Friday, 7 July 2017

Trik Memberi Hadiah Untuk Anak Tanpa Memanjakan



HOMESCHOOLING PENA   
Setara ( SD/SMP/SMA )  
TERAKREDITASI - BAN PNF
 
Trik Memberi Hadiah Untuk Anak Tanpa Memanjakan
Sumber Gambar : Theasianparents

Homeschooling Pena Surabaya, 07 Juli 2017 

Salah satu metode mendisiplinkan anak yang banyak disarankan para ahli adalah metode pemberian hadiah dan hukuman (reward and punishment). Namun, tak bisa dipungkiri juga bila saat ini metode tersebut masih sulit diterapkan oleh banyak orangtua.
Kekawatiran bahwa kedisiplinan justru akan sulit dilaksanakan bila ada hadiah, atau malah menjadikan anak-anak manja dan materialistis, biasanya masih menghantui sebagian orangtua. Kekawatiran yang lain adalah apabila kedisiplinan menjadi tidak terwujud bila tidak ada hadiah yang menanti.
Kekhawatiran di atas memang tak bisa disalahkan, budaya pendidikan kita yang mengidentikkan disiplin dengan cara-cara militer memang membuat kita seringkali salah mengartikan maksud dari dan mencoba memahami manfaat serta tujuan dari kedisiplinan itu sendiri.

Jadi, bisakah disiplin dan pemberian hadiah berjalan beriringan?

 Antara Kedisiplinan dan Hadiah
Coba lihat sejenak daftar kegiatan yang Parents buat untuk si Kecil sebagai cara untuk mendisiplinkan mereka. Bila bersedia lebih teliti, sebetulnya ada saja celah bagi Parents untuk tetap memberikan hadiah kepada si Kecil; yaitu saat mereka bersedia melakukan sesuatu dengan sukarela.
Melalui proses tumbuh menjadi dewasa tidaklah mudah untuk semua orang; begitu pula dengan anak-anak. Bukankah masih jelas tergambar dalam ingatan betapa beratnya proses kita menjadi dewasa?
Jadi, saat anak-anak kita bertingkah laku baik mengapa kita, sebagai orangtua, tidak mencoba untuk memberikan penghargaan? Tentu saja penghargaan itu haruslah tulus, tanpa prasangka bahwa penghargaan atau hadiah akan membuat mereka menjadi manja.
Tips berikut adalah cara memberikan hadiah kepada anak tanpa membuat mereka manja atau materialistis.

Trik menyelaraskan hadiah dan pelajaran disiplin

1. Hadiahi anak-anak dengan kata-kata penuh kasih sayang

Cara yang paling  mudah untuk memberikan hadiah kepada anak-anak kita adalah dengan memberikan semangat/ dorongan, komitmen dan waktu.
Semangati dan hargai mereka meskipun mereka sesungguhnya sedang mengerjakan atau menyelesaikan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab mereka. Seperti saat meletakkan pakaian kotor di tempatnya, atau membereskan mainan mereka usai bermain.
Perlu diingat, bahwa hadiah terbaik untuk anak-anak adalah ketika mereka tahu bahwa orangtuanya menghargai apa yang telah mereka lakukan, dan bahwa mereka telah mengerjakan hal yang baik seperti  yang Anda harapkan.
Lalu bagaimana dengan sistem hadiah?

2. Gunakan sistem Reward and Punishment

Mendisiplinkan anak dengan sistem hadiah memang paling mudah diterapkan untuk semua umur. Dan sistem ini akan semakin mudah diterapkan bila mereka juga diperbolehkan untuk memilih sendiri hadiah mereka.
Hadiah seperti bintang penghargaan yang bisa mereka tukar dengan hadiah lainnya masih sangat menyenangkan dan berharga untuk anak-anak usia balita.
Parents bisa mencoba membuatkan “Tabel Perbuatan Baik”. Untuk setiap perbuatan baik yang ia lakukan, maka ia bisa mendapat satu bintang emas. Bintang tersebut nantinya bisa ia tukarkan dengan aneka hadiah seperti menonton bioskop atau semangkuk es krim.

Contoh tabel perolehan bintang.

 Dan berikut adalah beberapa ide hadiah yang bisa Parents tawarkan sebagai barter untuk bintang yang telah si Balita peroleh.
·         Jalan-jalan ke taman
·         Piknik ke Kebun Raya
·         Menonton film di rumah
Sementara untuk anak yang lebih besar, ide hadiah berikut mungkin bisa Parents coba:
·         Camping di halaman belakang
·         Memilih menu makanan
Tujuan dari sistem pemberian hadiah ini adalah memupuk sikap yang baik sebagai wujud dari penghargaan kita, -baik itu dalam bentuk materi atau hanya sekedar ucapan “terima kasih”. Dan tujuannya adalah membentuk harga diri mereka sejak usia dini.

Trik ketiga...

3. Tetap beri batasan

Meskipun begitu, tetap berhati-hatilah saat memberikan hadiah untuk semua sikap yang ia lakukan dengan benar. Jika tidak ia akan menjadi bingung apa sebenarnya maksud sistem dari pemberian hadiah, bisa saja ia bertingkah bila hadiah tidak diberikan.
Kekonsistensian orangtua sangat diperlukan. Kuatkan diri Parents saat mendengar tangis atau tingkah ngambeknya. Memang tidak mudah, tapi ingatlah, sekali Parents melunak, maka bisa si Kecil akan menggunakan taktik tersebut terus-menerus.
Ingat bahwa imbalan yang paling berarti bagi anak bila disertai kata-kata yang positif dan belaian kasih sayang. Variasi imbal balik perbuatan baik mereka juga akan membuat anak-anak terus termotivasi untuk terus berbuat baik sesuai dengan kesepakatan antara Anda dengannya.

Baca juga Bagaimana Menumbuhkan Semangat Belajar pada Anak?

Semoga bermanfaat.

Sumber : Rahayu Pawitri

Enroll Now !

Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 
TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
Follow Us on Twitter
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com 

Wednesday, 5 July 2017

Melejitkan Sikap Kritis Anak Melalui Bacaan Fiksi

HOMESCHOOLING PENA   

Setara ( SD/SMP/SMA )  
TERAKREDITASI - BAN PNF

Melejitkan Sikap Kritis Anak Melalui Bacaan Fiksi

Sumber Gambar : Theasianparents

Homechooling Pena Surabaya, 05 Juli 2017

Pertama, fasilitasi anak untuk mendapatkan bacaan yang mereka inginkan dan sukai

Anda bisa membelikan mereka buku bacaan atau mengajak anak-anak ke perpustakaan. Jika tidak sempat, Anda bisa mengunduhnya melalui gadget si kecil. Kini banyak aplikasi cerita pendek yang bisa diunduh gratis, baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris.
Sikap kritis anak bisa dibentuk melalui komik.

Kedua, bebaskan anak-anak memilih bacaan yang mereka sukai

Jangan melarang atau memaksa anak membaca suatu genre buku atau buku dari penulis tertentu. Menurut Nail Geiman, terlalu mengarahkan fiksi yang akan dibaca anak, hanya akan membuat mereka malas dan benci membaca.
Nail menegaskan, tidak ada bacaan fiksi yang tidak layak untuk anak-anak. Tidak ada penulis yang buruk untuk anak-anak. Biarkan mereka memilih dan menikmati fiksi pilihan mereka sendiri, bahkan jika mereka menginginkan komik sekalipun.

Ketiga, sediakan waktu untuk membaca bersama

Jika anak Anda sudah mahir membaca, bacalah bagian-bagian cerita secara bergantian. Kakak dan adik bisa bergantian membaca dan saling menyimak. Jika anak belum bisa membaca dengan lancar, bacakan cerita untuk mereka. Mendongenglah untuk anak-anak Anda.

Keempat, munculkan pertanyaan di tengah cerita

Sebelum membalik halaman atau masuk ke bagian baru cerita berikan pertanyaan-pertanyaan ringan. Misalnya, “Kira-kira apa yang akan terjadi selanjutnya ya?”Ini akan mengasah kemampuan berpikir anak mengenai kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi terhadap tokoh dalam cerita.

Kelima, jika Anak bertanya tentang hal yang mereka tidak mengerti di tengah cerita, jangan langsung dijawab

Kembalikan pertanyaan kepada mereka hingga mereka memiliki bayangan akan jawabannya. Misalnya,”Kira-kira menurut kakak/adik ini apa maksudnya?” Jika mereka tidak memiliki bayangan jawaban, berikan mereka gambaran pilihan. Ini akan membantu anak menemukan hal terdekat dengan jawaban pertanyaanya.

Keenam, buat pengandaian

Setelah cerita usai, mintalah anak-anak membayangkan kemungkinan lain yang bisa terjadi. Atau apa yang akan mereka lakukan jika mereka menjadi tokoh dalam cerita. Apakah mereka akan melakukan hal yang sama dengan cerita atau justru mengambil langkah berbeda?
Kemudian, lemparkan pertanyaan tersebut kepada kakak atau adik. Apakah mereka setuju dengan jawaban sebelumnya. Ini membantu mereka untuk memiliki pendapat dan sikap sendiri.

Ketujuh, tanyakan apa yang mereka sukai dan tidak sukai dari tokoh cerita

“Menurut kakak/adik boleh ga ya kita bersikap demikian? Kenapa?”. Bantu mereka melihat latar belakang munculnya sifat baik atau sifat buruk dari satu tokoh cerita. Kelak, ini akan membantu mereka menilai sesuatu dengan objektif.

Terakhir, jangan menyalahkan jawaban anak Anda

Arahkan mereka untuk mendapatkan jawaban yang benar dan bijak menilai hal-hal yang ada dalam cerita. Banyak cerita yang mengambil tokoh binatang yang cerdik dan licik. Namun bukan berarti binatang tersebut demikian adanya di dunia nyata. Jangan sampai mereka membenci binatang tertentu di dunia nyata karena mengenal tokoh binatang jahat dalam cerita.

Baca juga Peserta Didik Homeschooling bisa kuliah di PTN/PTS
Parents, semoga tips di atas dapat membantu dan bermanfaat untuk Anda.

Sumber : Della Syahni

Enroll Now !

Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 
TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
Follow Us on Twitter
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com 

 

Wednesday, 17 May 2017

Strategi Mengajari Anak Membela Diri saat Menghadapi Bullying (Perundungan)



HOMESCHOOLING PENA   
Setara ( SD/SMP/SMA )  
TERAKREDITASI - BAN PNF

Strategi Mengajari Anak Membela Diri saat Menghadapi Bullying (Perundungan)


Sumber Gambar : The Asian Parents

Homeschooling Pena Surabaya, 17 Mei 2017 

Tidak ada seorangpun yang sudi jika anaknya diam saja saat menjadi korban bullying (perundungan). Maka, penting bagi orangtua untuk mengajari anak membela diri mereka sendiri demi mencegah kemungkinan terburuk soal ini.
Ketika kita berpikir soal membela diri, banyak yang mengira bahwa hal ini adalah soal memukul balik pihak yang melakukan bullying atau perundung. Namun, bukan hal itu yang sebaiknya dilakukan oleh anak.
Berikut strategi mengajari anak membela diri saat di-bully :

1. Perlihatkan kepercayaan diri

Kepercayaan diri anak akan membuatnya terhindar dari bullying. Membangun tingkat kepercayaan diri bisa dimulai dengan bahasa tubuh yang meyakinkan, berjalan dengan tenang, dan berani melakukan tatap mata.
Latih anak agar dapat melakukan hal itu dengan baik sekalipun ia sedang merasa ketakutan maupun tak percaya diri. Membangun mental adalah kunci utama agar tak ditindas.

2. Membentuk grup pertemanan

Pelaku bullying atau perundungan biasanya tidak menjadikan anak yang punya teman sebagai target. Mereka biasanya menyerang anak-anak yang tampak tak punya teman.
Jika anak Anda adalah tipe anak yang tak punya teman, maka ajari dia menjalin persabahatan walau hanya dengan satu teman. Grup pertemanan akan mencegah perundungan.

3. Ajari anak untuk lebih peka

Ajak anak untuk lebih waspada dengan lingkungan sekitarnya. Apalagi jika terasa ada sesuatu yang tak beres di sekelilingnya.
Melatih kepekaan anak tentang lingkungan tak dapat dilakukan dalam waktu sehari. Mengajari anak membela diri dengan melatih kewaspadaannya, bertujuan untuk menghindarkannya dari keadaan terpojok dan tempat sepi saat dikeroyok.

4. Hindari perkelahian

Kadang, menghindari perkelahian dianggap sebagai tindakan pengecut. Namun, Anda dapat mengatakan pada anak bahwa menghindari perkelahian sama saja sedang mencegah situasi yang lebih buruk terjadi.
Maka, sebelum situasi jadi lebih runyam, lari adalah cara terbaik untuk mencegahnya. Ajari anak kepekaan untuk mempertajam instingnya kapan tanda bahaya untuk lari diperlukan.

5. Gunakan suara yang tegas

Para perundung biasanya tak akan menyerang orang yang memiliki kepercayaan diri dalam suaranya. Namun, hal ini perlu latihan khusus, terutama dalam situasi darurat.
Suara yang tegas juga dapat menjadi teror mental para perundung bahwa lawannya bukanlah orang yang lemah. Sehingga lawan akan berpikir ulang soal serangan yang ia rencanakan.

6. Selalu cari pintu keluar

Kemanapun anak pergi, ajari ia untuk selalu mencari di mana letak pintu keluar. Hal ini akan berguna jika nantinya anak dikepung di sebuah tempat oleh segerombol orang di ruangan tertentu.

7. Berteriak

Salah satu cara mengajari anak membela diri saat terjadi perundungan adalah dengan memintanya berteriak kapanpun ia merasa akan diserang. Selain akan mengacaukan konsentrasi lawan, barangkali akan ada juga bantuan yang datang untuk menolong anak.
Yang jelas, diam saja bukanlah ide yang baik dalam keadaan darurat.

8. Mengikuti kelas bela diri

Bullying seringkali melibatkan serangan fisik. Dengan mengikuti kelas bela diri, anak akan dapat membela diri saat dirundung.
Anak juga dapat mengetahui bagaimana caranya merespon serangan. Selain itu, olahraga bela diri juga dapat meningkatkan kepercayaan anak dan membuat anak dapat melindungi orang sekitarnya yang ditindas oleh perundung.

9. Gunakan teknik bela diri

Orangtua sering takut jika anaknya terlibat dalam perkelahian fisik. Namun, dalam menghadapi perundung yang melakukan serangan fisik, hal itu diperlukan.
Di dalam teknik bela diri ada banyak cara yang gunanya bukan menyerang, namun menghindar. Ajari anak untuk fokus pada menghindari serangan dibanding dengan menghadapinya.
Anak yang tak dapat membela diri saat terjadi perundungan berpotensi mengalami depresi saat ia dewasa kelak. Selain itu, ada beberapa berita seputar anak yang bunuh diri atau jadi cacat seumur hidup karena bullying.

Baca juga Homeschooling makin jadi pilihan

Maka, mencegah anak dirundung dengan mengajarinya hal-hal di atas dapat menjadi modal sosialnya untuk menghadapi dunia yang sebenarnya. Dengan belajar membela dirinya sendiri, ia juga akan lebih mudah mencari jati diri.

Sumber :  Syahar Banu



Enroll Now !

Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 
TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
Follow Us on Twitter
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com 


Wednesday, 3 May 2017

Hal Penting dalam Mendidik Anak 4 Tahun



HOMESCHOOLING PENA   
Setara ( SD/SMP/SMA )  
TERAKREDITASI - BAN PNF

Hal Penting dalam Mendidik Anak 4 Tahun



Homeschooling Pena Surabaya, 03 Mei 2017

Beberapa hal penting ini perlu kita mulai tanamkan pada anak saat mereka memasuki usia 4 tahun, karena pada usia tersebut mereka sudah dapat berkomunikasi dengan lancar dan kemampuan mengingatnya sudah cukup baik.
Di usia ini pula mereka sudah mulai dapat berinteraksi dengan baik dengan orang lain di sekitarnya. Jadi, hal apa saja yang perlu kita ajarkan pada mereka ketika menginjak usia tersebut?

1.      Mendidik anak agar tidak mudah hilang atau tersesat

Tindakan yang perlu dilakukan adalah meminta bantuan orang lain dan memberitahukan nama ayah atau ibunya. Selain itu, ajarkan anak untuk mengingat nomor telepon ayah, ibu, atau telepon rumah, serta alamat rumah.

2.      Memberitahu anak bahwa tidak semua orang asing berbahaya

Kita memang mengajarkan bahwa mereka harus berhati-hati kepada orang asing. Tetapi mereka juga perlu tahu ciri-ciri umum orang asing yang mungkin tidak berbahaya. Misalnya, ibu atau bapak yang sedang bersama anaknya, atau petugas keamanan.

3.      Mendidik anak agar tidak menjadi korban pelecehan seksual

Mereka perlu diajari bahwa yang menentukan boleh mencium, memeluk atau menyentuh bagian privasi mereka adalah mereka sendiri. Sehingga, mereka boleh menolak jika orang lain menyentuh bagian-bagian tersebut. Intinya, tubuh mereka adalah milik mereka pribadi, dan tubuh saya adalah milik saya pribadi.
Sebaliknya, mereka juga diajarkan untuk tidak menyentuh bagian privasi milik orang lain. Kita juga sekaligus mengajarkan mereka untuk tidak mengganggu bagian tubuh anak lain. Contohnya adalah cubitan, tendangan, jotosan, yang bisa dikategorikan dengan bullying.
Lalu bagaimana bila orang lain sengaja menyentuh bagian-bagian privasi tersebut? Ajarkan agar mereka berteriak dengan keras dan memberontak, serta berusaha melarikan diri dan mencari bantuan terdekat.

4.      Menolak makanan, minuman dan pemberian dari orang asing

Anak-anak cenderung suka permen, es krim atau hadiah-hadiah lucu. Didik anak bahwa tidak menerima makanan dan minuman yang diberikan orang yang tidak dikenal. Bisa saja makanan dan minuman itu telah mengandung obat-obatan yang membuat anak tertidur dan tidak sadar.
Ajarkan agar mereka hanya menerima sesuatu dari orang asing jika sedang bersama ayah atau ibu, ataupun kerabat lainnya yang mereka sudah kenal.

       5.  Menolak bila diajak oleh orang lain

Bisa jadi suatu hari ada ibu atau bapak lain yang datang menjemputnya di sekolah, dan ia tidak mengenalnya. Orang tersebut berkata bahwa ibulah yang meminta ia untuk menjemput.
Ajarkan agar anak tidak percaya dan segera menghubungi guru di sekolah, sehingga sekolah dapat menghubungi Anda terlebih dahulu.

Baca juga Homeschooling makin jadi pilihan

Sumber : theasianparents


Enroll Now !

Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 
TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
Follow Us on Twitter
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com