

TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
Follow Us on Twitter
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com 

Thursday, 19 January 2017

Dampak Negatif Memaksa Bakat kepada Anak



HOMESCHOOLING PENA  
Setara ( SD/SMP/SMA ) 
TERAKREDITASI - BAN PNF


Dampak Negatif Memaksa Bakat kepada Anak

Homeschooling Pena Surabaya, 19 Januari 2017

Anak bukanlah milik orang tua, sejatinya anak adalah titipan Tuhan. Setiap anak diberikan karunia dalam rupa talenta. Talenta setiap anak tentu beda-beda. Ada anak yang jago olahraga, ada anak yang jago menggambar, ada anak yang jago menulis dan lain sebagainya. Sayangnya, banyak orang tua yang kurang memahami hal ini. Banyak orang tua yang cenderung memaksakan anak menjadi "alat" untuk mewujudkan cita-cita orang tua yang belum tercapai. Banyak orang tua mengikutkan anak pada suatu kursus, sanggar atau sekolah seni yang tidak sesuai dengan bakat dan minat anak. Hal ini tentu akan berdampak buruk bagi anak untuk ke depannya. Beberapa anak mungkin bisa menerima saat mereka diminta mengikuti keinginan orang tua. Namun ada pula yang tidak mau mengikuti apa yang menjadi kemaunan orang tua, atau malah melakukan pemberontakan kepada orang tua. Apa akibat dari anak terlalu dipaksakan bakat dan talentanya oleh orang tuanya?

1. Emosional

Jangan biarkan anak-anak dalam kondisi terpaksa mengikuti kemauan orang tua. Karena ia ada kemungkinan tumbuh menjadi anak yang suka membangkang. Banyak orang tua merasa heran dan repot melihat polah tingkah anaknya, namun kurang sadar bahwa orang tua sendirilah yang membentuknya.

2. Menunda-nunda permintaan orang tua

Anak menjadi terkesan tidak patuh, dengan memperlihatkan sikap suka menunda pekerjaan yang diminta oleh orang tuanya. Perilaku ini tumbuh sebagai dampak dari ketidaksukaan kepada pola asuh orang tua.

3. Kurang inisiatif

Anak menjadi terlihat kaku dan kurang inisiatif. Hal ini adalah dampak dari terlalu sering diperintah orang tua tanpa diberi kesempatan mengemukakan pendapat.

4. Terkesan Pemalas

Karena apa yang ia lakukan tidak sesuai dengan keinginan atau "passion" anak, maka ia bisa tumbuh menjadi pribadi yang terlihat suka bermalas-malasan. Ditambah lagi kalau dalam kondisi malas, ia dimarahi oleh orang tuanya. Wah.... Bisa jadi tambah runyam permasalahan yang dialami anak.

5. Anak menjadi stres

Karena kebebasan anak sangat terbatas, anak akan sering berada di dalam kondisi tertekan. Dalam kondisi ini, anak menjadi mudah mengalami stres dan kurang bisa berekspresi.

6. Kurang mandiri

Banyak orang tua berharap anaknya akan tumbuh menjadi anak yang mandiri bila menunjukkan kepatuhan pada orang tua. Namun kadang orang tua lupa, bahwa dalam kondisi tertekan, kebebasan anak untuk bereskpresi menjadi terkurung sehingga anak menjadi terkesan kurang bisa menyelesaikan permasalahannya sendiri.

Melihat dampak negatif dari memaksakan bakat kepada anak, bagaimana menurut pendapat Anda? Apakah Anda termasuk salah satunya? Bila iya, silakan ubah pola asuh Anda, biarkan anak berkembang sesuai dengan talenta mereka. Jaga dan bimbing anak dengan sebaik-baiknya sebagai titipan Tuhan, bukan milik Anda sepenuhnya.

Sumber  : Kak Zepe



Enroll Now !

Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
 
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 

TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
 
Follow Us on Twitter
 
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com