Thursday, 27 July 2017

Pentingnya Mengenal Dunia Belajar Anak



HOMESCHOOLING PENA   
Setara ( SD/SMP/SMA )  
TERAKREDITASI - BAN PNF

Pentingnya Mengenal Dunia Belajar Anak
Sumber Gambar :  Kesekolah


Masa anak-anak merupakan masa yang sangat penting bagi manusia, masa yang harus dilalui dalam proses hidup manusia di dunia ini, tidak ada manusia yang terlahir langsung mejadi dewasa namun yakin dan pasti bahwa semua manusia melewati masa anak-anak. Dunia belajar anak tentunya memiliki dimensi tersendiri yang terpisah dari dunia belajar orang dewasa. Anak memiliki dunianya sendiri, ini artinya orang tua harus memahami apa yang menjadi kebutuhan anak dalambelajar. Belajar tidak hanya di tempat formal anak-anak bisa mendapatkan dunia belajar mereka di rumah bersama orang tuanya.

Dalam hal mendidik, orang tua memiliki peran utama sebagi pilar penentu agar anak menjadi lebih terdidik karakternya. Memiliki anak dengan karakter yang baik tentu akan membuat bangga orang tua, karena orang tua selalu berharap untuk memiliki anak yang sesuai dengan keinginannya. Seperti kita tahu saat ini banyak sekali anak yang tidak mendapatkan perhatian lebih dari orang tua mereka justru terjerumus ke dalam lembah pergaulan yang tidak semestinya, hal ini tentu sangat merugikan dan tidak di inginkan.

Sebagai orang tua jangan pernah melepaskan peran utama untuk melakukan pengawasan yang ketat ketika anak mulai tumbuh ke usia yang lebih dewasa. Pada masa pubertas banyak tingkah laku anak yang terkadang sangat sulit untuk di pahami. Inilah yang bisa di katakan bahwa pentingnya orang tua untuk mendalami karakter dunia belajar anak agar bisa mengenallebih dalam seperti apa anak tersebut.

Meskipun anak di lahirkan oleh orang tuanya bisa saja antara mereka terjadi hubungan yang terpisahkan oleh jarak komunikasi atau kebersamaan, inilah yang mnyebabkan tidak adanya komunikasi yang baik antara anak dan orang tua. Jika hal ini terjadi tentu sangat berbahaya bagi tumbuh kembang si anak.



Baca juga Homeschooling makin jadi pilihan

Mendidik anak memang bisa menemukan banyak sekali kendala, karena anak selalu memiliki keinginan yang lebih, terkadang perdebatan antara orang tua dan anak sering terjadi akibat salah satu keinginan anak tidak direstui. Kejadian semacam ini artinya terjadi semacam kesalahan dalam mendidik anak, karena seharusnya anak memang menuruti segala kemauan orang tua dan tentunya semua keinginan bisa di bicarakan dengan baik tanpa perdebatan.

Hal yang harus di perhatihkan juga dalam mendidik anak adalah pentingnya kita mengenal dan memahami dunia anak kita dengan baik. Dengan demikian kita tahu apa yang di butuhkan atau apa yang harus kita lakukan untuk anak kita supaya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Sangat bijaksana sekali jika kita memperhatihkan dan memenuhi apa yang menjadi hak-hak dan kebutuhan anak kita.

Sumber : Josua M



Enroll Now !

Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 
TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
Follow Us on Twitter
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com 

Pentingnya Mengetahui Karakteristik Anak Usia Dini



HOMESCHOOLING PENA   
Setara ( SD/SMP/SMA )  
TERAKREDITASI - BAN PNF

Pentingnya Mengetahui Karakteristik Anak Usia Dini

Sumber Gambar : Kesekolah


Tingkah dan karakteristik anak usia dini terkadang sulit untuk dipahami dan dimengerti oleh orang sekitarnya. Bahkan kondisi tersebut seringkali membuat Anda sebagai orangtuanya merasa kesal dan salah kaprah. Dalam hal ini Anda sebagai orangtuanya harus lebih peka untuk memahami setiap karakter tersebut dalam tahap perkembangannya. Pemahaman yang utuh akan berguna untuk mengarahkan si kecil untuk meraih potensi maksimalnya. Kepekaan dan pemahaman yang tepat akan berguna dalam membangun potensi diri yang bersifat positif dalam diri anak.

Pola asuh dalam keluarga akan mempengaruhi dalam segala aspek perkembangan anak usia dini. Di sisi lain, pola asuh akan menentukan kecerdasan anak serta kemampuan interaksi sosialnya. Anak usia dini dalam rentang usia yang berbeda tentunya membutuhkan perlakuan serta pola asuh yang berbeda pula. Pada dasarnya anak usia dini memiliki sisi pribadi yang unik dan menarik bagi setiap orang disekitarnya. Tingkah polanya yang begitu unik akan menambah suasana keceriaan di dalam keluarga. Meskipun terkadang sikap tersebut membuat Anda kesal.

Berikut gambaran karateristik anak usia dini:
1. Memiliki karakter unik

Karakter setiap anak tentunya berbeda-beda dan memiliki ciri khas masing-masing. Meskipun sebenarnya memiliki pola perkembangan yang sama tapi setiap anak memiliki ciri khas yang berbeda-beda. Hal ini tentunya berasal dari faktor genetic serta lingkungan. Dalam hal ini Anda sebagai orangtuanya harus menerapkan pendekatan secara individual.

2. Memiliki rasa ingin tahu tinggi
Rasa ingin tahu anak usia dini terbilang cukup tinggi. Si kecil cenderung memiliki rasa ingin tahu terhadap berbagi hal baru yang ada di sekitarnya. Secara umum si kecil lebih suka bereksplor akan hal-hal yang baru ditemuinya. Ketika si kecil sudah mampu berbicara, biasanya akan memunculkan banyak pertanyaan sederhana yang terkadang membingungkan Anda sebagai orangtuanya.

3. Waktu yang tepat untuk belajar
Pada usia dini merupakan usia yang paling baik untuk belajar. Dengan kata lain anak usia dini lebih sering disebut dengan istilah golden age. Nah, dalam rentang usia tersebut anak mengalami masa pertumbuhan yang pesat dalam segala aspek. Dalam hal ini Anda perlu memberikan stimulasi atau rangsangan untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya.

4. Daya imajinasi tinggi
Imajinasi dan fantasi adalah salah satu kemampuan dalam membentuk tanggapan baru. Imajinasi merupakan kemampuan anak untuk menciptakan objek tanpa didukung fakta secara nyata. Biasanya anak usia dini lebih suka membayangkan berbagai hal yang melampaui batas nalar. Mereka cenderung lebih suka hal-hal yang bersifat imajinatif.

5. Sikap egosentris
Anak pada usia dini cenderung lebih egosentris dalam memandang segala hal. Si kecil lebih cenderung melihat segala sesuatunya dari sudut pandang sendiri dan cenderung mengabaikan sudut pandang orang lain.

Baca juga Bagaimana Menumbuhkan Semangat Belajar pada Anak?

Dengan memahami karakteristik-karakteristik umum yang dimiliki oleh anak, tentunya orangtua tidak akan salah lagi dalam menangani anak. Orang tua jangan terlalu banyak melarang dan mengekang anak untuk berekspresi karena dengan merusak atau mengotori sesuatu. Akan tetapi orang tua bertugas untuk mengarahkan dan menggali semua potensi pada anak usia dini sehingga nantinya potensi mereka dapat berkmbang secara maksimal.

Sumber : Josua M



Enroll Now !

Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 
TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
Follow Us on Twitter
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com 

Tuesday, 25 July 2017

Mengapa Perlu Mendengarkan Anak? Ini Alasannya...


HOMESCHOOLING PENA   
Setara ( SD/SMP/SMA )  
TERAKREDITASI - BAN PNF
Mengapa Perlu Mendengarkan Anak? Ini Alasannya...

Sumber Gambar : Kesekolah


Anak butuh didengarkan. Anak menginginkan perhatian dan sikap menghargai dari orang dewasa ketika ia tengah berbicara. Orang dewasa yang tidak mendengarkan dan menanggapi anak ketika sedang berbicara, maka anak merekam cara orang dewasa ini, dan akibatnya anak menjadi malas berbicara. Padahal penting untuk orang tua mendengarkan anak, mendengarkan memberikan keuntungan bagi orang tua untuk mengetahui tentang perasaan dan emosi anak. Sebab, jika emosi anak diabaikan bisa berdampak buruk pada perkembangan psikologisnya. Anak merasa tersisihkan, kesepian hingga menimbulkan depresi pada anak.

Anak ingin agar diakui keberadaannya oleh orang tua. Seringkali, anak dikeluhkan tidak mau patuh dan mendengarkan. Padahal, ketika diamati, perilaku anak yang tidak suka mendengarkan omongan orang tua didugakarena orang tua yang mencontohkan. Yaitu, jarang mendengar pendapat anak. Membiasakan diri mendengarkan anak, akan memberikan banyak manfaat.

Mengakui perasaan anak
Mendengarkan anak adalah bentuk dari orang tua mengakui perasaan anak. Ketika orang tua cenderung mengabaikan celoteh anak dan tidak mendengarkan, anak akan mencari cara mencuri perhatian orang tua, misal dengan gemar melempar barang. Anak juga akan menunjukkan perilaku yang negatif ke arah tantrum sepanjang hari. Tantrum pada anakdisebabkan karena ada keinginan yang tidak terpenuhi atau anak sulit mengungkapkan keinginan dirinya.

Mengetahui kondisi anak
Cara mudah untuk mengetahui kondisi fisik dan psikologis anak dalam kondisi sehat adalah dengan mendengarkan. Jadilah pendengar yang baik bagi anak. Saat anak bercerita, perhatikan bahasa tubuhnya.

Kedekatan emosional
Bila, orang tua sabar mendengarkan cerita dan membiarkan anak mengungkapkan pendapatannya akan memberikan keuntungan kedekatan emosional yang kuat. Anak merasa aman dan bisa mengandalkan Anda, sebagai orang tua yang memberikan dukungan positif.

Dipercaya anak
Ketika anak mengalami kendala atau masalah dalam keseharian, orang tua akan menjadi tempat pertama bercerita. Ini karena Anda membiasakan untuk memasang telinga dan menyimak cerita anak. Perasaan nyaman dan terlindungi akan dirasakan anak, ketika orang tua mau mendengarkan keluh kesahnya. Agar komunikasi dua arah ini efektif, orang tua juga perlu memperhatikan sikap tubuh ketika mendengarkan anak. Posisi jangan lebih tinggi dari anak, usahakan untuk sejajar agar kontak mata dengan anak tetap terjaga. Berikan respons dengan perubahan mimik wajah. Saran, penting untuk memberikan senyum ketika anak berbagi pengalaman yang menyenangkan atau memeluk saat anak menceritakan kesedihannya.

Baca juga Bagaimana Menumbuhkan Semangat Belajar pada Anak?

Dengan selalu melakukan komunikasi yang baik, akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan anak di masa depan. Caranya? Mulailah untuk mendengarkan anak dengan sabar.

Sumber : Josua M



Enroll Now !

Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 
TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
Follow Us on Twitter
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com 

Cara Menghadapi dan Menghilangkan "Bullying"



HOMESCHOOLING PENA   
Setara ( SD/SMP/SMA )  
TERAKREDITASI - BAN PNF

Cara Menghadapi dan Menghilangkan "Bullying"

 Sumber Gambar : Kesekolah


Bullying dapat menimbulkan efek negatif diantara para siswa. Bullying dapat mengakibatkan masalah serius kepada semua yang terkait dalam hal itu. Artikel ini akan mengajarkan cara untuk mengidentifikasi bullying dan membantu menyelesaikan dari akar masalahnya.

Menyadari dan Mengidentifikasi Bullying

Intimidasi kadang tidak terpantau oleh kita. Kebanyakan karakteristik yang nyata seperti dominasi, impulsive, pembangkangan, dan kemaharan. Pembicaraan siswa dengan siswa dapat sangat cepat mengidentifikasi pelaku intimidasi dan korbannya, tetapi pembicaraan siswa ke guru sangat berharga juga. Akhirnya, siswa yang nakal di kelas atau yang membangkang biasanya menargetkan teman sekelas mereka dengan perilaku yang sama.

Kebanyakan pelaku bullying biasanya termasuk mantan korban bullying yang mencari kekuatan dengan membully korban lain. Beberapa pelaku bullying, biasanya dilabeli status siswa popular di sekolah, secara berkelanjutan dapat meningkatkan egonya dengan cara membully orang lain.

Menghadapai Pelaku Bullying

Ketika tercium indikasi adanya bullying di sekolah, hal itu harus segera dihentikan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Memberi perhatian lebih terhadap perilaku siswa adalah salah satu cara mendeteksi bullying.

1. Mengambil langkah cepat: Jika seorang siswa terlihat seperti pelaku bullying, jangan buang waktu tindakan tersebut harus segera dihentikan untuk menghindari bahaya yang lebih besar.

2. Hindari Intervensi: Dalam beberapa situasi, lebih bijak untuk membawa konflik ini bersama untuk dicari solusinya. Ini bukan merupakan strategi yang baik dalam situasi bullying. Pelaku dan korbannya harus diberikan konsultasi secara pribadi untuk menghindari keadaan yang memalukan dan masalah yang akan terjadi kepada korban.

3. Jangan Menghakimi: Mudah memang untuk membantu di sisi korban, tetapi para pelaku perlu di dengar dan dihormati. Dengarkan masalah dari sisi mereka dan menahan diri dari pengambilan keputusan sebelum mereka selesai berbicara. Siswa mungkin melakukan bully untuk menutupi masalah yang terjadi pada dirinya. Dengarkan dengan empati dapat membuat mereka menemukan solusi yang membangun untuk masalah pribadinya. Bagaimanapun, menyelesaikan masalah mereka membutuhkan bantuan dari pihak luar seperti psikolog atau terapis.

4. Rubah Pola Pikir Korban Bully: Memberikan hukuman kepada pelaku bully mungkin strategi paling logis, tetapi memberi saran dan nasihat kepada korban bully juga dapat memecahkan masalah.

Baca juga Homeschooling makin jadi pilihan

Kesimpulan

Bullying adalah masalah umum yang terjadi di sekolah-sekolah, tetapi sekarang saatnya untuk berhenti. Kita tidak seharusnya lagi mengandalkan strategi-strategi yang menawarkan perbaikan cepat pada situasi ini. Untuk membuat perubahan bullying harus diatasi dari akarnya.

Sumber : Josua M


Enroll Now !

Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 
TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
Follow Us on Twitter
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com