Thursday, 29 September 2016

Perlunya Mengajar Anak Didik dengan Kasih Sayang



HOMESCHOOLING PENA  
Setara ( SD/SMP/SMA ) 
TERAKREDITASI - BAN PNF


Perlunya Mengajar Anak Didik dengan Kasih Sayang


Homeschooling Pena Surabaya, 30 September 2016, 
Cara mendidik guru pada zaman dahulu dan sekarang tentu sangat berbeda. Ada banyak faktor yang mempengaruhi. Baik faktor teknologi hingga faktor perkembangan pendidikan dan psikologi pendidikan. Pada zaman sekarang, pendidikan di Indonesia terkesan semakin melindungi anak didik. Pada zaman dahulu, guru menghukum anak-anak didiknya dengan cara dicubit, dijewer, atau bahkan dipukul adalah hal biasa. Namun pada zaman sekarang, bila ada guru yang berani melakukan tindakan itu, ujung-ujungnya bisa berakhir ke meja hijau.

Itulah mengapa kami, menyarankan agar para guru mampu mengajar anak-anak didiknya dengan kasih sayang. Kasih sayang tentu bukanlah sesuatu yang instan. Kasih sayang harus dipupuk melalui kegiatan sehari-hari. Melalui ucapan salam, memberikan senyuman, atau bisa juga dengan obrolan-obrolan ringan kepada anak-anak didik. Kasih sayang juga bisa tumbuh dari kepedulian. Kepedulian bisa tampak dari sikap guru saat melihat anak didiknya bersedih, saat anak berkonflik satu sama lain, dan hal-hal sederhana lainnya. Dari sinilah akan timbul kedekatan antara pendidik dan anak didik. Kedekatan antara pendidik dan anak didik akan memacu anak didik untuk bisa lebih mudah dalam memahami pelajaran. Karena dengan adanya kedekatan itulah akan tumbuh rasa nyaman yang dirasakan anak-anak didik saat berada di dalam kelas. Beberapa kasus pidana yang menimpa guru dengan tuduhan penganiayaan kepada anak didiknya, tentu bisa dihindari bila guru bisa mengajar dengan kasih sayang atau memiliki hubungan baik atau kedekatan dengan anak didiknya.

Kemajuan teknologi telah membuat pribadi anak terkesan lebih cerdas dan bahkan memiliki pola pikir yang lebih dewasa. Hal ini sangat berhubungan dengan semakin pesatnya penyebaran informasi melalui banyak media, terutama media internet. Anak-anak sudah mulai banyak belajar secara mandiri dari berbagai media informasi dan komunikasi moderen. Oleh karenanya, menertibkan siswa dengan cara kekerasan bukanlah hal yang terpuji bagi seorang guru.

Kami, berpendapat bahwa segela bentuk kekerasan atau metode yang kurang terpuji untuk menertibkan siswa perlu dihindari dengan cara menjalin komunikasi yang lebih aktif, baik kepada anak-anak didiknya maupun dengan orang tua anak didik. Sehingga bila ada anak yang memang sulit ditertibkan guru bisa langsung mengadukan kasus ini kepada orang tua siswa yang bersangkutan. Sehingga sebelum kita memberikan hukuman yang "terberat", anak-anak sudah dinasihati oleh orang tuanya terlebih dahulu. Kesabaran adalah kuncinya. Dengan kesabaran, seorang pendidik akan lebih mampu menggunakan akal sehat dalam menertibkan anak-anak didiknya. Dengan kesabaran, seorang guru bisa menganggap anak-anak didiknya seperti anaknya sendiri. Sehingga ia akan mendidik siswa dengan lebih baik dan bisa menghindari segala bentuk kekerasan.


Enroll Now !

Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 

TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
Follow Us on Twitter
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com 


Inilah Cara Mendidik Anak Agar Bisa 2 Bahasa

HOMESCHOOLING PENA  
Setara ( SD/SMP/SMA ) 
TERAKREDITASI - BAN PNF

Inilah Cara Mendidik Anak Agar Bisa 2 Bahasa


Homeschooling Pena Surabaya, 29 September 2016

mengharapkan agar anak-anaknya cerdas, sukses dan membanggakan. Namun, untuk meraihnya membutuhkan proses yang sedikit rumit. Mendidik anak memang bukan hal yang mudah, butuh kesabaran dan pengertian untuk melakukannya. Kita harus mendidiknya sejak dari dalam kandung sampai dia tumbuh besar. Apalagi zaman sekarang ini, pergaulan semakin luas dan komunikasi sangat penting. Penggunaan bahasa Inggris dalam komunikasi pun sudah lazim dipakai oleh anak-anak zaman sekarang. Tentu Anda tidak mau kalau anak tidak bisa memahami bahasa Inggris atau bahasa asing.

Jadi, mulai sejak dini upayakan supaya anak Anda mampu menguasai beberapa bahasa untuk masa depannya kelak. Mau tahu apa saja yang harus dilakukan untuk mendidik anak supaya bisa menggunakan 2 bahasa?

1. Jangan biasakan bicara menggunakan bahasa bayi

Walaupun bayi belum bisa mengucapkan sepatah kata pun, setahun pertama merupakan masa terpenting dalam membangun pondasi bahasa. Otak bayi akan memproses struktur arti bahasa sebelum mulai berbicara. Sebaiknya balas celotehan bayi dengan bahasa yang benar, bukan bahasa bayi. Meski dia belum memahaminya, tapi otaknya telah terstimulasi ketika Anda berbicara kepadanya. Ketika dia sudah pandai berbicara tentu sudah mampu memahami perbedaan bahasa yang Anda gunakan bicara padanya. Anak-anak yang sudah biasa dilatih fasih berucap akan lebih mudah menangkap 2 bahasa. Penelitian mengungkapkan seiring pertumbuhan bayi adaptasi terhadap bahasa terus menurun. Anak diatas 6 tahun lebih sulit menciptakan koneksi bahasa baru daripada anak usia preschool.

2. Ajarkan anak sambil bernyanyi, bermain dan membaca

Agar anak tertarik mempelajari sesuatu maka, buat suasana menyenangkan. Jadikan sebuah ruangan penuh dengan nyanyian, obrolan, bacaan yang menyenangkan dan lainnya. Apabila kata-kata dikaitkan dengan melodi dan irama akan membuat anak lebih mudah mengingatnya. Mendidik anak melalui cara seperti ini dapat memperkenal dan menambah kosakata baru tanpa berpikir keras.

3. Biasakan untuk berbicara 2 bahasa

Mendidik anak supaya pandai dalam 2 bahasa adalah membiasakannya berbicara 2 bahasa. Sebagai orang tua, Anda harus bisa memberinya contoh untuk berbicara 2 bahasa. Caranya apabila ayah menggunakan bahasa Indonesia, maka ibu menggunakan bahasa Inggris saat berbicara pada anak. Konsisten lakukan hal tersebut sehingga anak Anda tidak bingung nantinya. Hal itu juga membuatnya muda membedakan mana bahasa Indonesia dan mana bahasa Inggris. Supaya cara ini terwujud dengan baik, ayah dan ibu harus sama-sama meluangkan banyak waktu bersama dengan anak.

4. Pastikan orang tua fasih dan lancar 2 bahasa

Pastikan Anda sebagai orang tua fasih dan lancar memahami 2 bahasa. Kalau Anda tidak fasih, bisa belajar bersama anak. Misalnya dengan menonton video menyanyi, membaca atau menonton film yang menggunakan teks terjemahan. Bisa juga dengan mengambil kursus bahasa.

5. Manfaatkan teknologi

Selain membeli CD, manfaatkan juga video youtube. Perkenalkan dia dengan budaya negara yang berbeda. Dengan begitu, anak akan lebih cepat menangkap tentang kosakata dan arti kata. Carilah video yang menariknya untuk belajar dan mendidik.

Itulah cara mendidik anak agar menguasai 2 bahasa dalam kehidupannya. Cukup mudah melakukannya, asalkan Anda sebagai orang tu selalu sabar dan mengerti dengan keadaan anak.

Enroll Now !

Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 

TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
 
Follow Us on Twitter
 
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com 

Wednesday, 28 September 2016

Perhatikan Hal Ini Sebelum Memberikan Gadget pada Anak

HOMESCHOOLING PENA  
Setara ( SD/SMP/SMA ) 
TERAKREDITASI - BAN PNF

Perhatikan Hal Ini Sebelum Memberikan Gadget pada Anak



Homeschooling Pena Surabaya, 28 September 2016

Anak-anak di zaman sekarang tidak pernah lepas dari gadget. Banyak ilmu pengetahuan dan informasi bisa didapatkan dengan cepat melalui media ini. Anak-anak juga bisa belajar dengan metode yang beragam dengan gadget. Orang tua mau tidak mau harus bersikap bijak dalam menghadapi fenomena ini. Orang tua tidak bisa serta merta melarang anak bermain gadget, mengingat manfaat dari gadget juga sangat kaya. Agar anak anak bisa mendapatkan manfaat dari gadget, maka kami telah memamaparkan beberapa hal yang perlu diperhatikan orang tua agar anak bisa tetap menggunakan gadget dengan aman.

1. Proteksi

Sebagai orang tua di zaman modern, Anda perlu melek teknologi. Anda perlu memahami cara memblokir suatu situs atau website yang kurang pantas bagi anak-anak. Saat ini perkembangan aplikasi juga berjalan sangat cepat. Ada ribuan aplikasi beredar di internet, dan banyak diantaranya bisa didownload gratis. Dalam hal ini, Anda juga perlu bertindak tegas dalam hal pendownloadan aplikasi. Pastikan anak tidak boleh mendownload aplikasi sendiri. Andalah yang harus mendownload setiap aplikasi yang boleh dimainkan anak. Pastikan Anda jugalah orang yang memainkan aplikasi tersebut, sehingga anak juga terhindar dari berbagai macam konten atau iklan aplikasi yang tidak pantas ditonton anak-anak.

2. Supervisi

Awasilah anak saat bermain gadget. Sesekali Anda perlu mengadakan pemeriksaan mendadak pada HP anak. Sehingga bila ada konten - konten yang kurang pas bagi anak, Anda dapat segera menghapusya.

3. Atur jadwal pemakaian

Jangan biarkan anak terlalu sering menggunakan gadget. Karena bila anak terlalu sering menggunakan gadget, tentu saja akan memberikan efek negatif bagi anak, terutama dalam hal prestasi belajar dan kebutuhan bersosialisasi anak. Maka aturlah jadwal pemakaian perangkat ini. Anda bisa memulainya dengan mengijinkan anak memainkan gadget hanya pada hari Sabtu dan Minggu saja. Orang tua perlu tegas dalam hal ini. Bila anak mulai melanggar aturan, Anda bisa segera memberikan konsekuensi yang bisa membuat anak jera. Misalnya tidak bermain gadget selama satu minggu. Dengan adanya aturan ini, anak pun akan semakin disiplin dalam penggunaan gadget. Anak juga akan belajar tentang kepatuhan pada aturan.

4. Konten

Orang tua perlu menambah wawasan tentang website, aplikasi, atau pun game-game online yang biasa dimainkan anak. Jangan biarkan anak bermain game yang telalu banyak menampilkan adegan kekerasan dan konten-konten dewasa lainnya. Bagaimana pun anak adalah seorang peniru yang ulung. Maka berikanlah konten-konten yang edukatif dan baik agar anak bisa mendampatkan manfaat yang baik dari konten yang ia mainkan.

5. Jangan biarkan anak bermain terlalu lama

Seperti kita tahu bahwa radiasi gadget berpengaruh pada mata anak. Perlu ada kesepakatan antara Anda dan anak agar anak bisa mengontrol diri dalam menggunakan gadget. Orang tua perlu bersikap konsisten. Walaupun di masa libuaran, aturan harus tetap dipatuhi. Walaupun mungkin akan ada kesepakatan baru, namun hal yang terpenting adalah tidak membiarkan anak bermain gadget terlalu lama, misalnya lebih dari tiga jam.

Hal yang tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah perhatian Anda kehidupan sosial anak. Jangan sampai terjadi anak menjadi malas bersosialisasi karena sudah puas dengan sahabat karibnya yang bernama "gadget". Orang tua perlu mendorong anak untuk bermain bersama anak-anak lain di lingkungan sekitar. Aktif dalam acaara-acara anak yang diadakan di lingkungan sekitar. Orang tua juga perlu menjelaskan kepada anak akan pentingnya kehidupan sosial atau bergaul dengan sesama, serta mendidik anak akan pentingnya sifat berempati pada sesama yang kian terkikis oleh karena kehadiran gadget di dunia anak-anak. Demikian tips dari kami, Semoga berguna bagi orang tua di seluruh tanh air agar terhindar dari dampak negatif gadget.

Enroll Now !

Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 

TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
 
Follow Us on Twitter
 
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com 

Monday, 26 September 2016

Mengetahui Faktor yang Mempengaruhi Kesuksesan Belajar Anak

HOMESCHOOLING PENA  
Setara ( SD/SMP/SMA ) 
TERAKREDITASI - BAN PNF

Mengetahui Faktor yang Mempengaruhi Kesuksesan Belajar Anak


Homeschooling Pena Surabaya, 27 September 2016

Sukses dalam belajar adalah harapan setiap siswa. Begitu juga dengan para orang tua, tidak ingin anak yang mereka sayangi gagal di dalam belajar. Tapi, perlu diingat bahwa kesuksesan belajar siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Selain faktor dari dalam diri siswa itu sendiri, kesuksesan dalam belajar juga dipengaruhi oleh faktor luar.

Berikut faktor dari luar yang mempengaruhi kesuksesan belajar siswa:

1. Cara belajar siswa itu sendiri
 
Cara belajar siswa yang salah, tentu tidak akan menghasilkan prestasi belajar yang baik. Meskipun siswa tersebut memiliki kemampuan diri yang luar biasa. Begitu juga sebaliknya, siswa yang hanya memiliki kemampuan yang biasa saja, namun dengan cara belajar yang tepat akan menghasilkan prestasi belajar yang maksimal. Dengan cara belajar seperti itu maka akan mempengaruhi kesuksesan belajar siswa itu sendiri. Dukungan orang tua kepada anak untuk sukses belajar bisa dilakukan dengan memberikan fasilitas. Namun tidak hanya itu saja, pentingnya orang tua dalam mendampingi anak belajar di rumah juga sangat penting.

2. Sistem pengajaran
 
Sistem pengajaran memberikan peluang yang sangat tinggi bagi kesuksesan belajar siswa. Pengajaran yang lebih menekankan kondusif dan efektif akan mempengaruhi keberhasilan siswa. Guru yang sabar dan mampu mengajar dengan lebih tekun dengan menggunakan berbagai media pembelajaran akan meningkatkan motivasi belajar siswa. Pembelajaran yang menarik lebih memberikan peluang bagi pembelajaran yang efektif dan kondusif. Pengajaran yang diterapkan guru harus selalu inovatif, selalu mengarah dari yang mudah ke hal yang sulit, dan tidak terpusat kepada siswa.

4. Keluarga
 
Keluarga sangat berpengaruh terhadap kesuksesan belajar siswa. Siswa yang memiliki keluarga dengan kondisi yang berantakan apalagi sering ribut tentu agak sulit bagi anak untuk belajar dengan nyaman. Bila belajar sudah tidak nyaman, lalu bagaimana dengan prestasinya? tentulah tidak akan menghasilkan prestasi yang baik. Disamping itu, keluarga yang tidak peduli dengan belajar anak di rumah, kurang perhatian dan hanya memarahi anak saja ketika mereka tidak mampu memberikan prestasi belajar yang diharapkan tentu akan kurang memotivasi anak untuk lebih maju. Nah, bagi Anda yang memiliki anak yang masih duduk di bangku sekolah, maka harus ikut serta dalam memberikan yang terbaik bagi kesuksesan belajar mereka. Disamping faktor dari dalam diri siswa itu sendiri, dukungan dan pengaruh dari luar juga sangat berpengaruh bagi siswa itu sendiri.

5. Sumber-sumber belajar
 
Tentunya siswa tidak akan memiliki banyak informasi apabila hanya dengan mengandalkan satu buku ketika belajar atau hanya dengan mengandalkan penjelasan dari guru saja. Penting bagi siswa dan orang tua siswa itu sendiri untuk memberikan sumber-sumber belajar lainnya kepada anak mereka. Dengan kemajuan zaman sekarang ini, belajar tidak hanya dari buku.

Semoga berguna bagi kita semua khususnya Anda yang mempunyai anak dalam masa pendidikan.

Enroll Now !

Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 

TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
 
Follow Us on Twitter
 
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com 

Manfaat di Balik Melamun pada Anak



HOMESCHOOLING PENA  
Setara ( SD/SMP/SMA ) 
TERAKREDITASI - BAN PNF

Manfaat di Balik Melamun pada Anak



Homeschooling Pena Surabaya, 26 September 2016

Tidak hanya orang dewasa saja, rupanya kegiatan melamun juga bisa dialami oleh anak kecil. Biasanya anak kecil mulai asyik melamun ketika sedang bermain sendiri, ketika hendak makan, sebelum tidur, maupun menonton TV.
Secara psikologis, melamun pada anakdidefinisikan sebagai kondisi ketika pikiran anak terputus sementara dari lingkungannya, atau ketika kontak antara dirinya dan lingkungannya menjadi kabur, digantikan oleh khayalan visual dan dialami dalam kondisi terjaga.
Lalu, apakah melamun pada anak bisa dikatakan normal? Adakah manfaat di balik kegiatan melamun? Yuk simak ulasan berikut ini.

Melamun Itu Normal

Sang anak yang sedang melamun, khayalan visual mereka akan terbang kemana-mana sama halnya seperti orang dewasa. Ada berbagai macam hal yang tentu bisa dibayangkan oleh si kecil. Mulai dari sesuatu yang menyenangkan, sedih, takut, atau sesuatu di masa lalu hingga harapan dan ambisi anak.
Para psikolog sepakat bahwa melamun merupakan aktivitas normal dalam perkembangan anak. Aktivitas ini juga merupakan cara bagi anak untuk mengatasi rasa bosan dan lelah, mencari jalan keluar masalah (problem solving), membayangkan sebuah kejadian, atau merangsang kreativitasnya.

Melamun Membuat Otak Lebih Tajam

Meski melamun lebih sering dianggap negatif karena tidak produktif, namun jangan salah, melamun juga dapat membuat otak lebih tajam lho. Sebuah studi yang dilakukan oleh University of Wisconsin-Madison, AS, menyebutkan melamun berhubungan dengan kecerdasan.
Daniel Levinson, merupakan seorang peneliti yang menangani hal ini mengatakan bahwa anak yang pikirannya sering melayang saat melakukan tugas-tugas sederhana ternyata memiliki otak lebih tajam, karena ia memiliki lebih banyak memori kerja di otak sehingga memberinya kemampuan untuk multi tasking atau melakukan dua hal pada waktu bersamaan.

Nah, kini Anda tidak perlu merasa cemas lagi bila mendapati si kecil sedang melamun. Bisa jadi itu merupakan waktu kreatif yang baik untuk perkembangan si kecil.

Enroll Now !

Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 

TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
 
Follow Us on Twitter
 
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com