Friday, 24 June 2016

TIPS CARA BELAJAR YANG SERU


HOMESCHOOLING PENA
Setara ( SD/SMP/SMA ) 
TERAKREDITASI - BAN PNF

TIPS CARA BELAJAR YANG SERU 

 1. Bermain Sambil Belajar

cara ini adalah cara ambuh untuh mengajarkan anak belajar. Terutama anak kecil. Tapi janga terbalik istilahnya menjadi belajar sambil bermain, nanti artinyapun akan berubah menjadi mainan terus. Nah, contohnya adalah ajaklah anak belajar di tempat terbuka dan berilah pelajaran tentang benda-benda yang ada di sekitarnya. 


 2. Hindari memakai kata jangan

kata jangan akan terus terbayang di pikiran anak. Itu membuat anak tidak dapat berfikir dengan optimal."





    3. Pakailah spidolatau kapur berwarna-warni. 

ini dapat membuat anak lebih bersemangat dalam belajar. Karena ditulis dan diterangkan dengan banyak warna dan berwarna-warni pelajaran akan mudah diingat dan dimengerti oleh anak.


 4. Berilah kata-kata yang mudah diingat.  

anak akan lebih mudah mengingatndan mengerti pelajaran yang sulit dangan kata-kata yang lucu,seru,dan bagus. Contohnya adalah dengan memberi singkatan yang lucu dan diberikan juga keterangannya."
contoh : AWAN SUka mEneKAN JANgkA
artinya :
awan, suhu, kelembaban, tekanan udara, hujan, angin  

5. Selangi waktu belajar dengan keseruan yang dapat merefresh otak dan pikiran.

cara ini adalah cara yang paling simple dari semua cara di atas. contohnya adalah dengan berfoto-foto, makan makanan ringan, dan mendengarkan musik atau dengan menonton TV sebentar.


Mungkin cara-cara di atas dapat bermanfaat bagi anda dan anda dapat mempraktikannya

Enroll Now !
Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 

TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360

Follow Us on Twitter

Available on Google Play Store
        

Thursday, 23 June 2016

anak menjadi pesimis, kurang percaya diri, dan kurang mandiri ? apa penyebabnya ?


Penyebab Anak Menjadi  Pesimis, 
Kurang Percaya Diri dan Kurang Mandiri

        Seorang anak menari  di atas panggung  dengan penuh semangat dan percaya diri. Dia  menari  bersama teman-temannya dengan ceria, sambil melambaikan tangan kepada kepada orang tuanya. Anda mungkin bisa menebak, bagaimana perasaan  orang tua memiliki anak yang seperti  itu. Penuh semangat,  percaya  diri,  banyak disukai orang, dan punya banyak teman. Wah… Lengkap sudah sifat baik sang anak yang menjadi  idaman sebagian besar orang tua.
    Namun bagaimana bila kita  memiliki anak yang pesims,  kurang percaya diri, dan kurang mandiri? Apa-apa harus ditemeni. Melakukan ini tidak bisa, dan harus dilakukan oleh orang tuanya. Sungguh sifat  yang sangat bertolak belakang dari sifat  anak yang pertama.
    Namun tiada asap  tanpa api. Bila  kita memiliki  anak seperti contoh yang kedua, jangan berkecil hati.  Kita harus mencegahnya. Namun sebelum  mencegahnya tentu kita harus tahu sebabnya. Bila kita sudah tahu sebabnya, tentu akan menjadi lebih mudah mengatasinya ataupun “menyembuhkannya.”

1. Sering ditakut-takuti
 
Apakah kita pernah, atau  bahkan sering menakut-nakuti anak saat “menasihati” mereka? Misalnya dengan mengatakan,”Nak… Jangan masuk ke dalam ruangan itu,  di sana banyak kecoak. Nanti digigit lho… .” Mungkin sang anak akan langsung menuruti apa yang kita katakan. Namun mungkin kita tidak pernah  berpikir efek negatifnya,  Hal-hal yang berbau  “menakut-nakuti” tersebut, ternyata bisa menjadi salah satu penyebab anak memiliki  sifat pesimis.  Bila kita mengalami kasus di atas, alangkah lebih baik bila kita menggunakan kata-kata yang tidak bersifat menakut-nakuti, misalnya dengan mengatakan,”Nak… Main di sini saja. Di sini kan tempatnya  lebih luas dan lebih terang.”  Pokonya, hindari kata-kata yang berbau menakut-nakuti deh.

2. Kita sendiri mudah cemas dan takut
 
Ternyata, secara tidak sadar, diri kitalah yang menjadi penyebab anak menjadi pesimis. Misalnya saat kita sedang merebus air. Lalu  waktu airnya  masak, kita berlari untuk mematikan kompor, sampai mengagetkan anak. Anak yang sering dikagetin meskipun itu secara tidak sengaja, dan sering melihat orang tuanya  cemas, juga bisa menjadi salah satu penyebab anak menjadi pesimis dan kurang percaya diri. Logikanya sih, kalau kita sendiri kurang bisa mendamaikan hati sendiri, bagaimana bisa mendamaikan hati orang lain? Jadi marilah kita belajar menjadi tenang dalam menghadapi segala apa pun yang terjadi dalam kehidupan kita. Banyak berdoa, beribadah, mau memaafkan, tidak suka membenci orang, dan segala sifat baik, bisa membuat hati kita menjadi tenang. Sudahkah itu kita miliki?

3. Anak Sering Dimarahi, Dilarang, dan Diejek
 
Saya pernah melihat seorang anak membantu mamanya yang sedang sibuk mempersiapkan sebuah acara di rumahnya. Karena melihat beberapa orang dewasa dan mamanya sibuk memindahkan piring dari  satu ruangan ke ruangan yang lain, sang  anak pun tanpa disuruh segera membantu mamanya dengan melakukan hal yang sama. Apa yang terjadi? Saat melihat anaknya membawa piring, meski tidak terlalu banyak, sang mama langsung marah dan mengatakan,”Nanti kalau pecah gimana? Nanti kalau menjatuhi kakimu gimana?” Sang anak pun menangis karena dimarahi. Entah apa yang ada di dalam hati sang anak saat  itu. Saya  saat melihat  kejadian itu langsung  menebak kalau sebenernya sang anak hanya ingin membantu mamanya yang kelihatan capek karena memindahkan piring, dan sang anak hanya ingin membantu.  Bila itu yang ada di dalam hati sang anak, tentu sang anak merasa sangat sedih dan bingung karena dia baru tahu kalau membantu orang itu adalah sebuah kesalahan. Di lain waktu, bisa jadi sang anak menjadi takut membantu sang mama dan melakukan hal-hal yang lain yang dia rasa “ berbahaya”. Jadi bila anda menghadapi situasi  yang sama, akan lebih  baik bila anda meminta  sang anak untuk membantu malakukan hal yang lain, misalnya memindahkan sendok atau hal-hal lain yang mudah dilakukan untuk seorang anak, dan diusahakan tidak memakai “marah”.

4. Sikap Orang Tua Terlalu memanjakan
 
Membantu sang anak untuk melakukan sesuatu bukanlah sebuah kesalahan. Namun bisa menjadi sebuah kesalahan bila kita lupa bahwa anak juga perlu  berlatih melakukan banyak hal. Misalnya, memakai sepatu, memakai  baju, makan, dll. Kita harus melatih anak untuk bisa melakukan hal itu. Jangan sampai semua itu kita atau pembantu kita yang melakukan. Yang pasti kita  harus tahu, kapan kita harus membantu sang anak, dan kapan kita harus mendidik dan melatih sang anak untuk bisa melakukan “hal-hal sepele” tersebut sendiri. Jangan sampai hanya karena kita ingin memanjakan sang anak, kita menjadi lupa bahwa anak-anak juga butuh belajar melakukan sesuatu secara mandiri.

5. Menuruti Segala Kemauan Sang Anak
 
Banyak orang menjadi sukses karena memiliki motivasi. Misalnya karena ingin punya uang banyak, ingin membantu keluarga, ingin berguna bagi banyak orang, dan  lain-lain. Motivasi yang tumbuh dari dalam diri itulah yang banyak membuat orang menjadi sukses di jaman yang penuh persaingan ini. Bila kita terlalu sering menuruti kemauan sang anak, misalnya minta ini dan itu selalu dibelikan atau dipenuhi, maka anak menjadi kurang terbiasa untuk memotivasi diri sendiri. Mari kita belajar dari  orang-orang sukses yang pandai dalam memotivasi diri sendiri tersebut, dengan tidak melulu memenuhi permintaan sang anak, apalagi permintaan yang kurang menunjang masa depan mereka.


6. Perbanyak Memuji dan Memotivasi

Agar Anak Bisa Selalu Konsentrasi Dalam Belajar

TIPS MENINGKATKAN DAYA KONSENTRASI ANAK KETIKA BELAJAR



restasi seorang anak, sangat ditentukan oleh beberapa hal. Salah satunya adalah kemampuan berkonsentrasi. Kecerdasan seorang anak, terutama yang masih di bawah 12 tahun, tidak akan memberikan banyak manfaat bila sang anak memiliki kekurangan dalam hal kemampuan berkonsentrasi. Hmmm… Gawat juga ya? Jadi anda juga jangan langsung berpikir bahwa buah hati anda memiliki tingkat kecerdasan yang rendah bila buah hati anda jarang mendapat nilai yang baik. Siapa tahu buah hati anda termasuk anak yang cerdas, hanya saja susah berkonsentrasi saat mengikuti pelajaran di sekolah.
Lalu bagaimana untuk mengatasi hal ini? Saya akan memberikan beberapa pengalaman saya, tentang bagaimana cara yang baik, agar anda bisa menjadi orang tua yang lebih positif dan kreatif. Dalam kasus ini adalah cara mengajarkan kepada sang buah hati supaya memiliki kemampuan konsentrasi yang yang baik. 
 
1. Melatih anak untuk hidup mandiri. 
 
Kemandirian berhubungan erat dengan aktivitas tubuh. Seperti sebuah komputer yang tidak pernah digunakan. Maka akan ada kemungkinan terjadi kerusakan-kerusakan pada beberapa komponennya, salah satu sebabnya .... karena karatan. Apalagi kalau bagian komponen yang diserang ada di dalam CPU, maka computer bisa matot (mati total). Seperti halnya dengan tubuh kita. Bila tubuh kita terlalu dimanja atau terlalu banyak dibiarkan menganggur, maka aktivitas otak kita pun akan menurun. Bila otak jarang beraktivitas, maka fungsi dan kemampuan beberapa bagian otak pun akan menurun. Hal ini bisa menyebabkan sulitnya berkonsentrasi, karena pikiran terlalu sering dibiarkan kosong dan tidak berfungsi. Bila anda terlalu memanjakan anak dan tidak membiasakan buah hati anda untuk hidup mandiri, serta lebih sering meminta si mbak untuk membantu buah hati anda, sebaiknya mulai sekarang latihlah buah hati anda untuk belajar hidup mandiri.

2.  Berikan perhatian yang cukup

Sudah cukupkah perhatian yang anda berikan pada buah hati anda? Perhatian sangatlah penting bagi buah hati anda. Seperti seorang anak yang tidak pernah diberi makan yang cukup di rumah, maka di luar rumah dia akan sering meminta-minta makanan di luar rumah. Begitu juga dengan buah hati anda. Bila perhatian yang anda berikan sangatlah kurang, maka dia akan lebih sering mencari perhatian di luar rumah. Bila buah hati anda sedang berada di lingkungan sekolah, maka buah hati anda pun akan lebih sering meminta perhatian di sekolah. Di saat jam pelajaran sekolah, buah hati anda (yang masih labil) secara otomatis akan berusaha mencari pemenuhan kebutuhan perhatian. Salah satu caranya adalah dengan mengganggu teman yang lain, atau mengajak teman satu kelasnya mengobrol. Perhatian yang cukup, juga sangat penting agar buah hati anda terlindung dari segala macam kecelakaan, misalnya kepala terantuk, kaki cedera, dll. Karena hal ini juga bisa mengakibatkan seorang anak menjadi susah berkonsentrasi dalam pelajaran.
3.  Jangan Biarkan Anak Terbebani Dengan Aktivitas Yang Tidak Disukai.

Ada kalanya kita memberikan segala sesuatu yang disukai sang buah hati, misalnya memberikan dia uang saku, membelikan mainan yang dia minta, dll. Namun ada kalanya kita harus memberikan sesuatu yang tidak dia sukai, misalnya memberikan macam-macam bimbingan belajar atau melakukan pekerjaan rumah. Dalam hal ini sangat dibutuhkan peran orang tua dalam memperhatikan buah hati anda, sehingga orang tua bisa tahu porsi yang harus diberikan kepada sang buah hati. Bila buah hati anda merasa terbebani dengan segala aktivitas yang tidak disukai, maka anda hari segera mengambil langkah, yaitu dengan mengurangi kegiatan-kegiatan yang tidak disukai, atau mengarahkan ke kegiatan-kegiatan yang disukai. Misalnya, bila anda sebelumnya meminta buah hati anda untuk mengikuti les piano, padahal dia tidak suka, maka anda alangkah lebih baik bila anda menghentikan les piano tersebut. Bila buah hati anda lebih menyukai les gitar, maka anda bisa mengarahkan buah hati anda untuk mengkuti les gitar. Banyak orang menginginkan hobinya menjadi sebuah pekerjaan. Dalam hal ini, anda sebagai orang tua harus pandai-pandai melihat potensi anak dan kesukaannya, lalu mengarahkannya buah hati anda agar potensi yang dia sukai tersbut menjadi sebuah kegiatan yang positif, berguna untuk masa depan, dan tentunya dilakukan tanpa beban. Selain itu, istirahat yang cukup juga sangat penting untuk pemulihan stamina buah hati anda. Jangan biarkan buah hati anda tidur terlalu malam atau belajar terlalu keras sehingga lupa istirahat, karena hal ini justru bisa mengganggu konsentrasi anak dalam menerima pelajaran yang dijelaskan oleh guru di sekolah.
4.  Perhatikan Pola Makanan

Pola makan sangat berpengaruh terhadapt tingkah laku anak. Usahakan buah hati anda menghindari makanan yang mengandung bahan perwarna, vetsin, kafein, dan zat-zat pengawet. Perbanyak makan buah dan sayur akan sangat berguna untuk menunjang kesegaran dan kesehatan tubuh buah hati anda. Dalam usia yang masih sangat belia, usahakan agar buah hati anda menghindari penggunaan paparan logam berat seperti tambalan gigi dari amalgam, kawat gigi dari nikel, dll.
 

5.  Berikan Hiburan Yang Cukup, Menyenangkan, dan Bermanfaat.

Kebahagiaan adalah sesuatu hal yang diinginkan banyak orang. Dalam diri seorang anak, setiap saat dalam hidupnya selalu ingin diisi dengan keceriaan. Maka sebagai orang tua, jangan lupa memberikan hiburan yang cukup bagi buah hati anda. Supaya buah hati anda tidak merasa tertekan dengan segala aktivitas yang banyak menyita waktu dan tenaga. Luangkan waktu anda sekeluarga untuk berlibur, minimal jalan-jalan ke mall terdekat di rumah anda. Hiburan akan menjadi sangat bernilai bila diisi dengan sesuatu yang bermanfaat, misalnya permaianan belajar bahasa Inggris, atau membuka situs-situs internet tentang pendidikan. Bila dihubungkan dengan konsentrasi anak dalam belajar, permainan yang baik adalah catur, bermain alat musik, atau sekedar mendengarkan musik.

Wednesday, 22 June 2016

Bagaimana Tips Guru Agar Disukai Siswanya ? Berikut Tipsnya

8 Tips agar Guru Disukai Siswa

Tidak mudah untuk menjadi seorang guru apalagi jika kita ingin kehadiran kita di hadapan siswa menyenangkan, romantis, inspiratif, dan menjadi teladan. Secara administratif untuk menjadi seorang guru anda harus melalui dan memenuhi semua persyaratan yang diperlukan misalnya kualifikasi pendidikan yang dimiliki harus jenis pendidikan ‘ilmu keguruan’. Namun secara real di lapangan siapapun bisa menjadi guru. Jarang sekali atau mungkin belum pernah terjadi ada orang yang menjadi guru karena mendapat anugerah atau pemberian orang lain. Seandainyapun ada, toh sicalon guru juga yang harus memilih bersedia atau tidak untuk menerima jabatan itu.

Jarang sekali atau mungkin belum pernah terjadi ada orang yang menjadi guru karena mendapat anugerah atau pemberian orang lain. Seandainyapun ada, toh sicalon guru juga yang harus memilih bersedia atau tidak untuk menerima jabatan itu. Setelah menjadi seorang guru, anda harus mengetahui atau bila perlu memiliki ciri-ciri guru yang paling disukai siswa.
teacher-with-kids-in-front-of-chalk-board-290x193

Berikut ini adalah 8 ciri guru yang paling disukai siswa. Maaf, ini merupakan pengalaman pribadi yang pernah kualami sendiri.

1. Mudah tersenyum

Siswa paling suka kepada guru yang mudah tersenyum. Lebih menyenangkan lagi jika senyuman tersebut diselingi dengan sapaan. Guru yang ‘mahal’ senyum akan terkesan sangar dan sudah pasti tidak disukai siswa. Satu pesan buat anda, walaupun siswa suka dengan guru yang mudah tersenyum, jangan terlalu mengumbar senyum apalagi sampai senyum-senyum sendiri tanpa ada orang lain di sekitar anda !

2. Humoris

Belajar dengan serius memang harus diutamakan. Tetapi jika dalam penyampaian materi
ajar yang dilakukan guru terlalu serius maka yang terjadi adalah siswa menjadi bosan. Akibatnya tujuan pembelajaran yang telah dicanangkan bisa-bisa tidak tercapai. Selingi dengan humor ringan (jangan yang berat, anda bukan pelawak) ketika anda menyampaikan materi yang serius agar pembelajaran menjadi mengasyikkan dan siswa anda tetap fresh.

3. Menguasai bahan ajar

Rupanya ada guru yang kurang/tidak menguasai bahan ajar? Ada ! Tanya saja pada diri kita sendiri, terus jawab saja sendiri-sendiri (canda). Jujur, kita pasti pernah menemukan sosok guru yang sedang menyampaikan bahan ajar di depan kelas dengan bolak-balik melihat ke buku atau catatan yang ada di mejanya. Menurut anda, bagaimana penilaian siswa terhadap guru yang demikian?

4. Menjawab semua pertanyaan siswa

Rupanya ada guru yang tidak mampu menjawab semua pertanyaan siswa? Ada ! Dia mampu menjawab tapi jawaban yang diberikan tidak meyakinkan siswa malah membuatnya bingung. Jangan sampai mahkluk yang membuat siswa kita tak nyaman (bingung) membuat kita tidak disukainya. Lantas bagaimana cara agar semua pertanyaan siswa dapat kita jawab? Jika anda tak mampu menjawab lemparkan pertanyaan tadi kepada seluruh siswa yang ada di kelas anda. Kalau tak terjawab juga, jadikan PR, sementara itu anda boleh mencari jawabannya lewat teman atau meneruskan pertanyaan ke saudara kita, wak Google!

5. Berpenampilan menarik

Rupanya ada guru yang punya penampilan tidak menarik? Ada! Contohnya Aku, Aku hanya tampil menarik di hadapan guru honor kami yang masih belia dan cantik! (canda). Tampillah ‘gagah’ di hadapan siswa anda. Jangan nampak membungkuk, lamban, seperti tak mandi pagi dsb. Anda seorang guru tentu pernah ‘dicekoki’ dengan materi pelayanan prima. Praktekkan! Jangan hanya di depan rekan sejawat atau dengan masyarakat sekitar tapi lakukan di hadapan siswa anda, mudah-mudahan anda akan menjadi guru yang di nantikan siswa jika anda tidak hadir ke sekolah karena alasan tertentu.

6. Menyampaikan materi lewat permainan

Rupanya? Jangan dilanjutkan. Aku pernah membuat survey di kelasku dengan mengajukan beberapa pertanyaan sederhana, diantaranya : “Pelajaran apa yang paling kamu sukai?” Apa jawaban dari mereka? Tanpa sengaja mereka sepakat : “Penjas, Pak!” Kusimpulkan bahwa ternyata mereka lebih menyukai pelajaran yang disampaikan lewat permainan. Tantangan buat anda, ciptakanlah teknik pembelajaran yang dalam cara menyampaikan materinya dilakukan lewat permainan. Ingat! Bukan belajar sambil bermain, tapi bermain untuk belajar yang benar-benar untuk belajar. Kalau anda belum mampu menemukan teknik yang tepat seperti halnya saya, sekurang-kurangnya sekali dalam seminggu ajak keluar semua siswa anda. Sebagai tahap awal lakukan proses pembelajaran dengan suasana santai misalnya di bawah pohon. Sayangnya cara seperti ini hanya sesuai untuk jumlah siswa yang relatif sedikit.

7. Memeriksa setiap tugas yang telah diberikan

Periksalah setiap tugas yang anda berikan kepada siswa, jangan menunda, walaupun kerja tersebut terasa memuakkan. Hargai jerih payah mereka. Berikan pujian dan penghargaan yang wajar kepada siswa anda yang berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik. Jangan sekali-kali membunuhnya dengan mengatakan langsung kepadanya bahwa dia ‘bodoh’ ketika hasil kerjanya jeblok, mungkin cara anda menyampaikan materi belum sesuai untuknya. Anggap saja dia sedang lamloud (lambat louding).

8. Bertanggung jawab (berwibawa)

Bagian yang terakhir ini gampang-gampang susah karena tanggung jawab yang sudah kental biasanya agak sulit dipertahankan dan gampang mengendor. Ada guru yang tidak bertanggung jawab? Tidak! Semua guru bertanggung jawab. Tapi besar kecilnya tanggung jawab, itulah yang menjadi persoalan. Bertanggung jawablah anda pada hal-hal kecil dan besar yang anda lakukan. Mintalah maaf kepada siswa anda jika anda merasa melakukan kesalahan. Meminta maaf tidak menurunkan wibawa anda sebagai guru. Beritahukan alasan anda dengan rasa kesal dan jujur ketika anda tidak dapat mengisi kelas atas sebab tertentu. Jadilah guru yang dirindukan siswa anda, dihormati siswa anda, bukannya ‘ditakuti’ mereka.

Peran Guru dalam Proses Pembelajaran

Peran Guru sebagai Motivator dalam Proses Pembelajaran

Proses pembelajaran akan berhasil manakala siswa mempunyai motivasi dalam belajar. Oleh sebab itu, guru perlu menumbuhkan motivasi belajar siswa. Untuk memperoleh hasil belajar yang optimal, guru dituntut kreatif membangkitkan motivasi belajar siswa, sehingga terbentuk perilaku belajar siswa yang efektif.
Dalam perspektif manajemen maupun psikologi, kita dapat menjumpai beberapa teori tentang motivasi (motivation) dan pemotivasian (motivating) yang diharapkan dapat membantu para manajer (baca: guru) untuk mengembangkan keterampilannya dalam memotivasi para siswanya agar menunjukkan prestasi belajar atau kinerjanya secara unggul. Kendati demikian, dalam praktiknya memang harus diakui bahwa upaya untuk menerapkan teori-teori tersebut atau dengan kata lain untuk dapat menjadi seorang motivator yang hebat bukanlah hal yang sederhana, mengingat begitu kompleksnya masalah-masalah yang berkaitan dengan perilaku individu (siswa), baik yang terkait dengan faktor-faktor internal dari individu itu sendiri maupun keadaan eksternal yang mempengaruhinya.
beberapa petunjuk umum bagi guru dalam rangka meningkatkan motivasi belajar siswa

1. Memperjelas tujuan yang ingin dicapai.

Tujuan yang jelas dapat membuat siswa paham ke arah mana ia ingin dibawa. Pemahaman siswa tentang tujuan pembelajaran dapat menumbuhkan minat siswa untuk belajar yang pada gilirannya dapat meningkatkan motivasi belajar mereka. Semakin jelas tujuan yang ingin dicapai, maka akan semakin kuat motivasi belajar siswa. Oleh sebab itu, sebelum proses pembelajaran dimulai hendaknya guru menjelaskan terlebih dulu tujuan yang ingin dicapai. Dalam hal ini, para siswa pun seyogyanya dapat dilibatkan untuk bersama-sama merumuskan tujuan belajar beserta cara-cara untuk mencapainya.

2. Membangkitkan minat siswa.

Siswa akan terdorong untuk belajar manakala mereka memiliki minat untuk belajar. Oleh sebab itu, mengembangkan minat belajar siswa merupakan salah satu teknik dalam mengembangkan motivasi belajar. Beberapa cara dapat dilakukan untuk membangkitkan minat belajar siswa, diantaranya :
  • Hubungkan bahan pelajaran yang akan diajarkan dengan kebutuhan siswa. Minat siswa akan tumbuh manakala ia dapat menangkap bahwa materi pelajaran itu berguna untuk kehidupannya. Dengan demikian guru perlu enjelaskan keterkaitan materi pelajaran dengan kebutuhan siswa.
  • Sesuaikan materi pelajaran dengan tingkat pengalaman dan kemampuan siswa. Materi pelaaran yang terlalu sulit untuk dipelajari atau materi pelajaran yang jauh dari pengalaman siswa, akan tidak diminati oleh siswa. Materi pelajaran yang terlalu sulit tidak akan dapat diikuti dengan baik, yang dapat menimbulkan siswa akan gagal mencapai hasil yang optimal; dan kegagalan itu dapat membunuh minat siswa untuk belajar. Biasanya minat siswa akan tumbuh kalau ia mendapatkan kesuksesan dalam belajar.
  • Gunakan berbagai model dan strategi pembelajaran secara bervariasi, misalnya diskusi, kerja kelompok, eksperimen, demonstrasi, dan lain-lain.
3. Ciptakan suasana yang menyenangkan dalam belajar.

Siswa hanya mungkin dapat belajar dengan baik manakala ada dalam suasana yang menyenangkan, merasa aman, bebas dari rasa takut. Usahakan agar kelas selamanya dalam suasana hidup dan segar, terbebas dari rasa tegang. Untuk itu guru sekali-sekali dapat melakukan hal-hal yang lucu.

4. Berilah pujian yang wajar terhadap setiap keberhasilan siswa.

Motivasi akan tumbuh manakala siswa merasa dihargai. Memberikan pujian yang wajar merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memberikan penghargaan. Pujian tidak selamanya harus dengan kata-kata. Pujian sebagain penghargaan dapat dilakukan dengan isyarat, misalnya senyuman dan anggukan yang wajar, atau mungkin dengan tatapan mata yang meyakinkan.

5. Berikan penilaian.

Banyak siswa yang belajar karena ingin memperoleh nilai bagus. Untuk itu mereka belajar dengan giat. Bagi sebagian siswa nilai dapat menjadi motivasi yang kuat untuk belajar. Oleh karena itu, penilaian harus dilakukan dengan segera agar siswa secepat mungkin mengetahui hasil kerjanya. Penilaian harus dilakukan secara objektif sesuai dengan kemampuan siswa masing-masing.

6. Berilah komentar terhadap hasil pekerjaan siswa.

Siswa butuh penghargaan. Penghargaan bisa dilakukan dengan memberikan komentar positif. Setelah siswa selesai mengerjakan suatu tugas, sebaiknya berikan komentar secepatnya, misalnya dengan memberikan tulisan “bagus” atau “teruskan pekerjaanmu” dan lain sebagainya. Komentar yang positif dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.

7. Ciptakan persaingan dan kerja sama.

Persaingan yang sehat dapat memberikan pengaruh yang baik untuk keberhasilan proses pembelajaran siswa. Melalui persaingan siswa dimungkinkan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memperoleh hasil yang terbaik. Oleh sebab itu, guru harus mendesain pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk bersaing baik antara kelompok maupun antar-individu. Namun demikian, diakui persaingan tidak selamanya menguntungkan, terutama untuk siswa yang memang dirasakan tidak mampu untuk bersaing, oleh sebab itu pendekatan cooperative learning dapat dipertimbangkan untuk menciptakan persaingan antarkelompok.
Di samping beberapa petunjuk cara membangkitkan motivasi belajar siswa di atas, adakalanya motivasi itu juga dapat dibangkitkan dengan cara-cara lain yang sifatnya negatif seperti memberikan hukuman, teguran, dan kecaman, memberikan tugas yang sedikit berat (menantang). Namun, teknik-teknik semacam itu hanya bisa digunakan dalam kasus-kasus tertentu. Beberapa ahli mengatakan dengan membangkitkan motivasi dengan cara-cara semacam itu lebih banyak merugikan siswa. Untuk itulah seandainya masih bisa dengan cara-cara yang positif, sebaiknya membangkitkan motivasi dengan cara negatif dihindari.

18 Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa



Motivasi belajar siswa merupakan  hal yang amat penting bagi pencapaian kinerja atau prestasi belajar siswa. Dalam hal ini, tentu saja menjadi tugas dan kewajiban guru untuk senantiasa dapat  memelihara dan meningkatkan motivasi belajar siswanya. Meminjam pemikiran dari  USAID DBE3 Life Skills for Youth, berikut ini beberapa ide yang dapat digunakan oleh guru untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.

1. Gunakan metode dan kegiatan yang beragam 

Melakukan hal yang sama secara terus menerus bisa menimbulkan kebosanan dan menurunkan semangat belajar. Siswa yang bosan cenderung akan mengganggu proses belajar. Variasi akan membuat siswa tetap konsentrasi dan termotivasi. Sesekali mencoba sesuatu yang berbeda dengan menggunakan metode belajar yang bervariasi di dalam kelas. Cobalah untuk membuat pembagian peran, debat, transfer pengetahuan secara singkat, diskusi, simulasi, studi kasus, presentasi dengan audio-visual dan kerja kelompok kecil

2. Jadikan siswa peserta aktif

Pada usia muda sebaiknya diisi dengan melakukan kegiatan, berkreasi, menulis, berpetualang, mendesain, menciptakan sesuatu dan menyelesaikan suatu masalah. Jangan jadikan siswa peserta pasif di kelas karena dapat menurunkan minat dan mengurangi rasa keingintahuannya. Gunakanlah metode belajar yang aktif dengan memberikan siswa tugas berupa simulasi penyelesaian suatu masalah untuk menumbuhkan motivasi dalam belajar. Jangan berikan jawaban apabila tugas tersebut dirasa sanggup dilakukan oleh siswa

3. Buatlah tugas yang menantang namun realistis dan sesuai

Buatlah proses belajar yang cocok dengan siswa dan sesuai minat mereka sehingga menarik karena mereka dapat melihat tujuan dari belajar. Buatlah tugas yang menantang namun realistis. Realistis dalam pengertian bahwa standar tugas cukup berbobot untuk memotivasi siswa dalam menyelesaikan tugas sebaik mungkin, namun tidak terlalu sulit agar jangan banyak siswa yang gagal dan berakibat turunnya semangat untuk belajar.

4. Ciptakan suasana kelas yang kondusif

Kelas yang aman, tidak mendikte dan cenderung mendukung siswa untuk berusaha dan belajar sesuai minatnya akan menumbuhkan motivasi untuk belajar. Apabila siswa belajar di suatu kelas yang menghargai dan menghormati mereka dan tidak hanya memandang kemampuan akademis mereka maka mereka cenderung terdorong untuk terus mengikuti proses belajar.

5. Berikan tugas secara proporsional

Jangan hanya berorientasi pada nilai dan coba penekanan pada penguasaan materi. Segala tugas di kelas dan pekerjaan rumah tidak selalu bisa disetarakan dengan nilai. Hal tersebut dapat menurunkan semangat siswa yang kurang mampu memenuhi standar dan berakibat siswa yang bersangkutan merasa dirinya gagal. Gunakan mekanisme nilai sepelunya, dan cobalah untuk memberikan komentar atas hasil kerja siswa mulai dari kelebihan mereka dan kekurangan mereka serta apa yang bisa mereka tingkatkan. Berikan komentar Anda secara jelas. Berkan kesempatan bagi siswa untuk memperbaiki tugas mereka apabila mereka merasa belum cukup. Jangan mengandalkan nilai untuk merombak sesuatu yang tidak sesuai dengan Anda.

6. Libatkan diri Anda untuk membantu siswa mencapai hasil

Arahkan siswa untuk meningkatkan kemampuan dalam proses belajar mengajar, jangan hanya terpaku pada hasil ujian atau tugas. Bantulah siswa dalam mencapai tujuan pribadinya dan terus pantau perkembangan mereka.

7. Berikan petunjuk pada para siswa agar sukses dalam belajar

Jangan biarkan siswa berjuang sendiri dalam belajar. Sampaikan pada mereka apa yang perlu dilakukan. Buatlah mereka yakin bahwa mereka bisa sukses dan bagaimana cara mencapainya.

8. Hindari kompetisi antarpribadi 

Kompetisi bisa menimbulkan kekhawatiran, yang bisa berdampak buruk bagi proses belajar dan sebagian siswa akan cenderung bertindak curang. Kurangi peluang dan kecendrungan untuk membanding-bandingan antara siswa satu dengan yang lain dan membuat perpecahan diantara para siswa. Ciptakanlah metode mengajar dimana para siswa bisa saling bekerja sama.

9. Berikan Masukan

Berikan masukan para siswa dalam mengerjakan tugas mereka. Gunakan kata-kata yang positif dalam memberikan komentar. Para siswa akan lebih termotivasi terhadap kata-kata positif dibanding ungkapan negatife. Komentar positif akan membangun kepercayaan diri. Ciptakan situasi dimana Anda percaya bahwa seorang siswa bisa maju dan sukses di masa datang.

10. Hargai kesuksesan dan keteladanan 

Hindari komentar negatif terhadap kelakuan buruk dan performa rendah yang ditunjukan siswa Anda, akan lebih baik bila Anda memberikan apresiasi bagi siswayang menunjukan kelakuan dan kinerja yang baik. Ungkapan positif dan dorongan sukses bagi siswa Anda merupakan penggerak yang sangat berpengaruh dan memberikan aspirasi bagi siswa yang lain untuk berprestasi.

11. Antusias dalam mengajar

Antusiasme seorang guru dalam mengajar merupakan faktor yang penting untuk menumbuhkan motivasi dalam diri siswa. Bila Anda terlihat bosan dan kurang antusias maka para siswa akan menunjukkan hal serupa. Upayakan untuk selalu tampil baik, percaya diri dan antusias di depan kelas.

12. Tentukan standar yang tinggi (namun realisitis) bagi seluruh siswa

Standar yang diharapkan oleh para guru terhadap siswanya memiliki dampak yang signifikan terhadap performa dan kepercayaan diri mereka. Bila Anda mengharapkan seluruh siswa untuk termotivasi, giat belajar dan memiliki minat yang tinggi, mereka cenderung akan bertindak mengikuti kehendak Anda. Anda harus yakin bahwa Anda mampu memberikan motivasi tinggi pada siswa. Pada awal tahun ajaran baru Anda harus menggunakan kesempatan agar seluruh siswa memiliki motivasi yang tinggi.

13. Pemberian penghargaan untuk memotivasi

Pemberian penghargaan seperti nilai, hadiah dsb, mungkin efektif bagi sebagian siswa (biasanya bagi anak kecil) namun metode ini harus digunakan secara hati-hati karena berpotensi menciptakan kompetisi. Namun demikian, penggunaan metode ini dapat melahirkan motivasi internal.

14. Ciptakan aktifitas yang melibatkan seluruh siswa dalam kelas

Buatlah aktifitas yang melibatkan siswa dengan kawan-kawan mereka dalam satu kelas. Hal ini akan membagi pengetahuan, gagasan dan penyelesaian tugas-tugas individu siswa dengan seluruh siswa di kelas tersebut.

15. Hindari penggunaan ancaman

Jangan mengancam siswa Anda dengan kekerasan, hukuman ataupun nilai rendah. Bagi sebagian siswa ancaman untuk memberi nilai rendah mungkin efektif, namun hal tersebut bisa memicu mereka mengambil jalan pintas (mencontek).

16. Hindarilah komentar buruk

Gunakanlah komentar yang positif dan perilaku yang baik. Banyak siswa yang percaya diri akan performa dan kemampuan mereka. Jangan membuat pernyataan yang negatif kepada para siswa di kelas Anda berkaitan dengan prilaku dan kemampuan mereka. Anda harus selektif dalam menggunakan kata-kata dan berbicara dalam kelas. Apabila tidak hati-hati, kepercayaan diri siswa Anda akan mudah jatuh.

17. Kenali minat siswa-siswa Anda

Para siswa mungkin berada dalam satu kelas, namun mereka memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Pahamilah siswa Anda, bagaimana tanggapan mereka terhadap materi dan apa minat,cita-cita, harapan dan kekhawatiran mereka. Pergunakanlah berbagai contoh dalam pembelajaran Anda yang ada kaitannya dengan minat mereka untuk membuat mereka tetap termotivasi dalam belajar.

18. Peduli dengan siswa-siswa Anda

Para siswa akan menunjukkan minat dan motivasi pada para guru yang memiliki perhatian. Perlihatkan bahwa Anda memandang para siswa sebagai layaknya manusia normal dan perhatikan bahwa mereka mendapatkan proses pembelajaran dan bukan hanya sekedar nilai karena hal tersebut tercermin pada kemampuan Anda sebagai seorang guru. Cobalah membangun hubungan yang positif dengan para siswa dan coba kenali mereka sebagaimana Anda memperkrnalkan diri Anda pada mereka. Sebagai contoh, ceritakanlah kisah anda ketika anda masih menjadi siswa.

Siapa yang tidak mau menjadi guru yang disukai siswa. Semua guru sepertinya mengharapkan ini. Tapi tahukah anda bahwa semakin minta disukai siswa semakin jauh kita dari kriteria guru yang layak disukai siswa? - See more at: http://www.kesekolah.com/artikel-dan-berita/pendidikan/tips-menjadi-guru-yang-disukai-siswa.html#sthash.8f423sVk.dpuf

Tuesday, 21 June 2016

Tips Sukses Hadapi Ujian Mandiri Masuk PTN

Setelah Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) 2016, masih ada satu jalur tes lagi bagi para pelajar untuk masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN). Jadi, bagi yang merasa tidak yakin pada SBMPTN 2016 kemarin, segera cek laman-laman kampus negeri untuk mengetahui jadwal pendaftaran berikut waktu pelaksanaan ujian mandiri.
Tahun ini, kuota jalur mandiri juga meningkat menjadi 30 persen, lho! Oleh sebab itu, jangan sepelekan kesempatan terakhir ini. Nah, berikut ini beberapa tips sukses hadapi ujian mandiri masuk PTN.
1. Bijak pilih universitas dan jurusan
Hampir semua PTN punya jalur masuk mandiri. Meski jadwal ujiannya berbeda-beda, tetapi di kesempatan terakhir ini ada baiknya kamu lebih selektif dalam mendaftarkan diri. Pilih kampus dan jurusan yang benar-benar sesuai dengan apa yang kamu suka sekaligus sepadan dengan kemampuanmu. Hal ini akan menambah peluangmu untuk dapat lolos seleksi.
2. Latihan soal
Setiap kampus punya gaya soal berbeda dalam ujian mandiri. Saat ini, sudah banyak pula buku-buku latihan soal yang dirancang berdasarkan ciri khas soal-soal PTN tersebut. Pelajari jenis soal hingga sistem penilaiannya. Kendati demikian, secara umum soal-soal yang diberikan tidak jauh beda dengan soal SBMPTN.
3. Tanya pada senior
Kalau punya kakak kelas yang kuliah di kampus incaran, coba tanyakan kepada mereka tentang seleksi mandiri ini. Cari tahu sebenarnya berapa proporsi kampus mengambil mahasiswa melalui jalur tersebut. Kamu juga bisa menanyakan tipe-tipe soal yang keluar.
4. Persiapan jelang ujian
Perlengkapan seperti, pensil 2B, pulpen, papan jalan, penghapus, dan lain sebagainya wajib sudah disiapkan maksimal H-1 ujian. Cek juga lokasi ujian supaya tidak nyasar atau salah gedung. Pastikan kamu telah mengukur lama perjalanan dari rumah ke tempat ujian. Biasanya, ujian mandiri dilaksanakan di kampus terkait.
5. Minta restu orangtua
Restu dan doa dari orangtua akan membuatmu lebih percaya diri dalam mengerjakan ujian. Dengan dukungan dari orang terdekat, kamu juga akan lebih termotivasi untuk bisa lolos ujian.
6. Kerjakan soal yang mudah
Sama seperti SBMPTN, kerjakan dahulu soal-soal yang mudah. Jangan menghabiskan waktu pada soal yang sulit. Apalagi dengan waktu yang sangat terbatas.