Monday, 24 July 2017

Inilah Kebiasaan yang Membuat Anda Lebih Kreatif



HOMESCHOOLING PENA   
Setara ( SD/SMP/SMA )  
TERAKREDITASI - BAN PNF

Inilah Kebiasaan yang Membuat Anda Lebih Kreatif


Sumber Gambar : Kesekolah


Untuk jadi seseorang yang kreatif tidak harus memiliki bakat, apalagi harus memiliki nilai akademis yang tinggi. Kreativitas akan tumbuh seiring dengan kebiasaan yang kita miliki. Mulailah dengan kebiasaan sederhana yang bisa Anda lakukan setiap hari. Ingin tahu kebiasaan sederhana apa saja yang bisa Anda lakukan untuk membuat diri menjadi lebih kreatif?

Bangun Pagi

Awal dari kreatifitas seseorang bisa dilihat dari kebiasaannya bangun pagi. Sel-sel otak masih dalam kondisi yang segar, memunculkan ide-ide terbaik di kepala. Waktu pagi juga memberikan kita banyak waktu luang untuk beraktifitas lebih awal. Orang yang terbiasa bangun pagi akan mendapatkan manfaat luar biasa, bahkan kebiasaan sederhana ini menjadi modal dasar untuk mencapai kesuksesan.

Melamun

Kebiasaan melamun yang sebagian orang menganggap sebagai kegiatan yang buang-buang waktu justru sangat penting terutama bagi Anda yang pekerja kreatif. Saat melamun, Anda cenderung berimajinasi sehingga banyak ide kreatif yang muncul. Karena saat itu otak manusia bekerja lebih aktif. Tentu saja melamun tidak sekedar melamun dengan pikiran yang kosong.

Mencoba Hal Baru

Karakteristik orang kreatif adalah terbuka pada hal-hal yang baru, menyukai tantangan, dan berani mengambil resiko. Tanpa adanya hal tersebut, kreativitas Anda tidak akan terasah dengan maksimal. Jadi, cobalah untuk melakukan hal baru setiap hari. Apapun itu. Rencanakan minimal satu kegiatan yang sama sekali belum pernah Anda lakukan. Misalnya, Anda yang tidak hobi jalan-jalan, luangkan waktu untuk ke taman, toko buku, tempat kuliner, ataupun ke galeri seni. Pasang mata dan telinga, temukan hal menarik disekeliling kita.

Mengubah Letak Perabotan

Orang yang kreatif tidak suka sesuatu yang monoton. Cobalah untuk mengubah tata letak benda-benda di sekitar ruangan sesering mungkin. Perubahan letak perabotan dapat menciptakan suasana baru yang dapat membangkitkan kreativitas. Lakukan secara berulang, minimal satu minggu sekali. Rasakan bedanya.

Menciptakan Karya

Tidak ada karya tanpa kreativitas, wujudkan kreativitas melalui karya. Anda yang kreatif pasti senang jika Anda dapat menghasilkan suatu karya yang ditampilkan kepada orang lain. Orang yang hobi menggambar, menunjukkan karyanya lewat gambar. Penggemar fotografi, lebih suka mengabadikan karya lewat jepretan lensanya, dst.

Baca juga Homeschooling makin jadi pilihan

Ternyata, kreativitas bisa ditumbuhkan melalui hal-hal sederhana yang bisa dilakukan setiap hari.

Sumber :  Josua M


Enroll Now !

Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 
TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
Follow Us on Twitter
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com 


Wednesday, 12 July 2017

Rasa Percaya Diri Meningkatkan Daya Kreativitas Anak



HOMESCHOOLING PENA   
Setara ( SD/SMP/SMA )  
TERAKREDITASI - BAN PNF

Rasa Percaya Diri 

Meningkatkan Daya Kreativitas Anak



Sumber Gambar : Theasianparents


Membangun rasa percaya diri anak tidaklah sulit

Terkadang kita hanya perlu berbekal media yang sederhana untuk memancing daya kreativitas anak. Prinsipnya, asalkan kita membiarkan anak merasa percaya diri saat mengeksplorasi media tersebut, maka kreativitas dan imajinasinya pun akan meningkat.
Cobalah dengan kelapa parut aneka warna. Berikan kelapa parut kepada balita, lalu perhatikan tingkah mereka.
Siapa sangka, kelapa parut aneka warna yang kita berikan kepada si Kecil untuk bermain, justru bukan hanya sekedar melatih koordinasi mata dan tangan mereka.
Mereka senang sekali menuangkan kelapa parut itu dari satu wadah ke wadah lain, lalu mereka juga dapat berpura-pura membuat kue lapis berwarna-warni, mencabik-cabiknya, mengacak-ngacaknya, bahkan bermain mobil truk dengan kelapa parut sebagai rintangan di jalanannya. Asyik sekali bukan?
Syaratnya sederhana, yaitu jangan ada pengekangan. Jangan ada pelarangan selama tidak ada yang membahayakan. Mengekang akan melemahkan rasa percaya diriya.
Bayangkan saja bila ingin begini tak boleh dan ingin begitu juga tak boleh, akhirnya anak memilih diam dan tidak bergerak. Akibatnya, anak tak dapat menyalurkan daya kreativitas yang ia miliki.
Biarkan anak melakukan eksplorasi. Parents, hindarilah hyperparenting. Kita sebagai orangtua memang selalu menginginkan yang terbaik bagi anak-anak kita, namun jika perilaku kita malah mematikan rasa percaya diri anak, dampaknya tentu tidak baik untuk mereka.
Hyperparenting akan menghambat kreativitas anak karena mereka menjadi takut untuk bereksplorasi.

Apa yang mereka ingin lakukan jadi terhenti. Bahkan anak bisa jadi penakut. Lebih jauh lagi, kesenangan atau hobinya jadi tidak berkembang. Mereka bisa mengalami kemunduran, otaknya tidak terasah sehingga daya kreativitas anak pun terbelenggu.
Rasa percaya diri sangat berpengaruh bagi tumbuhnya kreativitas anak. Anak yang percaya diri akan mudah melakukan aktualisasi diri. Harga dirinya akan naik, apalagi jika orang tua melengkapinya dengan penguatan yang positif.
Jika sudah demikian, anak semakin semangat untuk bergerak, bergerak, dan bergerak. Ide-idenya seakan mudah mengalir dan anak bebas mewujudkannya dengan rasa senang hati.
Contoh lain meningkatkan daya kreativitas melalu media sederhana adalah dengan benda yang ada di sekitar dapur. Sendok dan garpu tak hanya untuk makan saja, biarkan anak mencobanya untuk hal lain, misalnya untuk berkreasi dengan cat.
Makaroni mentah tak hanya untuk dimasak saja, tetapi anak bisa menjalinnya sebagai gelang ataupun rambut bonekanya.
Anak hanya butuh ruang bebas dan keleluasaan untuk  mengeskpresikan rasa percaya dirinya. Parents, mari stop hyperparenting.

Baca juga Bagaimana Menumbuhkan Semangat Belajar pada Anak?

Sumber : Elex Media


Enroll Now !

Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 
TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
Follow Us on Twitter
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com 


Friday, 7 July 2017

Trik Memberi Hadiah Untuk Anak Tanpa Memanjakan



HOMESCHOOLING PENA   
Setara ( SD/SMP/SMA )  
TERAKREDITASI - BAN PNF
 
Trik Memberi Hadiah Untuk Anak Tanpa Memanjakan
Sumber Gambar : Theasianparents

Homeschooling Pena Surabaya, 07 Juli 2017 

Salah satu metode mendisiplinkan anak yang banyak disarankan para ahli adalah metode pemberian hadiah dan hukuman (reward and punishment). Namun, tak bisa dipungkiri juga bila saat ini metode tersebut masih sulit diterapkan oleh banyak orangtua.
Kekawatiran bahwa kedisiplinan justru akan sulit dilaksanakan bila ada hadiah, atau malah menjadikan anak-anak manja dan materialistis, biasanya masih menghantui sebagian orangtua. Kekawatiran yang lain adalah apabila kedisiplinan menjadi tidak terwujud bila tidak ada hadiah yang menanti.
Kekhawatiran di atas memang tak bisa disalahkan, budaya pendidikan kita yang mengidentikkan disiplin dengan cara-cara militer memang membuat kita seringkali salah mengartikan maksud dari dan mencoba memahami manfaat serta tujuan dari kedisiplinan itu sendiri.

Jadi, bisakah disiplin dan pemberian hadiah berjalan beriringan?

 Antara Kedisiplinan dan Hadiah
Coba lihat sejenak daftar kegiatan yang Parents buat untuk si Kecil sebagai cara untuk mendisiplinkan mereka. Bila bersedia lebih teliti, sebetulnya ada saja celah bagi Parents untuk tetap memberikan hadiah kepada si Kecil; yaitu saat mereka bersedia melakukan sesuatu dengan sukarela.
Melalui proses tumbuh menjadi dewasa tidaklah mudah untuk semua orang; begitu pula dengan anak-anak. Bukankah masih jelas tergambar dalam ingatan betapa beratnya proses kita menjadi dewasa?
Jadi, saat anak-anak kita bertingkah laku baik mengapa kita, sebagai orangtua, tidak mencoba untuk memberikan penghargaan? Tentu saja penghargaan itu haruslah tulus, tanpa prasangka bahwa penghargaan atau hadiah akan membuat mereka menjadi manja.
Tips berikut adalah cara memberikan hadiah kepada anak tanpa membuat mereka manja atau materialistis.

Trik menyelaraskan hadiah dan pelajaran disiplin

1. Hadiahi anak-anak dengan kata-kata penuh kasih sayang

Cara yang paling  mudah untuk memberikan hadiah kepada anak-anak kita adalah dengan memberikan semangat/ dorongan, komitmen dan waktu.
Semangati dan hargai mereka meskipun mereka sesungguhnya sedang mengerjakan atau menyelesaikan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab mereka. Seperti saat meletakkan pakaian kotor di tempatnya, atau membereskan mainan mereka usai bermain.
Perlu diingat, bahwa hadiah terbaik untuk anak-anak adalah ketika mereka tahu bahwa orangtuanya menghargai apa yang telah mereka lakukan, dan bahwa mereka telah mengerjakan hal yang baik seperti  yang Anda harapkan.
Lalu bagaimana dengan sistem hadiah?

2. Gunakan sistem Reward and Punishment

Mendisiplinkan anak dengan sistem hadiah memang paling mudah diterapkan untuk semua umur. Dan sistem ini akan semakin mudah diterapkan bila mereka juga diperbolehkan untuk memilih sendiri hadiah mereka.
Hadiah seperti bintang penghargaan yang bisa mereka tukar dengan hadiah lainnya masih sangat menyenangkan dan berharga untuk anak-anak usia balita.
Parents bisa mencoba membuatkan “Tabel Perbuatan Baik”. Untuk setiap perbuatan baik yang ia lakukan, maka ia bisa mendapat satu bintang emas. Bintang tersebut nantinya bisa ia tukarkan dengan aneka hadiah seperti menonton bioskop atau semangkuk es krim.

Contoh tabel perolehan bintang.

 Dan berikut adalah beberapa ide hadiah yang bisa Parents tawarkan sebagai barter untuk bintang yang telah si Balita peroleh.
·         Jalan-jalan ke taman
·         Piknik ke Kebun Raya
·         Menonton film di rumah
Sementara untuk anak yang lebih besar, ide hadiah berikut mungkin bisa Parents coba:
·         Camping di halaman belakang
·         Memilih menu makanan
Tujuan dari sistem pemberian hadiah ini adalah memupuk sikap yang baik sebagai wujud dari penghargaan kita, -baik itu dalam bentuk materi atau hanya sekedar ucapan “terima kasih”. Dan tujuannya adalah membentuk harga diri mereka sejak usia dini.

Trik ketiga...

3. Tetap beri batasan

Meskipun begitu, tetap berhati-hatilah saat memberikan hadiah untuk semua sikap yang ia lakukan dengan benar. Jika tidak ia akan menjadi bingung apa sebenarnya maksud sistem dari pemberian hadiah, bisa saja ia bertingkah bila hadiah tidak diberikan.
Kekonsistensian orangtua sangat diperlukan. Kuatkan diri Parents saat mendengar tangis atau tingkah ngambeknya. Memang tidak mudah, tapi ingatlah, sekali Parents melunak, maka bisa si Kecil akan menggunakan taktik tersebut terus-menerus.
Ingat bahwa imbalan yang paling berarti bagi anak bila disertai kata-kata yang positif dan belaian kasih sayang. Variasi imbal balik perbuatan baik mereka juga akan membuat anak-anak terus termotivasi untuk terus berbuat baik sesuai dengan kesepakatan antara Anda dengannya.

Baca juga Bagaimana Menumbuhkan Semangat Belajar pada Anak?

Semoga bermanfaat.

Sumber : Rahayu Pawitri

Enroll Now !

Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 
TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
Follow Us on Twitter
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com 

Wednesday, 5 July 2017

Melejitkan Sikap Kritis Anak Melalui Bacaan Fiksi

HOMESCHOOLING PENA   

Setara ( SD/SMP/SMA )  
TERAKREDITASI - BAN PNF

Melejitkan Sikap Kritis Anak Melalui Bacaan Fiksi

Sumber Gambar : Theasianparents

Homechooling Pena Surabaya, 05 Juli 2017

Pertama, fasilitasi anak untuk mendapatkan bacaan yang mereka inginkan dan sukai

Anda bisa membelikan mereka buku bacaan atau mengajak anak-anak ke perpustakaan. Jika tidak sempat, Anda bisa mengunduhnya melalui gadget si kecil. Kini banyak aplikasi cerita pendek yang bisa diunduh gratis, baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris.
Sikap kritis anak bisa dibentuk melalui komik.

Kedua, bebaskan anak-anak memilih bacaan yang mereka sukai

Jangan melarang atau memaksa anak membaca suatu genre buku atau buku dari penulis tertentu. Menurut Nail Geiman, terlalu mengarahkan fiksi yang akan dibaca anak, hanya akan membuat mereka malas dan benci membaca.
Nail menegaskan, tidak ada bacaan fiksi yang tidak layak untuk anak-anak. Tidak ada penulis yang buruk untuk anak-anak. Biarkan mereka memilih dan menikmati fiksi pilihan mereka sendiri, bahkan jika mereka menginginkan komik sekalipun.

Ketiga, sediakan waktu untuk membaca bersama

Jika anak Anda sudah mahir membaca, bacalah bagian-bagian cerita secara bergantian. Kakak dan adik bisa bergantian membaca dan saling menyimak. Jika anak belum bisa membaca dengan lancar, bacakan cerita untuk mereka. Mendongenglah untuk anak-anak Anda.

Keempat, munculkan pertanyaan di tengah cerita

Sebelum membalik halaman atau masuk ke bagian baru cerita berikan pertanyaan-pertanyaan ringan. Misalnya, “Kira-kira apa yang akan terjadi selanjutnya ya?”Ini akan mengasah kemampuan berpikir anak mengenai kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi terhadap tokoh dalam cerita.

Kelima, jika Anak bertanya tentang hal yang mereka tidak mengerti di tengah cerita, jangan langsung dijawab

Kembalikan pertanyaan kepada mereka hingga mereka memiliki bayangan akan jawabannya. Misalnya,”Kira-kira menurut kakak/adik ini apa maksudnya?” Jika mereka tidak memiliki bayangan jawaban, berikan mereka gambaran pilihan. Ini akan membantu anak menemukan hal terdekat dengan jawaban pertanyaanya.

Keenam, buat pengandaian

Setelah cerita usai, mintalah anak-anak membayangkan kemungkinan lain yang bisa terjadi. Atau apa yang akan mereka lakukan jika mereka menjadi tokoh dalam cerita. Apakah mereka akan melakukan hal yang sama dengan cerita atau justru mengambil langkah berbeda?
Kemudian, lemparkan pertanyaan tersebut kepada kakak atau adik. Apakah mereka setuju dengan jawaban sebelumnya. Ini membantu mereka untuk memiliki pendapat dan sikap sendiri.

Ketujuh, tanyakan apa yang mereka sukai dan tidak sukai dari tokoh cerita

“Menurut kakak/adik boleh ga ya kita bersikap demikian? Kenapa?”. Bantu mereka melihat latar belakang munculnya sifat baik atau sifat buruk dari satu tokoh cerita. Kelak, ini akan membantu mereka menilai sesuatu dengan objektif.

Terakhir, jangan menyalahkan jawaban anak Anda

Arahkan mereka untuk mendapatkan jawaban yang benar dan bijak menilai hal-hal yang ada dalam cerita. Banyak cerita yang mengambil tokoh binatang yang cerdik dan licik. Namun bukan berarti binatang tersebut demikian adanya di dunia nyata. Jangan sampai mereka membenci binatang tertentu di dunia nyata karena mengenal tokoh binatang jahat dalam cerita.

Baca juga Peserta Didik Homeschooling bisa kuliah di PTN/PTS
Parents, semoga tips di atas dapat membantu dan bermanfaat untuk Anda.

Sumber : Della Syahni

Enroll Now !

Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 
TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
Follow Us on Twitter
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com