Thursday, 20 April 2017

Cara Mengatasi Marah Kepada Anak



HOMESCHOOLING PENA   
Setara ( SD/SMP/SMA )  
TERAKREDITASI - BAN PNF

Cara Mengatasi Marah Kepada Anak


Homeschooling Pena Surabaya, 20 April 2017

Rasa marah merupakan hal yang umum melanda setiap ibu, sekalipun kita bukanlah seorang pemarah, namun dalam situasi tertentu, kita cenderung melakukannya. Lalu, bagaimana cara mengatasi marah?
Banyak sekali alasan yang bisa membuat kita marah. Parents, cara mengatasi marah dapat kita lakukan di rumah, bila secara konsisten kita menyadari beberapa hal sebagai berikut :
  1. Kita tidak ingin diingat sebagai ibu atau yang kejam dan pemarah
  2. Ibu atau ayah yang pemarah akan cenderung melahirkan anak-anak yang bermasalah.
  3. Terus-menerus berada dalam kondisi marah bukanlah hal yang menyenangkan.
Inilah hal-hal yang biasanya membuat rasa marah kita kepada anak meledak berikut cara mengatasinya.

1. Menganggap sikap tidak patuh sebagai sebagai penghinaan pribadi

Parents, bukankah seringkali ketidakpatuhan anak terhadap perintah kita menjadi alasan untuk marah? Kita beranggapan sikap tidak patuh itu sebagai penghinaan dan sangat menyinggung harga diri kita sebagai orangtua.
Kita sering lupa bahwa mereka hanyalah anak-anak. Secara naluri, mereka ingin menyenangkan orangtua mereka, tetapi mereka tidak tahu caranya.
Nah, bila Anda merasakan rasa marah kian memuncak, sebaiknya Anda berdiam diri sejenak dan memikirkan kembali sebab kemarahan Anda. Apakah kemarahan Anda hanya karena mereka tidak melakukan sesuai perintah Anda?
Cara mengatasi marah dapat Anda lakukan dengan menenangkan diri, konsisten dalam bersikap, disiplin dan latihan mengatasi emosi yang meledak-ledak.

2. Tidak sesuai harapan

Seringkali kita menuntut anak agar sesuai dengan harapan kita. Kita memberikan standar tinggi pada anak sehingga ketika anak tidak berhasil memenuhi harapan kita, rasa marah itu pun muncul dan kita memiliki alasan untuk memarahinya.
Parents, tidakkah kita sadar, bahwa anak bukanlah diri kita. Mereka tumbuh dengan kemampuannya yang berbeda dan sangat mungkin terbatas. Rasa marah kita hanya akan menyakiti anak dan diri kita sendiri.

3. Rasa jenuh

Menjadi seorang ibu memerlukan banyak pengorbanan. Terkadang pengorbanan ini membuat kita tidak lagi mempedulikan kepentingan dan kebutuhan kita sendiri. Pada akhirnya hal ini akan menimbulkan rasa jenuh dan marah terhadap situasi yang terasa menekan perasaan.
Untuk mengatasi perasaan ini, yang perlu Parentslakukan adalah rehat sejenak dari rutinitas. Me time adalah salah satu cara mengatasi marah yang dapat Anda coba. Hal ini berguna untuk mengembalikan kesegaran dan stamina Anda menghadapi anak-anak dan kehidupan keseharian Anda.

4. Membiarkan anak-anak lepas kendali

Terasa menyakitkan untuk didengar, dan menyakitkan untuk menuliskannya, tapi kebanyakan tingkah laku anak-anak kita adalah hasil dari pilihan pengasuhan kita sendiri. Tidak semuanya, tentu, karena mereka mempunyai keinginan sendiri.
Namun, jika kita lalai, terlalu ketat, atau tidak konsisten, keinginan mereka untuk berinisiatif akan menyebabkan mereka melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Mereka menjadi lepas kendali dan bersikap semaunya. Sebetulnya hal ini normal saja.
Tegakkan disiplin hingga kondisi kembali kondusif. Lakukan evaluasi dan jelaskan pada anak mengenai harapan dan keinginan Anda. Mungkin situasi rumah akan sangat membosankan dalam beberapa waktu, namun percayalah situasi rumah sudah kembali normal dan menyenangkan bagi Anda dan anak-anak.

5. Anda tengah mengalami tekanan dan membutuhkan penyaluran

Seringkali tekanan yang kita alami dalam kehidupan tidak dapat kita atasi dengan baik. Hal-hal remeh sekalipun bisa membuat kita merasa tertekan. Akibatnya, memarahi anak menjadi salah satu cara untuk melampiaskannya.
Bila Anda mengalaminya, lebih baik Anda menyalurkan rasa frustasi kepada berbagai kegiatan yang bersifat positif. Seperti jogging, atau menekuni hobi yang menyenangkan. Anda juga bisa melakukan konseling untuk melatih mengendalikan rasa marah.
Sebab, alangkah tidak adilnya menjadikan anak sebagai sasaran untuk meledakkan amarah yang kita rasakan. Percayalah, Anda akan merasa senang bila bisa melewati hari tanpa kehilangan kendali atas diri Anda.

Baca juga Bagaimana Menumbuhkan Semangat Belajar pada Anak?

Sumber : theasianparents


Enroll Now !

Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 
TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
Follow Us on Twitter
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com 

Wednesday, 19 April 2017

Tips Meningkatkan Kecerdasan Anak



HOMESCHOOLING PENA   
Setara ( SD/SMP/SMA )  
TERAKREDITASI - BAN PNF

Tips Meningkatkan Kecerdasan Anak




Homeschooling Pena Surabaya, 19 April 2017 

Setiap orang tua pasti mendambakan anaknya tumbuh sehat dan cerdas secara optimal. Perlu diketahui bahwa kecerdasan anak berasal dari 50-80% genetik atau bawaan.
Berbagai cara tentunya telah dilakukan oleh para orang tua dari memberikan nutrisi yang sehat, melakukan tes minat atau bakat pada anak, memasukkan anak di kursus yang sesuai dengan minat anak atau menyekolahkan anak di sekolah yang ternama.
Mari kita telusuri lebih dalam lagi beberapa hal yang dapat dilakukan oleh orang tua sejak anak berusia sedini mungkin, bahkan sejak dalam kandungan untuk membantu meningkatkan kecerdasan anak.

Tips Meningkatkan Kecerdasan Anak

 1. Memenuhi kebutuhan biologis anak

Tentunya ini adalah faktor yang sangat mendasar yang dibutuhkan seorang anak dalam tumbuh kembangnya baik secara fisik dan mental termasuk kecerdasan anak. Yang pasti harus diperhatikan adalah asupan nutrisi, baik dari makanan dan minuman yang dikonsumsi anak haruslah sehat dan seimbang.
Kebutuhan primer lainnya seperti pakaian dan rumah yang bersih juga harus dipenuhi. Selain itu, imunisasi bagi anak harus diberikan sesuai dengan tahap dan waktu yang sesuai bagi perkembangan anak. Pengobatan tentunya juga diperlukan bila anak menderita suatu penyakit sehingga tidak berkepanjangan.

2. Berikan kasih sayang

Ternyata cinta dan kasih sayang dapat meningkatkan kecerdasan anak. Sebuah penelitian telah mengungkapkan hubungan antara kasih sayang dengan meningkatnya perkembangan otak pada anak.
Lakukanlah interaksi sesering mungkin dengan anak disertai dengan kontak mata. Orang tua juga harus mengenali potensi anak yang mungkin berbeda dari saudara kandungnya dan usahakanlah untuk tidak membandingkan karena setiap anak adalah unik.

3. Berikan stimulasi sesuai tahap perkembangan anak

Stimulasi atau rangsangan secara terus menerus sangat dibutuhkan bagi kecerdasan anak. Sejak dalam kandungan, ibu sudah dapat memberikan stimulasi pada janin dengan mengelus perut, mengajaknya bicara, menyanyi, memperdengarkan musik klasik.
Tahap perkembangan bayi kurang lebih akan meningkat per 3 bulan. Perlu diingat bahwa anak memiliki waktu untuk berkembang secara alami, jadi orang tua tidak perlu memaksakan bila belum waktunya bagi anak untuk menguasai suatu kemampuan.
Contohnya pada usia 6 bulan, bayi akan belajar untuk duduk jadi orang tua dapat memberikan rangsangan bagi bayi untuk duduk bukan berdiri atau berjalan.

4. Berikan penjelasan sesuai dengan usianya

Anak akan mengalami masa di mana ia akan bertanya berbagai hal atau dikenal dengan fase “apa dan mengapa”. Anak yang ingin tahu dan selalu bertanya sedang belajar untuk mengembangkan kemampuan bahasa dan logikanya. Orang tua harus dengan sabar menjawab segala pertanyaan anak walaupun terkadang sangat sulit untuk dijawab.
Contohnya, bila anak usia 3 tahun bertanya dari mana bayi berasal, orang tua dapat menjawab bahwa bayi berasal dari cinta papa dan mama yang berkembang di perut mama selama 9 bulan lalu lahir ke dunia. Hindari jawaban mengada-ada atau bohong seperti burung bangau yang mengantar bayi kepada orang tuanya.

5. Latih kemandirian anak

Usia 2 tahun pertama adalah usia yang penting dalam perkembangan anak terutama dalam kemampuan motorik kasar dan halus. Contoh kemampuan motorik kasar adalah duduk, merangkak, berjalan, berlari, melompat, memanjat dan sebagainya.
Sedangkan kemampuan motorik halus berupa mengambil dan memindahkan benda, memegang sendok makan, menulis, mengecat dan sejenisnya. Kemampuan motorik anak dapat dilatih di rumah, selain di sekolah. Ajak anak belajar mandiri untuk makan, minum, memakai sepatu atau pakaian sendiri akan sangat membantu meningkatkan kecerdasan anak.

Baca juga Peserta Didik Homeschooling bisa kuliah di PTN/PTS
 
Anak mengalami masa golden age di usia 0 hingga 5 tahun di mana sangat mempengaruhi proses pertumbuhan termasuk kecerdasan anak di masa mendatang. Selamat mencoba 5 tips ini yang bermanfaat untuk meningkatkan kecerdasan anak.

Sumber : theasianparents


Enroll Now !

Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 
TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
Follow Us on Twitter
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com 


Tuesday, 18 April 2017

Bagamana sih Mengatasi Anak Pemarah?


HOMESCHOOLING PENA   
Setara ( SD/SMP/SMA )  
TERAKREDITASI - BAN PNF
Bagaimana sih Mengatasi Anak Pemarah?


HomeschoolingPena Surabaya, 18 April 2017 
Seorang anak pemarah menangis dengan keras, tangannya terkepal dan matanya menyorotkan kemarahan. Ia marah kepada saudaranya karena telah memukul dengan tidak sengaja. Tangan kecil itu sudah terayun di udara, hendak memukul saudaranya.
Ibunya memperhatikan dan segera menangkap tangan kecil itu dan memeluknya sambil berkata, “Maafkan saudaramu, Nak, Sabar…., tarik nafasmu…, dan peluk bunda saja.”
Sebagai orangtua yang memiliki anak pemarah dan galak sering dibuat kelimpungan. Orangtua kerap mencari solusi, dengan membujuk, memukul, melarang atau bahkan balik memarahi untuk mengatasi anak pemarah tersebut.
Anak sesungguhnya hanya meng-copy paste apa yang dilihatnya dalam lingkup keluarga. Apa yang Ayah dan Bunda lakukan akan selalu ditiru oleh anak-anak karena orangtua adalah role model bagi mereka.
Suatu contoh kasus sederhana ketika Ayah dan Bunda sedang bertengkar, apakah Ayah dan Bunda sering melakukan seperti melakukan pukulan, berteriak, menuding, atau mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan?
Tak usah heran jika kemudian anakpun meniru yang Ayah dan Bunda lakukan jika ia sedang marah. Maka orangtua perlu memperbaiki sikap dan perilaku diri sendiri dahulu sebagai salah satu cara yang jitu untuk mengatasi anak yang pemarah.
Tips mengatasi anak pemarah:

1. Konsistensi antara perkataan dan perbuatan

Anak merupakan pengamat yang baik, mereka akan mengamati konsistensi perkataan dan perbuatan dari orang yang terdekat dengan mereka. Jika Ayah dan Bunda berteriak jika sedang berbicara, maka anakpun akan demikian. Namun jika Ayah dan Bunda baik hati dan lemah lembut, maka anak pun akan menjadi baik hati dan lemah lembut.
Biasanya anak yang tumbuh dalam keluarga yang saling menyayangi, perduli dan menghargai satu dengan yang lainnya akan bertindak serupa dengan orang lain.

2. Kepedulian pada sesama

Kepedulian kepada sesama ibaratnya seperti buah yang telah siap petik dari sebuah pohon yang telah dirawat dan diberi pupuk. Pohon itu memerlukan waktu yang cukup lama untuk mengeluarkan buahnya. Kepedulian pada sesama juga perlu diajarkan kepada anak, karena hal seperti ini tidak dapat diajarkan pada anak dalam semalam saja.
Ajarkan kepedulian kepada sesama dengan menunjukkan rasa tidak suka jika anak melakukan kekerasan. Katakan dengan tegas, jujur, singkat dan tepat sasaran bahwa Ayah dan Bunda tidak menyukai tindakan tersebut.
Namun perlu diingat jangan sampai ‘nasihat’ itu melebar dan membahas bukan hanya tindakan yang tidak baik tersebut melainkan sudah ke pada pribadinya

3. Menyeleksi bacaan dan tontonan

Banyak sekali tontonan yang tidak pantas ditayangkan di televisi sekarang ini. Mulai dari acara banyolan yang mengejek dan merendahkan orang lain yang tidak cakep, menggunakan alat untuk memukul pada acara lawakan atau bahkan iklan mengenai program acara lainnya, seperti hantu, atau sinetron pada jam tayang acara anak.
Banyak orangtua mensiasati dengan menggantinya dengan TV Cable, tapi harus diingat tidak semua tontonan kartun pantas untuk anak. Yang terbaik adalah menemani serta menjelaskan pada mereka saat menonton dan menanyakan apa yang dipikirkan.
Serta ajaklah anak untuk memikirkan tindakan lain dari hal yang ditonton bersama tersebut, seperti tindakan lain selain kekerasan, tindakan lain selain mencuri, dan lainnya.
Akan lebih baik jika Ayah dan Bunda membatasi anak menonton televisi terlalu banyak, lebih baik banyak membaca terutama tokokh-tokoh yang menginspirasi, seperti Mahatma Gandhi, Florence Nightingale, Bunda Teresa atau yang lainnya

Baca juga Bagaimana Menumbuhkan Semangat Belajar pada Anak?

4. Mengelola emosi dengan tepat

Ajarkan anak untuk mengelola emosi dengan tepat dengan mengutamakan komunikasi dan membuat keputusan yang berimbang (win win solution) ketika anak tidak memperoleh apa yang diinginkannya atau ketika orang lain melanggar haknya.

5. Jauhkan benda yang berbahaya

Di sekeliling anak selalu ada alat atau benda yang tajam, seperti pinsil, pulpen, penggaris dan lainnya. Maka ajarkan anak mengenai fungsi dan kegunaan dari benda-benda tersebut, serta tanggung jawab agar tidak emnyalahgunakannya sebagai alat untuk menyakiti atau menyerang orang lain.

Sumber : theasianparents

Enroll Now !

Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 
TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
Follow Us on Twitter
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com 

Friday, 14 April 2017

Dampak Negatif pada Anak Jika Kurang Mendapat Kasih Sayang dari Ayah



HOMESCHOOLING PENA   
Setara ( SD/SMP/SMA )  
TERAKREDITASI - BAN PNF
Dampak Negatif pada Anak Jika Kurang Mendapat Kasih Sayang dari Ayah


Homeschooling Pena Surabaya, 15 April 2017

Kekurangan kasih sayang dari ayah akan berdampak negatif berkepanjangan pada anak. Bahkan, anak yang sudah dewasa masih akan merasakan dampak atas kurangnya peran ayah di dalam hidupnya.
Anak yang dibesarkan oleh ayah yang sering mengajak anaknya bicara, memeluk, mendampingi, dan mendukung potensinya cenderung tidak mengalami depresi di masa dewasanya. Sehingga, ketidakhadiran ayah akan membawa dampak sebaliknya.
Bahkan, sekalipun ayah tinggal bersama keluarga di rumah, kesibukan maupun ketidakpedulian ayah pada anaknya sama saja berarti ketidakhadiran sosoknya. Karena peran ayah di masa tumbuh kembang anak sangat sentral sehingga kekurangan kasih sayang dari ayah bisa dirasakan sebagai absennya sosok dambaan panutan anak.
Sekalipun banyak pendapat yang mengatakan bahwa ketidakhadiran salahsatu dari orangtua akan membuat anak lebih mandiri, namun efek samping yang dirasakan juga tidak bisa diabaikan begitu saja. Karena kemandirian itu didorong oleh situasi yang memaksa anak untuk terus hidup, bukan kesadaran yang timbul sebagai pribadi yang bertanggung jawab.
Apalagi jika anak yang ditelantarkan tersebut sering melihat ibunya menderita karena ketiadaan suami di sisinya serta saudara kandung yang bersedih saat melihat anak lainnya yang memiliki ayah.
Berikut beberapa dampak yang terjadi dari kekurangan kasih sayang dari ayah di dalam kehidupan anak :

1. Kepercayaan diri rendah

Anak-anak yang diabaikan oleh ayahnya cenderung memiliki kepercayaan diri rendah. Kurangnya apresiasi dari orang terdekat, maka mereka merasa bahwa dirinya tidak cukup baik dan layak diberi perhatian oleh lingkungan terdekatnya.
Kekurangan kasih sayang dari ayah bahkan akan membuat mereka merasa bahwa mereka tidak layak untuk bahagia. Sikap ketidakpercayaan diri ini akan mengubur potensi mereka yang sebenarnya.

2. Takut ditelantarkan

Saat dewasa, anak-anak yang kekurangan kasih sayang dari ayah akan menjadi pribadi yang takut ditelantarkan maupun ditinggalkan oleh orang lain. Kebanyakan akan merasa bahwa orang terdekat mereka (sahabat maupun pasangan) suatu hari akan mengabaikan dirinya seperti yang pernah dilakukan oleh sang ayah saat ia masih kecil dulu.

3. Memiliki masalah dengan kedekatan bersama orang lain

Anak akan tumbuh menjadi pribadi yang posesif kepada orang yang memberinya perhatian. Selain itu, ia akan susah untuk dekat dengan orang lain.
Sikapnya yang kurang ramah dan selalu curiga membuatnya jadi orang yang membuat pasangannya kurang nyaman sekalipun pasangannya sudah berusaha keras meyakinkan bahwa ia bisa dipercaya, kekurangan kasih sayang dari ayah akan tetap membuat mereka berpikir bahwa semua orang pada dasarnya akan berbuat seperti yang pernah ayahnya lakukan.
Bahkan, bisa jadi hal ini terbawa sampai sang anak menikah kelak, terutama untuk anak perempuan. Selain itu, beberapa orang mengaku kekurangan kasih sayang dari ayahnya berkata bahwa mereka cenderung mencari sosok ayah idaman lewat pasangan dengan mengencani orang yang lebih tua ataupun orang yang dianggap bisa menggantikan peran ayahnya.
Untuk anak lelaki, ia akan sulit untuk memperoleh sosok panutan dan mengalami disorientasi di masa remaja. Ketiadaan sosok ayah untuknya akan membuatnya punya dendam terpendam yang akan berdampak pada sikapnya yang kurang bisa berempati pada orang lain atau justru malah terlalu takut menjadi seseorang yang mirip dengan ayahnya.

Baca juga Bagaimana Menumbuhkan Semangat Belajar pada Anak?

Bunda, jika anak Anda memang kekurangan kasih sayang dari ayah, Anda wajib memberinya sosok panutan untuknya selain sang ayah. Kakek, paman, maupun tokoh fiksi kesukaannya.
Jika hal ini tidak dapat membantunya dari perasaan sakit hati pada ayah, bicarakan hal ini dengan terapis profesional, apalagi jika anak memiliki ayah yang tidak mungkin lagi bisa diubah sikapnya.
Untuk para ayah, sebaiknya Anda rutin mengajak bicara anak dari hati ke hati. Mengapresiasi tanpa menuntutnya, memeluknya tanpa menekannya, memberinya nafkah tanpa mengabaikannya.
Jika Anda terpaksa mengabaikan karena alasan kesibukan atas pekerjaan maupun harus bekerja di luar kota. Maka percayalah, kasih sayang dan kepercayaan anak Anda akan jadi harta tak ternilai di hari tua nanti.
Jika kekurangan kasih sayang dari ayah tersebut terjadi karena saat itu Anda tak punya pekerjaan sehingga tak bisa memberi anak uang saku yang layak, Anda tetap bisa memberinya perhatian dan dukungan setulus hati yang tak dapat tergantikan dengan harta benda apapun.
Jika Ayah bisa membaca artikel ini, maka belum terlambat untuk memeluk dan berbicara pada anak Anda sekarang juga.

Sumber : theasianparents

Enroll Now !

Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 
TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
Follow Us on Twitter
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com