Thursday, 12 January 2017

Mengajarkan Tata Krama pada Anak di Zaman Modern



HOMESCHOOLING PENA  
Setara ( SD/SMP/SMA ) 
TERAKREDITASI - BAN PNF


Mengajarkan Tata Krama pada Anak
di Zaman Modern



Homeschooling Pena Surabaya, 12 Januari 2017

Anak-anak usia satu setengah tahun adalah usia dimana anak-anak sudah mulai memahami arti aturan yang berlaku. Sebagai orang tua, Anda perlu mengajarkan hal-hal yang harus dipatuhi dalam kehidupan sosial ini. kami, menyarankan agar orang tua memulainya dengan memberikan teladan yang baik kepada buah hatinya. Meskipun zaman sekarang merupakan zaman modern dan serba canggih, keberadaan tata krama di dalam kehidupan bermasyarakat sangatlah penting. Semakin dini Anda mengajarkan kepada buah hati Anda, maka kebiasaan yang baik ini akan semakin mudah mendarah daging tertanam di dalam hati buah hati Anda. Apa saja hal-hal yang perlu diajarkan kepada sang buah hati agar mereka bisa mematuhi dan mengamalkan tata krama dalam kehidupan sehari-hari?

1. Sapaan

Sapaan adalah kata-kata atau perbuatan yang bisa kita ucapkan atau lakukan kepada orang lain saat bertatap muka. Sapaan biasanya diucapkan dalam bentuk salam, misalnya selamat pagi, selamat siang, atau hanya sekedar mengatakan "Halo", atau "sampai jumpa" saat hendak berpisah. Sapaan harus disertai dengan senyuman yang tulus dan bila perlu dilakukan sambil melambaikan tangan. Jangan gengsi untuk melakukan hal ini kepada anak terlebih dahulu, tanpa menunggu anak memberi salam kepada Anda. Bagaimana pun anak-anak sangat membutuhkan teladan. Bila Anda tekun mengucapkan salam kepada buah hati Anda, pasti suatu saat Anak akan dengan setulus hati mengikuti kebiasaan baik ini.

2. Duduk ketika makan

Kegemaran setiap anak adalah bermain. Saat makan pun mereka ingin bermain. Ajarkan kepada anak bahwa posisi terbaik saat makan adalah duduk tenang. Bagaimana pun makan sambil berlari-lari juga berbahaya bagi anak-anak, karena beresiko tersedak. Selain itu, berlari-lari dalam keadaan perut kenyang juga bisa menyebabkan anak menjadi mutah. Kebiasaan ini harus dimulai saat anak makan makanan kecil. Pastikan anak dalam posisi duduk saat makan makanan yang kecil.

3. Mengucapkan "permisi"

Kata ini biasa diucapkan saat anak hendak lewat di depan orang yang lebih dewasa, saat hendak pamit dalam suatu acara, meminjam sesuatu dari Anda, atau menyela saat Anda sedang berbicara. Kebiasaan ini juga sangat penting dilakukan oleh orang tua di depan anak-anak. Bagaimana pun anak akan lebih cepat bertumbuh saat yang bisa menjadi contoh. Jadi janganlah malu untuk melakukan kebiasaan ini mulai dari sekarang.

4. Memberikan perhatian

Perhatian Anda kepada sang buah hati akan menumbuhkan semangat kepedulian anak kepada sesamanya. Sikap sopan harus berangkat dari kepedulian kepada sesamanya. Bila anak tidak memiliki rasa peduli kepada sesama, nilai-nilai tata krama tidak akan bisa diserap oleh anak-anak. Perhatian bisa dimulai dari hal-hal yang sederhana, misalnya dengan menanyakan sudah makan atau belum atau membantu merapikan baju anak bila sedang dalam keadaan tidak rapi.

5. Hindari sikap-sikap negatif

Tata krama identik dengan perilaku yang lemah lembut. Maka bila Anda ingin mengajarkan tata krama kepada sang buah hati, jadilah pribadi yang sopan dan ramah. Jangan biarkan karena Anda tidak bisa mengendalikan emosi, anak menjadi "ilfil" untuk belajar tentang tata krama. Karena tata krama bukanlah pelajaran teori, namun harus dipupuk dalam kehidupan sehari-hari. Bila Anda memiliki tempramen yang kurang baik dan sering melakukan hal-hal yang tidak sopan di depan anak-anak, jangan harap anak akan mampu mempraktekkan tata krama dalam hidup sehari-hari.

6. Tatapan mata

Saat berbicara dengan Anda, ajarkan kepada anak agar anak menatap mata Anda. Karena dengan menatap mata lawan bicara, lawan bicara akan merasa lebih dihargai. Cara menatap mata pun perlu diperhatikan. Ajarkan kepada anak cara menatap mata dengan penuh ketulusan, bukan dengan dagu mendongak sehingga terlihat angkuh, maupun dengan tatapan mata dengan dahi berkerut. Katakan kepada anak bahwa bila terlalu sering mengerutkan dahi, bisa menyebabkan wajah cepat menua atau keriput. Saat saling bersalaman pun, Anda perlu mengajarkan kepada anak untuk saling bertatap mata.

7. Ajarkan TTM (tolong, terima kasih, maaf)

Kata-kata tolong, terima kasih, dan maaf sangat populer dengan nama 3 kata ajaib. Biasakan anak mengatakan kata "tolong" saat ia membutuhkan bantuan, kata "terima kasih" saat diberi sesuatu (termasuk diberikan bantuan), dan kata "maaf" saat berbuat suatu kesalahan pada teman (termasuk ajarkan cara memaafkan teman yang bersalah). Ketiga kata tersebut harus diucapkan dengan tulus dan lembut. Karena mengatakan "maaf" namun dengan ekspresi wajah cemberut dan diucapkan dengan nada kasar bukanlah kebiasaan yang baik.

Baca juga Mewujudkan Pendidikan Karakter Yang Berkualitas


Zaman moderen memang menjadikan manusia semakin kurang peduli satu sama lain. Namun sebagai orang tua yang baik dan bijak hendaknya kita mengajarkan kepada anak untuk mau menjadi bintang diantara langit yang gelap, sehingga pancaran sinarnya akan terlihat dan memberikan terang. Jangan biarkan cahaya itu meredup, sehingga anak-anak malah mengikuti kebiasaan yang tidak baik. Misalnya hidup egois, malas menyapa sesamanya, selalu memasang wajah kesombongan agar orang lain segan, dan sikap kurang peduli pada sesama terutama mereka yang membutuhkan.

Sumber : K.Zepe


Enroll Now !

Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 

TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
Follow Us on Twitter
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com 


Friday, 6 January 2017

Perlunya Mengajar Anak Didik dengan Kasih Sayang



HOMESCHOOLING PENA  
Setara ( SD/SMP/SMA ) 
TERAKREDITASI - BAN PNF


Perlunya Mengajar Anak Didik dengan Kasih Sayang


Homeschooling Pena Surabaya, 06 Januari 2017

Cara mendidik guru pada zaman dahulu dan sekarang tentu sangat berbeda. Ada banyak faktor yang mempengaruhi. Baik faktor teknologi hingga faktor perkembangan pendidikan dan psikologi pendidikan. Pada zaman sekarang, pendidikan di Indonesia terkesan semakin melindungi anak didik. Pada zaman dahulu, guru menghukum anak-anak didiknya dengan cara dicubit, dijewer, atau bahkan dipukul adalah hal biasa. Namun pada zaman sekarang, bila ada guru yang berani melakukan tindakan itu, ujung-ujungnya bisa berakhir ke meja hijau.

Itulah mengapa kami, menyarankan agar para guru mampu mengajar anak-anak didiknya dengan kasih sayang. Kasih sayang tentu bukanlah sesuatu yang instan. Kasih sayang harus dipupuk melalui kegiatan sehari-hari. Melalui ucapan salam, memberikan senyuman, atau bisa juga dengan obrolan-obrolan ringan kepada anak-anak didik. Kasih sayang juga bisa tumbuh dari kepedulian. Kepedulian bisa tampak dari sikap guru saat melihat anak didiknya bersedih, saat anak berkonflik satu sama lain, dan hal-hal sederhana lainnya. Dari sinilah akan timbul kedekatan antara pendidik dan anak didik. Kedekatan antara pendidik dan anak didik akan memacu anak didik untuk bisa lebih mudah dalam memahami pelajaran. Karena dengan adanya kedekatan itulah akan tumbuh rasa nyaman yang dirasakan anak-anak didik saat berada di dalam kelas. Beberapa kasus pidana yang menimpa guru dengan tuduhan penganiayaan kepada anak didiknya, tentu bisa dihindari bila guru bisa mengajar dengan kasih sayang atau memiliki hubungan baik atau kedekatan dengan anak didiknya.

Kemajuan teknologi telah membuat pribadi anak terkesan lebih cerdas dan bahkan memiliki pola pikir yang lebih dewasa. Hal ini sangat berhubungan dengan semakin pesatnya penyebaran informasi melalui banyak media, terutama media internet. Anak-anak sudah mulai banyak belajar secara mandiri dari berbagai media informasi dan komunikasi moderen. Oleh karenanya, menertibkan siswa dengan cara kekerasan bukanlah hal yang terpuji bagi seorang guru.


Baca juga Mewujudkan Pendidikan Karakter Yang Berkualitas

Kami, berpendapat bahwa segela bentuk kekerasan atau metode yang kurang terpuji untuk menertibkan siswa perlu dihindari dengan cara menjalin komunikasi yang lebih aktif, baik kepada anak-anak didiknya maupun dengan orang tua anak didik. Sehingga bila ada anak yang memang sulit ditertibkan guru bisa langsung mengadukan kasus ini kepada orang tua siswa yang bersangkutan. Sehingga sebelum kita memberikan hukuman yang "terberat", anak-anak sudah dinasihati oleh orang tuanya terlebih dahulu. Kesabaran adalah kuncinya. Dengan kesabaran, seorang pendidik akan lebih mampu menggunakan akal sehat dalam menertibkan anak-anak didiknya. Dengan kesabaran, seorang guru bisa menganggap anak-anak didiknya seperti anaknya sendiri. Sehingga ia akan mendidik siswa dengan lebih baik dan bisa menghindari segala bentuk kekerasan.

Sumber : Kesekolah

Enroll Now !

Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 

TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
Follow Us on Twitter
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com 


Thursday, 5 January 2017

Tips Etika dalam Menggunakan Sosial Media

HOMESCHOOLING PENA  
Setara ( SD/SMP/SMA ) 
TERAKREDITASI - BAN PNF

Tips Etika dalam Menggunakan Sosial Media


Homeschooling Pena Surabaya, 05 Januari 2017

Di zaman sekarang sosial media itu sudah seperti kebutuhan penting bagi beberapa orang. Tak jarang, ia selalu terhubung dengan dunia luar melalui sosial media. Hubungan yang dibangun bisa dengan orang-orang yang akrab dan sangat dikenalnya di dunia nyata, ada pula yang dibangun dengan orang-orang yang belum dikenalnya secara nyata (hanya di dunia maya) .
Ada beragam sosial media yang sering digunakan, seperti yang populer misalnya facebook, twitter, dan google+. Selama berinteraksi atau bersosialisasi dengan sahabat melalui sosial media, tentunya ada beberapa etika yang harus diperhatikan. Ini penting agar aktivitas anda di sosial media tidak berdampak buruk pada kehidupan anda, baik secara langsung maupun secara tidak langsung.
Dibully karena memasang status tertentu, atau bahkan tanpa sadar anda telah membully orang lain adalah salah satu contoh imbas negatif dari sosial media. Terganggunya aktivitas lainnya yang lebih penting (misalnya pekerjaan) karena terlalu asyik bersosialmedia, juga contoh lain imbas negatif dari kegiatan bersosial media.
Nah, untuk menjaga agar imbas-imbas negatif dari aktivitas sosial media tidak terjadi pada diri anda, tentunya anda harus memenuhi etika dalam penggunaan sosial media. Ini penting diperhatikan oleh anda secara pribadi, karena bersosial media seperti juga berbicara, kicauan komentar atau status bisa ditanggapi bermacam-macam oleh khalayak. Jangan sampai aktivitas anda dalam bersosial media membawa kerugian, di mana seharusnya kita memperoleh manfaat dari kegiatan ini, minimal sebagai hiburan dan sumber informasi aktual.

Mengucapkan kata-kata kasar, provokatif, porno, atau SARA

Siapapun teman anda tentu tidak akan suka jika anda berkata-kata kasar, porno, provokatif, atau bermuatan SARA. Ini akan memicu konflik di antara anda dengan pengguna sosial media kenalan anda. Salah-salah, anda bisa kena tuntut.

Memposting atau membagikan status bersifat hoax

Beberapa kenalan anda seringkali memposting atau membagikan status berisi artikel yang sangat menarik, menggelitik. Beritanya atau isinya heboh atau mungkin akan sangat bermanfaat bagi sahabat-sahabat sosial media anda. Sesuatu yang belum pernah anda dengar, dan saat membacanya membuat anda terkagum-kagum. Wait….. jangan segera dibagikan. Teliti dulu. Ada banyak informasi yang bersifat HOAX (bohong) yang disebarkan. Macam-macam tujuan seseorang membuat berita atau status hoax, salah satunya mungkin untuk sekedar membuat sensasi. Internet di tangan anda, jadi telusuri dulu informasi itu benar atau tidak. Jangan sampai anda ikut-ikut membagi informasi yang salah buat sahabat-sahabat dunia maya anda.

Terlalu sering mengumbar status yang bersifat pribadi yang semesti menjadi rahasia (curhat)

Beberapa orang suka sekali mengumbar status yang bersifat curhatan hatinya yang sebenarnya. Wah ini tentu berlebihan sekali. Apalagi tujuannya hanya untuk mendapatkan sekedar simpati dari banyak orang. Betapa menggelikan sekali bukan? Bagaimana kalau akibatnya anda (jika memposting status seperti itu) diolok-olok dan dibully oleh warga sosial media. Tentu sangat tidak mengenakkan. Kehidupan pribadi anda akan menjadi rahasia umum. Jika anda sedang menjalin hubungan dengan seseorang, bisa saja status-status yang anda sering update di sosial medialah yang akan menjadi duri dan penyebab keretakan hubungan anda. Tidak ingin demikian bukan?

Mengcopy-paste gambar, artikel, atau apapun yang mungkin berhak cipta (berlisensi)

Seringkali kita tanpa sadar atau menganggap remeh file-file gambar atau artikel di sosial media. Anda kemudian mengumbar gambar dan file-file tersebut di status atau beranda anda tanpa mengecek terlebih dahulu apakah gambar atau file itu berlisensi (mengandung hak cipta). Salah-salah, anda bisa dituntut karena melakukan pelanggaran hak cipta lewat sosial media. Runyam bukan?

Bertengkar di sosial media

Bertengkar di sosial media adalah hal yang paling konyol yang saya bisa bayangkan. Tapi ini seringkali terjadi, bahkan tanpa disadari oleh orang yang bertengkar ia itu bagaikan orang yang sedang cakar-cakaran di tengah pasar. Memalukan sekali. Dengan mudah status dan komentar-komentas anda dan rival dibaca oleh banyak orang. Dari sana, semua pengguna media sosial yang terhubung dengan anda atau rival anda dapat menilai bagaimana sebenarnya sifat anda. Duh..duh… gak lah yauuu….

Tidak memperhatikan kerahasiaan informasi pribadi yang bersifat penting

Pada setiap platform sosial media, biasanya anda akan dimintakan beragam informasi yang sifatnya pribadi, bahkan tanpa kita sadari informasi itu sangat penting karena akan terkait dengan kehidupan anda. Data-data yang anda simpan dan unggah ke platform sosial media harus dijaga kerahasiaannya, sehingga tidak semua orang dengan mudah mengetahui alamat, nomor telepon, nama ibu kandung, nama ayah, nama suami, anak, dsb, yang mungkin nanti dapat dijadikan sarana untuk meretas akun bank anda misalnya. Atau sebagai bahan untuk melakukan penipuan terhadap anda. Berabe kan? Karena itu berhati-hatilah. Banyak kejahatan terjadi setiap saat di internet (cyber crime). Anda tentu tak mau jadi korbannya.

Bila beropini, dasarkan pada fakta, bukan dugaan semata

Hal yang paling mudah dan menyenangkan di sosial media adalah menuliskan opini tentang sesuatu hal. Anda harus hati-hati dengan ini. Bisa saja opini anda yang tidak didasari fakta (kenyataan), dan hanya bersumber dari pengalaman atau prasangka anda saja (subjektif), mengundang reaksi negatif dari suatu komunitas atau seseorang yang merasa terserang. Ingat kasus Florence yang gara-gara statusnya membuat warga Jogja marah? Ah.. sekali lagi saya ingat, hati-hatilah.
Nah, anda punya hal-hal lain untuk menambahkan tips di atas? Bila ada, silakan tambahkan melalui kolom komentar di bawah. Mari kita selalu menjaga etika dalam bersosial media.

Baca juga 08 Jenis Kecerdasan Anak, Cara Belajar dan Prediksi Karier yang Sesuai

Semoga bermanfaat.

Sumber : Novehasanah

Enroll Now !

Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 

TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
Follow Us on Twitter
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com 

Tuesday, 3 January 2017

Kiat Efektif Mendampingi Anak Belajar di Rumah

HOMESCHOOLING PENA   
Setara ( SD/SMP/SMA )  
TERAKREDITASI - BAN PNF

Kiat Efektif Mendampingi Anak Belajar di Rumah


Homeschooling Pena Surabaya, 03 Januari 2017

bagi anak untuk belajar. Dari rumahlah anak pertama kali diajarkan berbagai macam hal baru. Jauh sebelum anak nantinya mengeyam pendidikan maupun sedang menjalani pendidikan saat ini, belajar adalah kegiatan yang tidak akan ada habisnya.
Lalu, bagaimana Anda sebagai orangtua mendidik sebagai guru di rumah mengajarkan anaknya untuk bekal kehidupannya kelak? Berikut merupakan beberapa kiat efektif mendampingi anak belajar di rumah.

Biarkan Anak bersosialisasi

Kemampuan berbicara merupakan keterampilan yang sangat penting untuk agar anak terbiasa berbicara dengan orang lain.

Perhatikan ketika anak bermain

Bukan hanya ketika anak bermain, tetapi juga ketika anak berkumpul dengan teman-temannya. Apakah anak Anda tertawa dan tersenyum ? Apakah anak merasa nyaman ? Anda mungkin melihat refleksi dari diri Anda di anak Anda, tapi biarkan mereka jadi dirinya sendiri.

Jangan ajarkan terlalu banyak hafalan,

Kenapa? Karena yang lebih penting adalah anak mengetahui bagaimana caranya memecahkan masalah daripada hanya menghafalkan. Dengan beberapa fakta dan trivia yang kita tau. Anak-anak harus diajarkan bagaimana caranya searching di internet, mengangkat telepon, dan bertanya atau berinteraksi kepada orang lain.

Baca juga 08 Jenis Kecerdasan Anak, Cara Belajar dan Prediksi Karier yang Sesuai

Beritahu jika anak salah.

Walaupun kita sudah menganjurkan anak untuk mengecek pekerjaannya dua kali. Kita tetap harus mengingatkannya jika anak salah. Hal itu akan membuat anak belajar. Dorong anak untuk melakukan hal-hal yang baru dan lakukan yang terbaik yang ia bisa, bukan yang sempurna.

Sumber : Kesekolah

Enroll Now !


Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 

TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
Follow Us on Twitter
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com 

 

Monday, 2 January 2017

Pentingnya Membiasakan Membaca dan Menulis Sejak Dini

HOMESCHOOLING PENA   
Setara ( SD/SMP/SMA )  
TERAKREDITASI - BAN PNF

Pentingnya Membiasakan Membaca dan Menulis Sejak Dini


Homeschooling Pena Surabaya, 02 Januari 2017

Pada era kemajuan teknologi yang canggih sekarang ini, tentu sangat mempermudah untuk melakukan semua hal, salah satunya adalah membaca.Dahulu kalau membaca kita pasti selalu mencari perpustakaan. Namun dengan dukungan kemajuan teknologi, kegiatan membaca dapat dilakukan di handphone atau diberbagai jejaring sosial lainnya.

Kadang aktivitas membaca dan menulis bagisebagian orang merupakan aktivitas yang membosankan. Apalagi jika buku yang dibaca adalah buku ilmu pengetahuan dan yang tidak mempunyai banyak gambar ilustrasi. Namun sebenarnya, kegiatan membaca dan menulis ini merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan dan bermanfaat.

Dengan membaca dan menulis seseorang dapat menemukan banyak hal-hal yang unik dan menarik. Melalui membaca orang dapat mengetahui sesuatu hal. Lewat membaca juga kita bisa memperluas ilmu pengetahuan dan wawasan berpikir. Kegiatan membaca ini tidak hanya di sekolah atau di perpustakaan semata. Tetapi, kegiatan membaca dapat dilakukan dimana saja, kapan saja asalkan ada minat dan semangat membaca.

Baca juga Pentingnya Membangun Lingkungan Berkarakter

Membiasakan diri membaca adalah kebiasaan yang sangat baik untuk perkembangan diri seseorang. Orang yang membiasakan diri untuk membaca dari semasa kecil akan menjadi orang yang cerdas kedepannya dan bermanfaat bagi orang lain.

Menulis juga adalah hal yang bermanfaat, dengan menulis kita dapat menuangkan perasaan kita yang tidak dapat kita sebutkan dengan kata-kata. Menulis akan menjadi kebiasaan yang sangat baik, lewat menulis kita dapat menginspirasi banyak orang lain lewat tulisan-tulisan yang kita buat. Nah,ternyata begitubanyaknya manfaat dari membaca dan menulis. Oleh sebab itu kebiasaan membaca dan menulis sejak usia dini akan menjadikan kita orang yang cerdas dan bermanfaat. Maka biasakanlah membaca dan menulis sejak dini.

Sumber : Kesekolah

Enroll Now !


Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 

TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
Follow Us on Twitter
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com