Wednesday, 21 December 2016

Ibu yang Hebat



HOMESCHOOLING PENA  
Setara ( SD/SMP/SMA ) 
TERAKREDITASI - BAN PNF


Ibu yang Hebat

Homeschooling Pena Surabaya, 22 Desember 2016,

Memiliki ibu yang hebat dan luar biasa tentu menjadi dambaan setiap Anak. Ibu selalu bisa berperan dalam hidup Anaknya, ibu bisa berperan menjadi guru, teman, atau bahkan menjadi perawat pribadi Anda.

Berikut adalah bukti bahwa ibu anda adalah ibu yang hebat.

“ Dia tahu di mana barang-barang Anda berada
Meski itu bukan miliknya, semua barang-barang milik Anda dan di mana itu semua berada, ibu Anda tahu itu. Jadi setiap kali Anda lupa di mana Anda meletakkan sesuatu, tanyakan ibu Anda.

“ Dia adalah koki terbaik
Dia memang bukan koki profesional, tetapi Anda cukup yakin bahwa ibu Anda bisa memasak apa saja. Bagi Anda, makanan favorit Anda adalah semua yang dimasak oleh nya dan Anda sangat bersemangat melahap setiap makanan yang dibuat oleh ibu Anda.

“ Dia mendukung impian Anda
Ibu yang luar biasa akan selalu mendukung impian Anda dengan penuh kasih dan cinta. Ya, dia mungkin tidak akan selalu setuju dengan semua gairah hidup Anda, tapi dia tidak akan membiarkan hal itu menghentikan kebahagiaan Anda. Dia memahami bahwa setiap orang memiliki pandangan dan perspektif yang berbeda.

“ Dia memainkan peran dokter dan perawat bagi Anda
Tanda lain jika dia ibu yang hebat adalah dia adalah satu-satunya orang yang tidak akan meninggalkan Anda ketika Anda sakit. Saat Anda masih kecil dan bahkan ketika Anda telah dewasa, ia mengurus Anda, memberi Anda obat agar Anda merasa lebih baik. Dia akan memerankan dokter dan perawat setiap Anda jatuh sakit.

“ Dia selalu tahu ketika Anda hanya perlu seseorang untuk mendengarkan
Setelah seseorang melalui hari yang panjang, terkadang, salah satu yang ingin dilakukan adalah berteriak. Ibu Anda akan tahu itu dan dia akan sangat bersedia mendengarkan Anda. Dia akan mendengarkan dengan sabar dan tanpa penghakiman.

“ Dia tahu bagaimana mendorong Anda untuk sukses
Ibu Anda selalu mendorong Anda untuk berani dalam berkarir dan dalam kehidupan pribadi. Tetapi, dia tidak melakukannya dengan tekanan atau atau membuat Anda merasa stres. Yang pasti, asalkan Anda senang, dia juga akan senang.

“ Dia mengutamakan keluarga
Meski dia memiliki karir dan teman-teman yang mengagumkan, setiap Anda membutuhkannya, dia akan selalu meluangkan waktu untuk Anda. Dia tidak akan pernah lupa rencana atau ulang tahun Anda. Yang terpenting baginya adalah keluarga.

“ Dia mengagumkan bisa mengerjakan banyak hal sekaligus
Ibu yang hebat akan bisa melakukan berbagai pekerjaan sekaligus. Anda mungkin akan melihatnya memasak, menyelesaikan pekerjaan, mencuci, atau berbagai hal-hal lainnya. Dan bagian yang paling menakjubkan dari ini semua adalah, semua yang dia lakukan dibawa dengan senyum tanpa beban.

Baca juga Peran Pola Asuh Dalam Membentuk Karakter Anak

“ Dia memberikan saran terbaik
Ketika Anda menghadapi masalah, baik masalah percintaan maupun karir Anda, dia akan selalu membantu dnegan saran-saran terbaiknya. Dia akan membantu Anda untuk membuat keputusan terbaik yang Anda bisa.

“ Dia mengajarkan Anda tentang uang
Ibu Anda akan mengajarkan Anda untuk menabung setiap bulan dan mrengatur keuangan Anda sebaik-baiknya. Yang jelas, dia tidak akan pernah membiarkan Anda menghambur-hamburkan uang. Dia akan menuntun Anda untuk bertanggung jawab pada diri Anda sendiri, terutama dalam keuangan Anda.

“ Dia tahu bagaimana untuk menghibur Anda
Ketika Anda sedih, ibu Anda akan melalukan segala cara untuk menghibur Anda. Dia selalu tahu bagaimana menghibur Anda dan menempatkan senyum di wajah Anda setiap kali Anda merasa kurang baik.
Sudah terbukti kan? Bahwa anda semua memiliki ibu yang hebat. Seorang wanita yang tidak akan pernah membuat anaknya dalam kesulitan bahkan kesedihan sekalipun.
SELAMAT HARI IBU..

Sumber : Nindi

Enroll Now !


Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 

TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
Follow Us on Twitter
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com 

 



Cara Jitu Mengajari Anak Belajar Menulis

HOMESCHOOLING PENA  
Setara ( SD/SMP/SMA ) 
TERAKREDITASI - BAN PNF

Cara Jitu Mengajari Anak Belajar Menulis

 

Homeschooling Pena Surabaya, 21 Desember 2016

Siapa sih orang tua yang tidak ingin anaknya pandai menulis? Menulis memang sudah mulai dibelajarkan sejak anak di sekolah. Kadang orang tua mengalami sedikit kesulitan ketika mengajari anak belajar menulis. Yang namanya anak kecil mereka akan cenderung lebih memilih kegiatan yang menyenangkan bila Anda mengajari menulis dengan cara yang kaku dan bersifat memaksa mereka.

Berikut cara dalam mengajari anak belajar menulis:

1. Buatlah menulis menjadi menyenangkan


Anak-anak akan lebih tertarik pada kegiatan yang menyenangkan. Jadi saat Anda akan mengajari mereka menulis maka sebaiknya gunakan kegiatan yang menyenangkan. Misalnya dengan mengajak mereka belajar sambil bermain. Menyisipkan kegiatan belajar dalam aktivitas permainan mereka, tentu tidak akan membuat mereka merasa terbebani dan malah akan lebih menyukai aktivitas tersebut.

2. Ajari menulis dimana saja

Kegiatan belajar anak tidak harus dilakukan di dalam ruangan atau tempat resmi. Menulis bisa Anda lakukan dimanapun. Misalnya saat Anda mengajak anak bermain ke pantai. Anda bisa mengajari anak menulis melalui media pasir. Bila Anda mengajak anak bermain di sebuah taman, Anda bisa menggunakan tempat tersebut untuk menciptakan belajar yang nyaman kepada anak.

3. Hindari memaksa anak 

Yang namanya paksaan pastilah tidak nyaman. Demikian halnya dengan belajar menulis yang akan dilakukan oleh anak Anda. Sebagai orang tua jangan sekali memaksa anak. Apalagi dengan perkataan dan sikap yang marah manakala melihat mereka tidak belajar atau belum mahir di dalam menulis. Yang terpenting yang harus dilakukan adalah sebaiknya lebih kepada menumbuhkan semangat belajar mereka. Dengan semangat belajar maka anak akan tumbuh inisiatif sendiri untuk belajar tanpa harus dipaksakan oleh orang tua untuk belajar.

Baca juga Peran Pola Asuh Dalam Membentuk Karakter Anak

4. Lengkapi dengan fasilitas belajar 

Anak sekolah terlebih yang masih kecil merupakan anak yang masih tumbuh dan berkembang penuh dengan stimulus dan media. Jadi ketika Anda akan mengajari mereka suatu keterampilan, maka berikanlah sebuah media pendukung. Media menulis misalnya pensil yang lucu, buku tulis bergambar disertai dengan tulisan-tulisan yang bisa mereka tebalkan, atau garis putus-putus yang bisa mereka hubungkan untuk menjadi sebuah rangkaian huruf yang memiliki sebuah arti.
Itulah cara jitu dalam mengajari anak belajar menulis. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Sumber : Kesekolah

Enroll Now !


Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 

TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
Follow Us on Twitter
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com 

 

Tuesday, 29 November 2016

Peran Pendidikan Karakter Dalam Melengkapi Kepribadian

HOMESCHOOLING PENA  
Setara ( SD/SMP/SMA ) 
TERAKREDITASI - BAN PNF

Peran Pendidikan Karakter Dalam Melengkapi Kepribadian



Homeschooling Pena Surabaya, 29 November 2016

“Banyak orang tahu apa yang baik, berbicara mengenai kebaikan namun melakukan yang sebaliknya”

Pada awalnya, manusia itu lahir hanya membawa “personality” atau kepribadian. Secara umum kepribadian manusia ada 4 macam dan ada banyak sekali teori yang menggunakan istilah yang berbeda bahkan ada yang menggunakan warna, tetapi polanya tetap sama. Secara umum kepribadian manusia ada 4, yaitu :

1. Koleris : tipe ini bercirikan pribadi yang suka kemandirian, tegas, berapi-api, suka tantangan, bos atas dirinya sendiri.
2. Sanguin : tipe ini bercirikan suka dengan hal praktis, happy dan ceria selalu, suka kejutan, suka sekali dengan kegiatan social dan bersenang-senang.
3. Plegmatis : tipe ini bercirikan suka bekerjasama, menghindari konflik, tidak suka perubahan mendadak, teman bicara yang enak, menyukai hal yang pasti.
4. Melankolis : tipe ini bercirikan suka dengan hal detil, menyimpan kemarahan, perfeksionis, suka instruksi yang jelas, kegiatan rutin sangat disukai.

Di atas ini adalah teori yang klasik dan sekarang teori ini banyak sekali berkembang, dan masih banyak digunakan sebagai alat tes sampai pengukuran potensi manusia.
Kepribadian bukanlah karakter. Setiap orang punya kepribadian yang berbeda-beda. Nah dari ke 4 kepribadian tersebut, masing-masing kepribadian tersebut memiliki kelemahan dan keunggulan masing-masing. Misalnya tipe koleris identik dengan orang yang berbicara “kasar” dan terkadang tidak peduli, sanguin pribadi yang sering susah diajak untuk serius, plegmatis seringkali susah diajak melangkah yang pasti dan terkesan pasif, melankolis terjebak dengan dilema pribadi “iya” dimulut dan “tidak” dihati, serta cenderung perfeksionis dalam detil kehidupan serta inilah yang terkadang membuat orang lain cukup kerepotan.

Setiap manusia tidak bisa memilih kepribadiannya, kepribadian sudah hadiah dari sang pencipta saat manusia dilahirkan. Dan setiap orang yang memiliki kepribadian pasti ada kelemahannya dan kelebihannya di setiap aspek kehidupan sosial dan pribadi masing-masing.

Nah, karakternya dimana? Saat setiap manusia belajar untuk mengatasi kelemahannya, memperbaiki kelemahannya, dan memunculkan kebiasaan positif yang baru maka inilah yang disebut dengan karakter. Misalnya, seorang koleris murni tetapi sangat santun dalam menyampaikan pendapat dan instruksi kepada sesamanya, seorang yang sanguin mampu membawa dirinya untuk bersikap serius dalam situasi yang membutuhkan ketenangan dan perhatian fokus. Itulah karakter. Pendidikan karakter adalah pemberian pandangan mengenai berbagai jenis nilai hidup, seperti kejujuran, kecerdasan, kepedulian dan lain-lainnya. Dan itu adalah pilihan dari masing-masing individu yang perlu dikembangkan dan perlu dibina sejak usia dini.

Baca juga Kekuatan Karakter Bagi Masa Depan Anak

Karakter tidak bisa diwariskan, karakter tidak bisa dibeli, dan karakter tidak bisa ditukar. Karakter harus dibangun dan dikembangkan secara sadar, hari demi hari dengan melalui suatu proses yang tidak instan. Karakter bukanlah sesuatu bawaan sejak lahir yang tidak dapat diubah lagi seperti sidik jari.

Banyak kami perhatikan bahwa orang-orang dengan karakter buruk cenderung mempersalahkan keadaan mereka. Mereka sering menyatakan bahwa cara mereka dibesarkan yang salah, kesulitan keuangan, perlakuan orang lain, atau kondisi lainnya yang menjadikan mereka seperti sekarang ini.
Memang benar bahwa dalam kehidupan kita harus menghadapi banyak hal di luar kendali kita, namun karakter anda tidaklah demikian. Karakter anda selalu merupakan hasil pilihan anda.
Ketahuilah bahwa anda mempunyai potensi untuk menjadi seorang pribadi yang berkarakter, upayakanlah itu. Karakter, lebih dari apapun dan akan menjadikan anda seorang pribadi yang memiliki nilai tambah. Karakter akan melindungi segala sesuatu yang anda hargai dalam kehidupan ini.

Setiap orang bertanggung jawab atas karakternya. Anda memiliki kontrol penuh atas karakter anda, artinya anda tidak dapat menyalahkan orang lain atas karakter anda yang buruk karena anda yang bertanggung jawab sepenuhnya. Mengembangkan karakter adalah tanggung jawab pribadi anda.

Sumber : Pendidikan Karakter 

Enroll Now !

Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 

TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
Follow Us on Twitter
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com 

 


 

 

Monday, 28 November 2016

5 Cara Efektif Membuat Anak Gemar Membaca

HOMESCHOOLING PENA  
Setara ( SD/SMP/SMA ) 
TERAKREDITASI - BAN PNF

5 Cara Efektif Membuat Anak Gemar Membaca


Homeschooling Pena Surabaya, 28 November 2016

Membaca sangatlah bermanfaat terutama bagi anak-anak. Dengan gemar membaca maka anak akan memperoleh banyak informasi yang bisa ditemukan Alameda buku. Membaca juga akan membawa imajinasi anak lebih tinggi. Gemar membaca juga akan memberikan kesempatan kepada anak untuk menjadi orang sukses nantinya. Tetapi tidak semua anak gemar membaca. Mengapa demikian? Memang butuh trik dan cara dari orang tua agar anak gemar membaca. Kunci sukses membuat anak gemar membaca adalah menciptakankegiatan membaca menjadi sesuatu yang menyenangkan.

Berikut cara yang bisa Anda gunakan untuk membuat anak gemar dalam membaca :

1. Siapkan bahan bacaan yang pendek


Bila Anda menginginkan anak Anda gemar membaca, maka langkah awal yang harus dilakukan adalah membuat mereka agar tertarik dengan buku. Caranya adalah dengan memberikan bahan bacaan buku yang memiliki cerita pendek, jangan Anda memberikan bahan bacaan yang tebal. Berusahalah terlebih dahulu dengan buku yang memiliki konten gambar lebih banyak. Dari sana harus membina terus kemampuan anak, agar mereka tertarik dengan buku sehingga tumbuh semangat membacanya.

2. Ikut serta dalam kegiatan membaca anak

Caraya adalah Anda mesti ikut serta dalam membaca. Jangan sampai anak diminta untuk membaca tetapi Anda sendiri malah asik menonton. Ikutlah bersama anak saat mereka membaca. Anda harus bisa menjadi contoh bagi anak-anak. Ambil bahan bacaan yang bersifat umum. Dengan Anda ikut serta ketika anak membaca maka anak Anda akan merasa nyaman karena didampingi oleh orang tua.

3. Pelan-pelan

Semua perubahan yang terjadi butuh proses. Demikian halnya dengan membaca. Jangan sampai Anda memaksakan diri agar anak gemar membaca. Mulailah dengan materi ringan yang anak sukai. Mungkin dengan komik atau buku cerita, sebelum Anda memberikan materi pelajaran yang agak berat.

4. Jangan memaksa

Kegiatan apapun bila dilakukan dengan paksaan tidak akan membuahkan hasil yang baik. Sama halnya dalam membuat anak gemar membaca. Cobalah Anda melakukannya dengan sabar. Jangan sekali memaksa anak agar membaca. Yang terpenting adalah melakukan kegiatan membaca secara rutin dan berkelanjutan. Bila ini sudah Anda pegang teguh, maka anak akan dengan sendirinya tumbuh keinginan untuk membaca.

Baca juga Kekuatan Karakter Bagi Masa Depan Anak

5. Berikan penghargaan

Cara membuat anak gemar membaca memang memerlukan sebuah proses. Manakala anak sudah mampu melaksanakan kegiatan tersebut, maka Anda sebaiknya menghargai usaha mereka. Berikan penghargaan yang layak bagi anak. Dengan memberikan anak sebuah benda yang disukainya atau hanya sekedar ucapan hebat bahwa ia telah mampu menyelesaikan membaca sebuah buku.
Membaca sangatlah bermanfaat bagi perkembangan pengetahuan buah hati Anda. Membaca merupakan sebuah keterampilan yang harus dibiasakan dan dilatih. Bila sudah demikian maka, anak akan menjadi anak yang cerdas dan kebanggaan Anda.

Sumber : Pendidikan Karakter

Enroll Now !

Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 

TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
Follow Us on Twitter
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com 

Saturday, 26 November 2016

3 Misteri Dibalik Nilai Anak Yang Hancur

HOMESCHOOLING PENA  
Setara ( SD/SMP/SMA ) 
TERAKREDITASI - BAN PNF

3 Misteri Dibalik Nilai Anak Yang Hancur


Homeschooling Pena Surabaya, 26 November 2016

Berikut ini adalah artikel yang berfokus pada pola dan masalah belajar anak. Banyak sekali pertanyaan tentang hal ini yang muncul di website kami, berkaitan mengenai masalah belajar anak. Kita akan memahami dan belajar tentang faktor psikologis mengapa anak bermasalah dengan nilai di sekolah.
Sebelum kita lebih jauh berinteraksi, pahami bahwa nilai atau angka (simbol) bukan satu-satunya penentu kesuksesan anak kelak di masa depan. Semua yang dialami saat dia sekolah akan banyak yang tidak digunakan kelak, jadi model pendidikan apa yang akan digunakan seorang anak hingga dia dewasa dan dapat diwariskan? Ya, didiklah karakternya dan tanamkan kesuksesan sejak awal di ladang karakternya.
Kenapa seorang anak ketika belajar di rumah bisa, diberi soal lebih susah daripada di sekolah juga bisa, bahkan waktu di tempat les dia diberi latihan soal yang banyak juga bisa, meskipun soalnya lebih sulit juga bisa, tetapi ketika ulangan tiba-tiba nilainya jelek. Nah, apakah anda pernah punya masalah seperti ini?
Anda yang punya anak SD, pasti sering mengalami masalah-masalah seperti ini. Anda pasti merasa jengkel ketika mengetahui bahwa anak anda yang tadi malam belajar sudah bisa semua, tetapi ketika ulangan ternyata ulangannya dapat nilai jelek. Jika ini terjadi sekali dua kali mungkin anda bisa memakluminya, tetapi jika ini terjadi berulang kali, anda pasti mulai jengkel pada anak anda. Bahkan bisa jadi anda frustasi dan kemudian malah mengeluarkan kata-kata negatif.
Nah apakah yang terjadi dibalik masalah ini. Seorang anak yang bisa sewaktu mengerjakan soal di rumah dan kemudian gagal waktu dia ulangan. Untuk hal-hal yang sama dan itu berulang kali, maka ada tiga hal yang perlu anda waspadai:

1. Anda perlu curiga bahwa anak ini mengalami kecemasan yang tersembunyi

Anda pasti bertanya tidak mungkin, Dia cemas dari mana? Kenapa dia cemas? Kecemasan yang tersembunyi ini disebabkan oleh banyak faktor. Ya, bisa jadi tuntutan yang terlalu tinggi dari kita orangtua atau mungkin bahkan dari gurunya. Tuntutan ini tidak bisa membuat si anak menunjukkan kualitas optimalnya. Sehingga ketika ulangan, yang terbayang adalah ketakutan bahwa dia tidak bisa memenuhi tutuntan dari si orangtua. Atau tuntutan dari gurunya mungkin.
Nah anda tahu, ketika cemas maka kita tidak bisa berpikir secara jernih. Anda tentu pernah mengalaminya bukan? Ketika anda sedang cemas, sedang stres berat. Maka hal yang sepele tentunya bisa jadi terlupakan. Nah ini yang terjadi pada anak-anak kita. Mereka cemas karena tuntutan kita yang terlalu tinggi, atau keharusan untuk menguasai sesuatu.
Ketika mereka merasa tidak mampu, kecemasan itu menghantui pikirannya. Dan apa yang telah mereka pelajari sebelumnya tiba-tiba blank, pada saat ulangan. Ini juga sering terjadi pada kita. Ingatkah anda pada saat dulu anda kuliah? Mungkin masih SMA bahkan? Ketika kita ulangan tiba-tiba saja mendadak lupa akan jawaban yang harus kita tuliskan disana. Padahal tadi malam jelas-jelas kita sudah mempelajari hal tersebut.
Nah, ketika kita menghadapi ulangan tiba-tiba saja hilang jawabannya. Apalagi ketika sang guru atau dosen mengatakan 5 menit lagi anda harus mengumpulkan lembar jawaban, dan waktunya habis. Oke, makin kita paksa akhirnya kita stress dan akhirnya kita lupa.
Dan anehnya ketika kita sudah mengumpulkan lembar jawaban, keluar dari ruang ujian tiba-tiba jawabannya muncul dalam pikiran kita “Ahh..” kenapa tidak dari tadi munculnya, anda pasti menggerutu pada diri anda sendiri. Anda pernah mengalami hal itu bukan?
Nah ini yang terjadi pada anak-anak kita. Jadi ketika mereka ulangan,maka sebaiknya jangan sampai mereka itu cemas. Tuntutan – tuntutan kita membuat mereka cemas. karena itu kita perlu instropeksi diri, apakah selama ini kita sudah menerima mereka apa adanya. Ya, kebanyakan dari kita berharap agar nilai mereka bagus. Tetapi begitu nilai mereka jelek, kita mulai menuntut mereka.
“Kenapa sih nilai kamu jelek?” Jarang sekali ada orangtua yang mengatakan, “Mama bisa memahami kamu nak, apa yang mama bisa bantu agar lain kali nilaimu lebih bagus lagi?” Jadi ketika seorang anak mempunyai nilai jelek, hal yang kita perlu lakukan adalah memahami dulu perasaannya. Saya yakin anak itupun tidak ingin nilainya jelek, bukan hanya kita. Diapun juga tidak ingin nilainya jelek tentunya. Tetapi kenyataan yang dihadapi lain.
Ketika nilainya sudah jelek, dia sedih tetapi kita malah memarahi dia. Dia akan merasa bahwa dirinya tidak dipahami dan tidak dimengerti. Di lain hari kecemasan itu muncul dalam dirinya. Dia akan merasa, “Aduh kalau nilai saya jelek lagi saya pasti dimarahi, saya pasti mengecewakan mama”.
Pernah ada satu kasus dimana seorang anak tidak mau berangkat sekolah gara-gara hari itu ada ulangan. Dia mengatakan taku kepada mamanya, “Kenapa takut?” Tanya mamanya. “Saya takut mengecewakan mama kalau nilai saya jelek.” Dan ini dilontarkan oleh seorang anak kelas 2 SD.
Nah, dari kejadian tersebut sang mama belajar bahwa selama ini, dia sering berkata “Mama tidak masalah dengan nilaimu.” Tetapi kenyataannya dia membuat anaknya cemas. Jadi terkadang kita sebagai orangtua hanya mengatakan, “Tidak, nilai berapapun tidak masalah kok.” Tetapi ternyata itu hanya di mulut saja, kenyataannya si anak merasakan hal yang berbeda, dia merasakan tuntutan orangtua yang terlalu tinggi.
Nah, untuk masalah ini sebaiknya kita perlu koreksi diri bagaimana caranya kita menerima seorang anak apa adanya, tidak tergantung dari nilainya. Ingat sebenarnya nilai itu hanya mengindikasikan dia sudah bisa atau belum.
Berbahagialah ketika nilai anak anda jelek. Karena apa? Sekarang anda tahu mana yang dia itu belum bisa. Pembelajaran yang baik harusnya ditujukan untuk meningkatkan seorang anak sehingga ia bisa kompeten di dalam bidangnya. Bukan untuk melabel dia pintar atau bodoh.

Baca juga Peran Pola Asuh Dalam Membentuk Karakter Anak

2. Sebab yang lain adalah karena perlakuan-perlakuan negatif yang pernah diterima anak

Misalnya, ketika seorang anak nilainya jelek, kemudian kita sebagai orangtua marah-marah, dan bahkan mungkin menghukumnya. Harus berdiri di pojok, tidak boleh makan. Atau apapun yang kita bisa lakukan untuk itu.
Nah ketika dia menerima perlakuan itu, maka perlakuan itu akan membekas di ingatannya. Berikutnya ketika dia ulangan lagi di lain kesempatan, yang dia lihat di lembar soalnya bukan soal ujian, tetapi wajah orangtuanya yang sedang marah. Wajah ini tiba-tiba saja muncul terbayang di dalam pikirannya.
Anda bisa bayangkan jika kita berhadapan dengan soal ujian dan kemudian yang muncul adalah ketakutan membayangkan wajah orangtua yang sedang marah, karena kita tidak bisa. Atau mungkin wajah guru yang mempermalukan kita di depan teman-teman kita. Maka semua yang kita pelajari tiba-tiba saja menjadi hilang dan akhirnya ulangannya jelek.
Baiklah, jika ini terjadi sebaiknya anda perlu segera minta maaf pada anak anda. Anda cukup mengatakan, “Beberapa hari yang lalu waktu ulangan kamu jelek, dan kemudian mama marah, bagaimana perasaanmu?” Apapun yang dijawab oleh anak anda terima apa adanya.
Misalkan dia menjawab, takut atau merasa ini itu, apapun itu anda hanya perlu menjawab “Oke maaf, mungkin saat itu mama terlalu berlebihan.Atau mungkin saat itu mama lepas kontrol sehingga memarahi kamu terlalu dalam. Tetapi sebenernya maksud mama sangat baik. Apakah kamu mau memaafkan mama? Mama lain kali janji akan mendukung kamu jika nilai kamu jelek, kita akan cari solusinya bersama-sama. Kamu pasti ingin nilai kamu baik juga kan?”
Nah, itu tentunya jauh lebih baik bagi si anak. Daripada kita hanya sekedar memarahinya, memintanya belajar, memaksanya belajar tanpa sama sekali mengakui perasaannya untuk diberi kasih saying dan untuk di terima apa adanya.

3. Sebab yang lain adalah kurangnya perhatian berkualitas.

Mungkin anda bertanya, “Ah mana mungkin saya tidak memperhatikan anak saya”. Betul, saya percaya dan yakin bahwa setiap orangtua pasti memperhatikan anaknya. Tetapi terkadang perhatian yang kita berikan itu tidak cocok dengan apa yang diinginkan oleh si anak, yang saya maksud dengan perhatian di sini adalah perhatian yang berkualitas.
Dalam arti kita memperhatikan juga perasaan-perasaan si anak. Bukan cuma memperhatikan tugas-tugas yang harus dia selesaikan. Kebanyakan dari kita hanya memperhatikan tugas–tugas yang harus diselesaikan oleh seorang anak.
Kita hanya memperhatikan sudah mengerjakan PR atau belum? Sudah belajar atau belum? Besok kalau ulangan sudah mempersiapkan alat tulisnya? Buku sudah disiapkan belum? Kita hanya memperhatikan aspek-aspek fisik. Kita tidak memperhatikan aspek-aspek perasaan dari si anak. Padahal yang jauh lebih dibutuhkan seorang anak adalah perhatian akan perasaan-perasaannya sehingga dia benar-benar diterima secara utuh oleh orangtuanya.

Semoga bermanfaat.

Sumber : Pendidikan Karakter

Enroll Now !
Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 

TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
Follow Us on Twitter
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com

 

Thursday, 24 November 2016

Bentakan Dapat Membunuh Sel Otak Anak

HOMESCHOOLING PENA  
Setara ( SD/SMP/SMA ) 
TERAKREDITASI - BAN PNF

Bentakan Dapat Membunuh Sel Otak Anak


Homeschooling Pena Surabaya, 24 November 2016

Tahukan anda di dalam setiap kepala seorang anak terdapat lebih dari 10 trilyun sel otak yang siap tumbuh. Satu bentakan atau makian mampu membunuh lebih dari 1 milyar sel otak, dan satu cubitan atau pukulan mampu membunuh lebih dari 10 milyar sel otak saat itu juga. Sebaliknya 1 pujian atau pelukan akan membangun kecerdasan lebih dari 10 trilyun sel otak.

Hasil penelitian Lise Gliot, berkesimpulan pada anak yang masih dalam pertumbuhan otaknya yakni pada masa golden age (2-3 tahun pertama kehidupan), suara keras dan membentak yang keluar dari orangtua dapat menggugurkan sel otak yang sedang tumbuh. Dan pada saat ibu sedang memberikan belaian lembut sambil menyusui, rangkaian otak terbentuk indah.

Penelitian Lise Gliot ini sendiri dilakukan sendiri pada anaknya dengan memasang kabel perekam otak yang dihubungkan dengan sebuah monitor komputer sehingga bisa melihat setiap perubahan yang terjadi dalam perkembangan otak anaknya.
“Hasilnya luar biasa, saat menyusui terbentuk rangkaian indah, namun saat ia terkejut dan sedikit bersuara keras pada anaknya, rangkaian indah menggelembung seperti balon, lalu pecah berantakan dan terjadi perubahan warna. Ini baru teriakan,” ujarnya.

Dari hasil penelitian ini, jelas pengaruh marah terhadap anak sangat mempengaruhi perkembangan otak anak. Jika ini dilakukan secara tak terkendali, bukan tidak mungkin akan mengganggu struktur otak anak itu sendiri. “Makanya, kita harus berhati-hati dalam memarahi anak.” Tidak hanya itu, juga mengganggu fungsi organ penting dalam tubuh. Tak hanya otak, tetapi juga hati, jantung dan lainnya.
Teriakan dan bentakan menghasilkan gelombang suara. Ya, hampir semua orang mengetahui hal itu. Yang belum banyak diketahui orang banyak adalah, bentakan yang disertai emosi seperti marah menghasilkan suatu gelombang baru.

Emosi negatif seperti marah mempunyai gelombang khusus yang merupakan gelombang yang dipancarkan dari otak. Gelombang ini dapat bergabung dengan gelombang suara orang yang berteriak. Nah, gabungan gelombang suara dan gelombang emosi marah ini menghasilkan gelombang ketiga dengan efek yang khusus.

Efek dari gelombang ketiga ini adalah sifat destruktifnya terhadap sel-sel otak orang yang dituju. Dalam satu kali bentakan saja, sejumlah sel-sel otak orang yang dijadikan target akan mengalami kerusakan saat dia terkena gelombang ini, baik bila dia mendengar suaranya atau pun tidak. Hal ini karena gelombang ketiga ini tetap merambat sebagaimana dia gelombang suara tetapi langsung ditangkap oleh otak sebagaimana gelombang otak.

Efek kerusakan pada sel-sel otak akan lebih besar pada anak-anak yang dijadikan sasaran bentakan ini. Pada remaja dan orang dewasa mengalami kerusakan yang tidak sebesar anak-anak, tetapi tetap saja terjadi kerusakan.

Baca juga 08 Jenis Kecerdasan Anak, Cara Belajar dan Prediksi Karier yang Sesuai

Efek jangka panjangnya dapat dilihat pada orang-orang yang sering mengalami bentakan di masa lalunya. Mereka lebih banyak melamun serta termasuk lambat dalam memahami sesuatu. Orang-orang ini biasanya mudah meluapkan emosi negatif seperti marah, panik atau sedih.
Mereka biasanya seringkali mengalami stress hingga depresi dalam hidup, karena kesulitan memahami pola-pola masalah yang mereka hadapi. Semuanya akibat dari sel-sel otaknya yang aktif lebih sedikit dari yang seharusnya.

Oleh karena itu, sebagai orangtua, pendidik, ataupun orang yang lebih tua dari “mereka”, sebaiknya memilih sikap yang lebih kreatif dalam menghadapi tingkah anak yang mungkin kurang baik. Seringkali orangtua bukan mencegah, mengarahkan, dan membimbing sebelum kesalahan terjadi. Seharusnya orangtua mempertimbangkan tingkat perkembangan kejiwaan anak, sebelum membuat aturan.

Jangan menyamakan anak dengan orang dewasa. Orangtua hendaknya menyadari bahwa dunia anak jauh berbeda dengan orang dewasa. Jadi, ketika menetapkan apakah perilaku anak dinilai salah atau benar, patuh atau melanggar, jangan pernah menggunakan tolok ukur orang dewasa.

Semoga bermanfaat.

Sumber : Pendidikan Karakter

Enroll Now !

Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 

TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
Follow Us on Twitter
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com 

Wednesday, 23 November 2016

Cara Terbaik Memahami Anak

HOMESCHOOLING PENA  
Setara ( SD/SMP/SMA ) 
TERAKREDITASI - BAN PNF 

Cara Terbaik Memahami Anak


Homeschooling Pena Surabaya, 23 November 2016 

Banyak orangtua yang mengikuti seminar saya berkomentar “Oke, teknik yang anda berikan untuk mengatasi masalah anak sangat bagus. Tetapi, saya tidak yakin bisa menerapkan apa yang telah anda ajarkan” lalu tanya saya “Apa sebabnya?”, “Pertama saya tidak disukai anak, berikutnya bagaimana mengkomunikasikan pada mereka?”.
Jelas ini adalah masalah, tetapi tenang saja karena ada cara untuk memahami perilaku anak. Sebelum membahas hal itu ada bagian yang harus anda pahami terlebih dahulu. Banyak orangtua yang bertanya dalam pikiran mereka sendiri:
  • Mengapa anak saya tidak peduli dengan masa depannya?
  • Mengapa mereka melakukan hal-hal yang tidak masuk akal?
  • Mengapa mereka tidak mau mendengarkan walupun sudah diingatkan berkali-kali?
  • Mengapa anak saya membiarkan dirinya dipengaruhi oleh teman-temannya dengan hal-hal negatif yang tidak berguna?
Nah pertanyaan utama, “Bagaimana cara memahami perilaku dan pemikiran mereka?”
Jawabanya adalah EMOSI mereka. Emosi sangat menguasai logika berpikir anak-anak dan remaja. Mereka jauh lebih banyak di dorong oleh perasaan daripada pemikiran mereka. Dengan mengetahui hal ini, maka sia-sia upaya kita mengkuliahi mereka seharian.
Mengisi pikiran mereka dengan nasihat positif, dan menjadikan diri kita motivator di depan mereka tidak akan berhasil. Justru akan membuat anak bertambah sebal dengan kelakuan kita. Komentar atau nasihat seperti, “Kamu harus giat belajar”, “Jangan buang waktumu dengan bermain terus”, “Jaga kebersihan kamarmu”, kecuali bila kita sudah terlebih dahulu mengenali perasaan mereka.
Dalam kondisi emosi yang negatif seorang anak tidak dapat menerima input dan nasihat yang dapat mengubah perilaku mereka. Berbeda hasilnya jika kita mampu mengerti dan mengenali perasaan emosi mereka terlebih dahulu, maka mereka akan terbuka dan mendengarkan saran logis dari kita. Anak–anak dan remaja akan melakukan sesuatu jika membuat mereka merasa nyaman di hatinya.
Sebelum melangkah lebih jauh, kita akan belajar bersama, bagaimana reaksi kita dalam menghadapi masalah anak tersebut. Seringkali jika ada masalah maka yang ada di benak kepala kita umumnya ada 3 hal, yaitu :

1. Memberi nasihat, misalnya “Saya tadi berkelahi dengan Agus di sekolah”, respon kita pada umumnya “Apa-apaan kamu ini, sekolah bukan tempat untuk berkelahi, hanya penjahat yang menyelesaikan masalahnya dengan berkelahi.”

2. Menginterogasi, misalnya “HP saya hilang di sekolah”, respon kita pada umumnya “Kamu yakin bukan kamu sendiri yang menghilangkan? Coba di ingat kembali.”

3. Menyalahkan dan menuduh, misalnya “Tadi Edo dihukum karena tidak mengerjakan PR”, respon kita pada umumnya “Dasar anak malas, mulai hari ini kamu harus lebih disiplin dan memperhatikan tugas di sekolah.”
Setelah melihat ketiga contoh diatas, tidak ada satu ruang pun untuk mengakui perasaan atau emosi anak, betul? Seringkali kita ini hanya memberikan masukan tanpa mau mendengar apa yang sebenarnya terjadi, atau lebih tepatnya perasaan apa yang terjadi pada diri anak kita.
Ketika emosi seorang anak diabaikan mereka akan lebih marah dan benci. Selama ini mereka berada dalam keadaan emosi negatif, semua nasihat-nasihat maksud baik kita tidak akan digubris
Cara terbaik untuk memahami anak kita adalah, mengakui emosinya (kenali emosinya) dan beri mereka kekuatan untuk menemukan solusi atas masalah mereka sendiri. Caranya adalah:
1. Berikan perhatian dan pengakuan
Terkadang yang dibutuhkan anak hanya didengar saja, bukan solusinya. Hanya memberikan perhatian 100% kita bisa terkejut, ternyata anak mau terbuka, mau berbagi pikiran dan perasaannya.
Hanya dengan berkata “Hmm.. oke, begitu ya.. lalu..” Walau nampaknya sederhana, jujur ini sulit bagi kita orangtua yang terbiasa mau mengambil jalur cepat, dengan memberikan solusi dan menyelesaikan masalah.
Ketika hal itu kita lakukan, justru anak akan menutup diri, dan menghindar untuk bicara dengan kita. Anak hanya akan meyatakan pikiran dan perasaan yang sejujurnya tanpa takut dihakimi.
Ketika kita biarkan anak mengungkap emosi dan pikirannya dengan bebas (saat kita ada untuk memberi dukungan emosional), kita akan melihat mereka dapat menemukan solusi sendiri untuk permasalahan mereka.
Kelebihan lainnya dari pendekatan ini adalah anak akan mengembangkan rasa percaya diri dengan berpikir untuk dirinya sendiri, dan berani menghadapi tantangan – tantangan hidup. Misalnya “Saya tadi berkelahi dengan Agus, di sekolah”, respon kita “Apa yang terjadi? Lukamu pasti sakit sekali yah..”
2. Mengenali dan menggambarkan emosi
Perlu bagi kita sesaat untuk mempelajari makna dari emosi, karena ini penting bagi kita untuk bisa mencerminkan emosi anak, dan mengerti dengan pasti apa yang mereka rasakan. Dengan dimengertinya perasaan mereka, maka mudah bagi mereka untuk terbuka dan bicara tentang masalah mereka. Berikut adalah emosi yang umumnya dialami oleh manusia.
Nama emosi dan artinya :
Marah – Merasakan adanya ketidakadilan
Rasa bersalah – Kita merasa tidak adil terhadap orang lain
Takut – Kita diharapkan antisipasi karena sesuatu yang tidak diinginkan bisa saja terjadi
Frustrasi – Melakukan sesuatu berulangkali dan hasilnya tidak sesuai harapan
Kecewa – Apa yang diinginkan tidak bisa terwujud
Sedih – Kehilangan sesuatu yang dirasa berharga
Kesepian – Kebutuhan akan relasi yang bermakna bukan hanya sekedar berteman
Rasa tidak mampu – Kebutuhan untuk belajar karena ada sesuatu yang tidak bisa dilakukan dengan baik
Rasa bosan – Kebutuhan untuk bertumbuh dan mendapatkan tantangan baru
Stress – Sesuatu yang terlalu menyakitkan dan harus segera dihentikan
Depresi – Sesuatu yang terlalu menyakitkan dan harus segera dihentikan
Baiklah kita mulai dengan satu kasus, jika anak anda datang dan berkata “Joni tidak mau bermain bola denganku” Apa jawab anda? “Sini main sama papa/mama, main sama yang lain saja ya, atau ya sudah main sendiri saja.” Ketiga jawaban ini sekilas adalah jawaban klasik, dan memang dibenarkan karena sering dipakai.

Pertanyaan saya ada emosi apa dibalik kata-kata anak tersebut? KECEWA dan KESEPIAN. Nah, kalau begitu responnya bagaimana? “Hmm.. nak kamu ingin sekali ya bermain dengan Joni?” atau “Hmm.. kamu kesepian yah, ingin bermain ya?” lalu tunggu responnya, biasanya anak akan bercerita panjang lebar, kemudian solusi sebaiknya diserahkan kepada anak.
Caranya “Lalu apa yang bisa Papa/Mama bantu? Ingin bermain dengan Papa/Mama? Atau ada ide lain?” Biarkan anak memilih solusi terbaik bagi dirinya. Perhatikan tabel diatas dan gunakan untuk berkomunikasi dengan anak, pahami seiap kasus yang dialami anak.
Dengan turut mengerti perasaan emosi anak dan membiarkan menemukan solusi masalahnya sendiri, maka anak akan merasa dipahami dan nyaman. Serta akan tumbuh rasa percaya diri di lingkungan yang menghargai dia. Dan berikutnya akan mudah bagi anak untuk terbuka terhadap orangtuanya, dan sikap saling percaya antara orangtua dan anak akan terbentuk dengan baik.
Sampai kini, kita telah belajar bagaimana caranya agar anak terbuka dan percaya pada kita, betul? Berikutnya bagaimana caranya mengarahkan? Setelah kita mendengar dan mengerti perasaan dan emosi anak, serta menanyakan solusi terbaik menurut anak (jika anak sudah mampu berpikir untuk solusi) tanyakan “Bolehkah Papa/Mama memberi saran?” setelah ada ijin dari anak maka berikan masukan yang anda rasa paling barik.

Baca juga 08 Jenis Kecerdasan Anak, Cara Belajar dan Prediksi Karier yang Sesuai
Terkadang cara pandang anak tidak sama dengan orangtua, kita tahu jika anak memilih solusi yang kurang tepat (menurut orangtua) dengan nilai atau norma yang berlaku di lingkungan sosial, maka kita bisa mengarahkannya dengan mudah karena langkah 1 dan 2 sudah dilakukan. Tentunya dengan model komunikasi yang sopan dan tetap menghargai anak.
Pintu gerbang kekerasan hati anak akan terbuka lebar saat kita mau menerima dan mengerti anak, dan mereka akan mempersilahkan kita masuk dan bertamu di dalam lubuk hatinya yang paling dalam. Ditempat itulah kita dapat meletakan pesan, arahan dan masukan positif bagi kebaikan masa depan anak.
Saya paham cara ini butuh waktu, semua solusi cerdas untuk meningkatkan kualitas keluarga butuh waktu. Ada namanya “waktu tunggu” untuk suatu hasil yang istimewa. Masakan yang enak dan sehat butuh waktu dan proses di dapur, tidak sekian detik jadi. Nah kualitas apa yang kita mau untuk keluarga kita?

Semoga bermanfaat.

Sumber : Pendidikan Karakter

Enroll Now !
Information & Registration :
Jl. Ketintang Baru III No. 3 Surabaya
Phone : 031-8299413
Mobile : 081234441997
Ijin Dinas Pendidikan Kota Surabaya No. 188/7736/436.6.4/2014 

TERDAFTAR di Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat ;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NPSN : P9908360
Follow Us on Twitter
Available on Google Play Store
www.homeschoolingpena.com